Chapter 19 : Sembunyi

2.7K 340 27
                                        

Ia tidak tau harus berbuat apa untuk saat ini. Segalanya jadi rumit, dan firasatnya yang buruk adalah pertanda hal ini akan terjadi. Insiden di Shibuya. Ia tau jika menjadi seorang shaman resikonya memang akan seperti ini tapi ia yakin semuanya akan baik-baik saja selama ada Gojou. Namun sosok kuat seperti Gojou saat ini telah disegel pihak musuh. Ia sedikit menyesal, kenapa dari dulu ia selalu mengandalkan gurunya tersebut. Jika saja ia tidak selalu bergantung mungkin ia setidaknya bisa melakukan sesuatu yang berguna, tapi sampai saat ini ia belum mampu melakukan apapun. Fushiguro dan otaknya yang selalu berpikir ia tidak ada gunanya, nyatanya sumber kekuatan Gojou sendiri ada pada dirinya. Dirinya lah alasan Gojou untuk selalu menjadi sempurna dalam segala hal.

"Kau baik-baik saja kan sensei?" Fushiguro hanya bisa berujar pada angin. Ia tidak tau bagaimana nasib teman-teman yang menjalankan misi sama seperti dirinya. Kini ia hanya bersama Itadori dan Yuta. Tsumiki sang kakak telah menghilang membuat ia hampir putus asa karena semua masalah menimpanya secara bersamaan.

"Fushiguro kita pasti bisa atasi semuanya." ucap Itadori menenangkan.

Itadori bisa merasakan apa yang kini Fushiguro rasakan. Itadori juga kehilangan cukup banyak saat ini, pikirannya sama kacaunya dengan Fushiguro tapi jika ia terus memikirkan itu tanpa bergerak maka sama saja tidak akan menghasilkan apapun.

"Aku selalu percaya bahwa guru kita yang konyol itu akan baik-baik saja." ucap Fushiguro seraya mengusap gantungan kunci pemberian Gojou yang kini ia genggam. Ia percaya Gojou baik-baik saja namun berapa lama ia harus mempercayai itu?

"Megumi."

Yuta datang dan menepuk bahu sang pemuda shikigami. Senyuman pemuda tersebut mampu membuat Fushiguro merasa lebih tenang. Yuta adalah seorang shaman yang hampir menyamai Gojou, suatu keberuntungan Yuta berada di pihak mereka.

"Bagaimanapun situasinya kita sementara tidak boleh berpisah. Itadori diincar oleh pihak musuh untuk membangkitkan Sukuna dan kau Megumi, kau juga diincar karena akan menjadi kepala clan Zenin kan?"

Fushiguro ragu apa benar Naoya benar-benar ingin membunuhnya atau tidak. Jika memang benar untuk apa ia tidak langsung dibunuh saja padahal Naoya memiliki banyak kesempatan untuk membunuhnya.

"Aku disini akan menjamin keselamatan kalian. Aku harap ini cepat berakhir."

.

Walaupun sulit tapi pada akhirnya semuanya berjalan dengan baik. Gojou telah lepas dari segelnya dan lepasnya pria tersebut berhasil memukul mundur musuh. Untuk sementara mungkin musuh tidak akan muncul karena mereka harus mengumpulkan banyak kekuatan dulu. Dari pihak rekan banyak yang terluka bahkan gugur, begitupula dari pihak musuh juga banyak yang gugur. Beruntunglah Sukuna tidak memihak musuh, raja kutukan itu tidak melakukan apapun setelah membantai banyak jiwa di Shibuya. Ia bergerak sendiri tapi tetap memanfaatkan situasi yang mendukungnya.

Fushiguro mendekat kearah Gojou. Ketika telah berada dihadapan sang guru pemuda itu menyentuh pipi Gojou dengan kedua telapak tangannya.

"Kau kembali sensei." ucap Fushiguro. Matanya berkaca-kaca ketika menatap indahnya bola mata sang guru yang begitu ia rindukan.

Gojou tersenyum lembut lalu menekan tengkuk Fushiguro sehingga kini bibir mereka saling bersentuhan. Satu tangannya menekan tengkuk Fushiguro dan satu tangannya lagi turun untuk memeluk pinggang pemuda tersebut.

Fushiguro sendiri kini mengalungkan tangannya di leher Gojou. Ia bahkan tidak peduli sekitar ketika ada Yuta dan Itadori yang menyaksikan ciuman mereka. Ia hanya menyalurkan kerinduannya lewat ciuman pada sang guru.

Ciuman terlepas beberapa saat kemudian dengan senyuman di wajah mereka. Kini Gojou kembali bersama mereka, apa dengan ini ia tidak jadi kepala clan Zenin? Ia tidak tau, jika tidak jadi itu lebih bagus.

"Baiklah aku rasa kalian tidak tau malu dengan berciuman didepan orang lain seperti itu." ujar sebuah suara yang begitu familiar.

Semua orang kini menatap sosok Naoya yang muncul. Pria tersebut kini berjalan mendekat kearah Fushiguro dan Gojou.

"Apa lagi maumu?" ujar Gojou dengan geram.

"Beri aku waktu sebentar saja Gojou-kun."

Naoya mengalihkan tatapannya pada Fushiguro. "Aku sempat bertemu dengannya dan dia hanya menghajarku sekali. Dia bilang aku masih sama saja kekanakan seperti dulu."

Fushiguro hanya diam mendengarkan.

"Aku rasa dia bersyukur kau tidak berada di Zenin dan mungkin aku juga mulai membenci clan yang membesarkanku."

"Jadi apa yang telah kau putuskan?" tanya Fushiguro pada pria tersebut.

Naoya menengadahkan kepalanya ke langit. "Aku akan mencari jalanku sendiri sama seperti dirinya, jika kau memang yang tetap menjadi kepala clan aku akan mendukungnya mulai sekarang."

Fushiguro menggeleng. "Gojou Satoru masih ada, aku tidak akan menjadi kepala clan."

"Aku juga sudah tidak ada niat lagi untuk menjadi kepala clan, biarkan orang lain yang menggantikanku. Aku ingin bebas sama seperti dirinya."

"Hanya kau sendiri yang bisa memutuskannya, Zenin-san."

Naoya berbalik. "Aku rasa kau dan dia memang mirip tapi ada satu hal yang dia miliki tapi tidak kau miliki."

"Sejak awal aku ya aku, aku tidak bisa disamakan dengan orang lain."

Naoya tersenyum kecil mendengar perkataan Fushiguro. "Aku akan pergi. Gojou Satoru aku harap kau menjaganya lebih baik lagi karena tidak menutup kemungkinan jika aku berubah pikiran dan akan merebutnya kembali."

Naoya langsung hilang begitu saja.

"Nah ayo pergi, sepertinya kita tidak bisa kembali ke sekolah." ujar Gojou seraya menggandeng tangan Fushiguro. Yuta dan Itadori mengikuti mereka dari belakang.

Mereka tidak tau apa yang akan para petinggi lakukan setelah ini. Mereka menunjuk Gojou, Kenjaku yang berada di tubuh Getou dan Masamichi Yaga lah penyebab insiden ini terjadi. Gojou tidak akan diterima lagi di sekolah jujutsu begitupula orang-orang yang berniat menyelamatkannya.

Yaga telah mati karena dieksekusi, itu yang mereka tau. Kenjaku yang berada dalam tubuh Getou Suguru masih status buron dan kini Gojou telah bebas dari segelnya dan mungkin akan jadi target eksekusi selanjutnya.

"Aku dari dulu ingin sekali menghabisi mereka." ucap Gojou menahan emosi. Siapapun akan emosi jika mendengar orang terdekatnya mati.

"Kau tidak bisa membunuh petinggi begitu saja sensei. Jika kau melakukannya kau mungkin akan menjadi musuh seluruh shaman di negara ini."

Gojou berdecih. Inilah yang daridulu ia benci dari para petinggi kurang ajar itu. Jika ia mau ia bisa saja membunuh mereka namun jika ia melakukannya maka ia akan dianggap berkhianat dan semua shaman akan memburunya.

"Baiklah untuk saat ini kita hanya bisa bersembunyi untuk sementara. Okkotsu-senpai berhasil memalsukan kematian Itadori tapi aku yakin cepat atau lambat semuanya akan ketahuan. Lalu mereka juga belum tau Gojou-sensei telah lepas dari segel. Kita hanya perlu lebih waspada jika ada mata-mata yang dikirim untuk menyelidiki kita." ucap Fushiguro.

"Baiklah. Aku ingin tidur kalau begitu. Aku cukup lelah berada di dalam penjara itu."

Mereka pun memutuskan untuk mencari tempat yang sekiranya bisa mereka jadikan persembunyian sementara. Disana mereka akan bersembunyi dan menyusun rencana yang akan mereka persiapkan jika nanti mereka ketahuan masih berkeliaran bebas.

T
B
C

Maaf gk up beberapa hari ini, authornya kerja shift malam jadi tidurnya dari siang sampai sore setelah pulang kerja dan karena sibuk hari raya juga jadi gk ada waktu buat ngetik...

Happy reading

PreciousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang