Daftar Pendek Wattys 2021
[PART LENGKAP]
May contain violence.
Tumbuh di keluarga yang sangat percaya takhayul membuat Gian tidak pernah percaya pada makhluk tak kasat mata. Baginya, hal-hal seperti itu ditujukan untuk menakutinya, yang sayangnya...
#QOTD kamu lebih suka cowok light skin atau dark skin?
🌟
Ini adalah kali pertamanya Gian melakukan penerbangan jauh. Ia hanya pernah melakukan penerbangan domestik, yang jaraknya tidak pernah lebih dari dua jam. Ia tadinya berpikir bahwa ini tidak akan berat, karena ia dapat tidur dan beristirahat selama penerbangan. Tetapi, dugaannya salah. Ia tidak dapat tidur dengan nyenyak, sering kali terbangun karena posisi tidur yang tidak nyaman. Ruang geraknya pun terbatas karena ada penumpang lain di sebelahnya. Belum lagi terlalu lama di pesawat membuatnya bosan, internet tidak ada, tontonan di dalam pesawat pun tidak ada yang menarik minatnya. Ia sudah mencoba untuk baca, tetapi berakhir dengan mual. Yang dapat dilakukannya hanyalah tidur dan mendengarkan musik. Sesekali ke kamar mandi, sekaligus meregangkan tubuhnya yang kaku karena berdiam di posisi yang sama terlalu lama.
Dan akhirnya Gian tiba di negara ini, setelah belasan jam. Dengan rakus, ia menarik napas dalam-dalam, menikmati udara segar yang dapat dihirupnya serta angin dingin yang menyapa kulitnya begitu ia berada di ruang terbuka bandara. Ia terkekeh sendiri karena merasa norak sekarang. Merasa cukup menghabiskan waktu sendiri, juga mencuci muka, sikat gigi dan lain sebagainya, Gian keluar dari Bandara.
Gian disambut oleh seseorang di bandara yang memegang kertas bertuliskan namanya. Ia melihat sekeliling dan tidak menemukan orang lain pun nama lain di kertas yang dipegang seorang wanita dengan rambut pirang dan mata cokelat di hadapannya kini.
"Aku sendiri?" Gian bingung. Ia tidak tahu bahwa hanya ia yang menerima beasiswa ini, well, dia tidak pernah bertanya juga apakah ada orang lain yang akan datang bersamanya atau tidak, ia hanya mengasumsikan bahwa akan ada orang lain nantinya saat di bandara.
"Ya, kecuali kau bawa rombongan dari negara asalmu," jawab si pirang setelah mengedikkan bahunya dan melipat kertas.
"Tidak."
"Okay, kita bisa jalan sekarang." Perempuan itu mengulurkan tangannya pada Gian, "Kita belum berkenalan, aku Abel."
"Ah, aku—"
"Gian," potong Abel dengan cengiran lebar dan Gian merasa bodoh seketika. Sudah tentu wanita ini tahu namanya kalau ia yang menjemput. "Kau bisa bawa kopernya?" Abel melongok ke belakang tubuh Gian dan melihat koper berukuran besar yang dibawa olehnya.
"Bisa, tinggal tarik saja." Gian memberikan tarikan kecil untuk meyakinkan wanita itu.
"Bagus, aku baru manicure soalnya." Abel menunjukkan kesepuluh kuku yang berwarna merah darah kemudian melenggang berjalan di depannya dan melewati plang yang menunjukkan arah kereta yang dapat membawa mereka ke Bucharest North Railway Station.
"Kita tidak naik kereta?" Gian mencoba menyamakan langkah Abel yang sangat cepat meskipun bertubuh mungil.
"Please, the king and all mighty of Nosferatu enggak mungkin membiarkan kau menaiki apa pun selain kereta kuda besinya," jawab Abel dengan sarkasme dan sebelah alis yang dinaikkan lalu perempuan mengumpat dalam bahasa yang tidak Gian tahu sebelumnya, tetapi ia cukup yakin kalau itu bahasa Rumania.
Sepertinya gue harus banyak belajar bahasanya selain bahasa sehari-hari, ingatnya pada diri sendiri. Gian hanya belajar sekedarnya karena bahasa yang digunakan dalam perkuliahannya adalah bahasa inggris.
Gian kembali mencoba mengikuti langkah Abel setelah berhenti karena melihat-lihat sekeliling bandara, mencoba melihat sebenarnya, karena ia tidak bisa hilang di negara yang baru pertama kali ia menjejakkan kakinya.
"Jadi, kita mengendarai mobil ke Transylvania? Itu lebih dari lima jam bukan?" Gian kembali bertanya dan Abel berhenti secara tiba-tiba lalu membalikkan badannya, tangan sebelah kiri wanita itu kini sudah berada di pinggulnya dengan tatapan sebal yang sangat kentar.
"Memangnya tuan putri mau seperti apa lagi? Penerbangan ke Cluj-Napoca sedang terkendala sehingga mau tidak mau kita harus memakai mobil."
Benar, Gian baru ingat bahwa rencana awalnya adalah dia akan langsung menuju Cluj-Napoca tapi kemudian ia mendapatkan kabar penerbangannya dialihkan ke Henry Coandă. Gian mengedipkan matanya beberapa kali saat melihat wajah Abel yang kini sangat kesal, ia memilih mengatupkan mulutnya dengan rapat lalu menggelengkan kepala yang dibalas dengusan oleh wanita yang mengenakan jaket kupluk berwarna hitam itu.
"Kita akan naik mobil, kalau kau lapar kita bisa makan dulu di sini," lanjut Abel, ibu jarinya menunjuk ke restoran yang berada tepat di belakang tubuhnya dan Gian kembali menggelengkan kepalanya karena ia tidak merasa lapar.
"Okay, lebih cepat sampai lebih baik karena aku punya acara malam ini. Chop-chop, Princess." Abel sudah berjalan menjauhinya dan Gian kembali berusaha mengikuti langkah perempuan itu lagi.
Gian juga merasa lelah dan ingin cepat sampai di kamarnya lalu tidur.
19/9/20 Revisi 7/7/21
Jangan lupa vote, komen dan follow akun WP ini + IG @akudadodado yaaw. Thank you :)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.