Chapter 14 : Pantai

3.1K 444 65
                                        

Hari demi hari telah terlewati, musuh baru banyak bermunculan walaupun bersumber dari musuh yang sama. Bayaran tinggi tapi nyawalah yang menjadi taruhan. Tiada hari tanpa luka di tubuh, setiap pulang dari misi pasti ada saja memar di wajah dan luka sayatan. Begitulah kehidupan seorang shaman.

"Fushiguro kau tadi bicara pada siapa?" tanya Itadori penasaran. Pasalnya tadi Fushiguro berbicara dengan seorang pemuda yang tidak Itadori kenal.

"Ah, dia teman sekelasku dulu di SMP."

Itadori hanya manggut-manggut.

"Dia pasti menanyakan kabarmu iya kan?"

"Tidak." Jeda sesaat. "Dia menanyakan Tsumiki, kakakku."

Itadori sepertinya harus menyesal menanyakan itu. "Gomen ne."

Fushiguro menaikkan sebelah alisnya. "Untuk apa kau minta maaf?"

"Hanya ingin."

Hening sesaat

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Tidak ada misi rasanya membosankan sekali." tawar Itadori.

"Baiklah, mana Kugisaki?"

"Dia belanja dengan Maki-san."

"Souka. Ayo kita pergi."

Fushiguro pun berjalan beriringan dengan Itadori.

"Jadi kita akan pergi kemana?"

"Ummm pantai? danau? taman? susul Kugisaki?"

"Aku menolak opsi terakhir."

Itadori berpikir lagi. "Pantai bagaimana? Sudah lama aku tidak ke pantai."

"Baiklah."

Mereka pun berjalan ke pantai yang jaraknya hanya menempuh 15 menit dengan berjalan kaki. Hamparan pasir putih dengan warna sea green dari laut membuat Fushiguro tanpa sadar tersenyum. Menatap lautan ia jadi teringat dengan Gojou yang warna matanya hampir sama dengan warna lautan tersebut.

"Bagaimana kalau duduk di karang sebelah sana? Pemandangan disana sepertinya bagus." ucap Itadori lalu menarik tangan Fushiguro ke tempat yang ia maksud.

Fushiguro sendiri hanya menurut, ia mengikuti kemanapun Itadori pergi. Saat tiba di karang yang dimaksud mereka pun duduk disana.

"Baru kali ini aku melihat laut setelah sekian lama."

Fushiguro membelalakkan matanya lalu menatap keasal suara. Itu bukanlah suara Itadori dan hawa yang mencekam ini bukanlah hawa milik Itadori.

"S-Sukuna?!"

Fushiguro hendak melepaskan tangannya dari genggaman Sukuna namun Sukuna tidak mau melepaskannya. Tenaga fisik dari Itadori saja sudah kuat ditambah tenaga sang raja kutukan jadi melawan pun percuma.

"Tenanglah, aku tidak akan macam-macam." ujar Sukuna. Ia hanya ingin melihat dunia luar dengan Fushiguro. Ia telah membuat perjanjian dengan Itadori sehingga Itadori memperbolehkan ia memakai tubuhnya untuk hari ini.

"Apa kau tidak pernah melihat laut sebelumnya?" Fushiguro mencoba tenang dan percaya pada Sukuna. Dari raut wajahnya raja kutukan itu sepertinya hanya berniat untuk menikmati dunia yang sudah lama tidak ia lihat.

"Pernah tapi sudah lama sekali, ditambah bocah ini juga selama aku menetap di tubuhnya belum pernah sama sekali pergi untuk melihat laut."

Fushiguro mengangguk. "Sekarang nikmatilah."

PreciousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang