Precious 2 Part 18

1K 89 1
                                        

Tahun demi tahun telah berganti dan kini Akira telah berumur 16 tahun. Ia sekolah di SMU swasta di Tokyo. Seperti ayah dan papanya, Akira cukup terkenal di kalangan perempuan. Sosok Akira adalah sosok pendiam yang akan bicara seperlunya saja. Akira juga pribadi yang sopan sehingga banyak orang ingin berteman, namun karena sifatnya yang pendiam membuat orang lain bingung cara mendekatinya.



Akira walaupun tidak mengikuti jejak kedua orangtuanya sebagai penyihir jujutsu ia tetap melatih kemampuannya karena Fushiguro ingin Akira bisa melindungi dirinya sendiri. Akira memiliki teknik yang hampir sama dengan Fushiguro dan memiliki infinity seperti Gojou. Ia juga memiliki tekniknya sendiri yang hampir mirip dengan teknik milik Gojou.





.




Ketika jam pulang sekolah Akira langsung pulang ke rumah. Di rumah ia bisa melihat papanya tengah memasak makan siang untuknya. Fushiguro yang kini telah berumur 35 tahun memiliki tubuh yang hampir sama saat ia remaja karena ia sudah jarang melatih tubuhnya sendiri. Ia sibuk fokus hanya pada Akira dan latihan putranya tersebut. Gojou sendiri kini berumur kisaran 47 tahun. Walaupun sudah hampir berumur 50 tahun wajah Gojou hanya bertambah kerutan sedikit, ia masih terlihat tampan dengan tubuh kekarnya.



"Okaeri papa."



"Tadaima Akira. Ayo ganti baju lalu makan siang."



Akira mengecup pipi papanya. "Haik."



Akira pun naik ke kamarnya di lantai atas. Sesampainya disana, ketika ia akan ganti baju tiba-tiba ia terlempar ke tempat yang asing. Disana banyak tulang dan tengkorak dan tempat itu sangatlah luas.



"Yo anak muda."



Akira mengerutkan alisnya ketika melihat pria bersurai merah muda yang kini ada dihadapannya.



"Maaf anda siapa?" tanya pemuda tersebut.



"Aku Ryoumen Sukuna. Aku cukup kenal dengan kedua orangtuamu." Sukuna berjalan kearah Akira lalu mengelus wajah Akira dengan jemarinya. "Melihatmu mengingatkanku pada Fushiguro Megumi, hanya warna matamu saja yang berbeda dengannya."



Akira menyingkirkan tangan Sukuna dari wajahnya. "Apa tujuan anda membawa saya kesini?" tanya Akira.



Sukuna kemudian melompat ke tempat yang lebih tinggi, ia kemudian duduk di puncak sana. "Aku merasa energi negatif mulai mendekat, aku bisa merasakan dari jiwa kedua temanku yang berada dalam tubuhmu. Kedua jiwa itu masih terhubung denganku." ucap Sukuna.



"Energi negatif?"



"Iya dan mungkin saja kedua orangtuamu telah menyadarinya. Aku hanya ingin melindungi jiwa kedua temanku jadi aku memperingatkanmu."



"Lalu aku harus bagaimana?"



Sukuna menyeringai. "Tidak ada yang bisa kau lakukan selain mempersiapkan dirimu menghadapi resiko terburuk." Sukuna bangkit lalu menjentikkan jarinya. "Sampai jumpa."





.




"Akira!"



Akira terbangun ketika Fushiguro mengguncang tubuhnya yang tergeletak di lantai. Ketika Fushiguro lama menunggu putranya tapi tidak juga turun, ia pun memutuskan menghampiri Akira dan mendapati Akira tergeletak di lantai masih dengan menggunakan seragamnya.



"Papa..." Akira bangun dan memegangi kepalanya yang sakit.



"Kau kenapa Akira? apa kau tidak enak badan?" tanya Fushiguro.



"Ryoumen Sukuna."



Fushiguro membulatkan matanya mendengar nama yang disebut Akira. "Apa yang dia katakan?"



"Dia bilang ada energi negatif yang mulai mendekat dan kemungkinan besar papa dan tou-sama tau akan hal ini."



Fushiguro tidak tau akan hal itu tapi mungkin saja Gojou tau.



"Sekarang Akira ganti baju dan makan siang dulu ya."



"Pa, siapa Ryoumen Sukuna itu? apa dia yang disebut sebagai raja kutukan itu?"



"Nanti papa jelaskan ya, sekarang Akira makan siang dulu."



Akira menurut, ia pun mengganti pakaian lalu makan siang terlebih dulu seperti apa yang diperintahkan papanya.



Ketika Akira dan Fushiguro tengah menikmati makan siang, Gojou pun pulang dengan wajah lesu. Datang-datang Gojou langsung memeluk leher Fushiguro dari belakang. "Megumi lapar~"



Umur hampir kepala lima tapi masih merengek seperti bocah, itulah Gojou. Fushiguro hanya memasang wajah datar ketika kepalanya diunyel oleh dagu Gojou.



"Megumi~"



"Kalau lapar ya makan, duduk sana!" balas Fushiguro dengan galak.



Gojou dengan wajah masih merajuk duduk di meja makan. Ia langsung melepas kacamata hitamnya, memperlihatkan mata indah yang kini sedikit memiliki kerutan di kantung matanya.



"Tou-sama okaeri ucap Akira."



"Tadaima anak manis~"



Akira cemberut disebut manis. "Aku laki-laki tou-sama."




"Ya kau laki-laki yang manis seperti papamu."



Ctakk



Sendok dipatahkan oleh Fushiguro, ia lempar ke kepala Gojou pun percuma karena tidak akan kena. "Makan saja jika lapar! tidak usah banyak bicara!"



Gojou pada akhirnya hanya menurut. Ia mengerucutkan bibirnya karena Fushiguro dalam mode gadis pms.



"Ini sendok ke -21 yang papa patahkan." ucap Akira lalu mengambil sendok patah tadi. Ia kemudian menggenggam sendok itu lalu tiba-tiba sendoknya kembali utuh. Setiap papanya mematahkan sendok karena kekesalannya pada Gojou, Akira yang selalu mengembalikan sendok itu seperti semula. Ini adalah salah satu teknik yang dimiliki Akira, ia bisa mengembalikan benda mati atau hidup yang telah rusak atau hancur kembali ke bentuknya semula.


.




Setelah makan siang, Fushiguro menepati janjinya menjelaskan siapa itu Sukuna pada Akira. Gojou juga disana sesekali menyimak dan sesekali menambahkan. Gojou bahkan menceritakan kekesalannya saat Fushiguro jadi rebutan banyak orang di masa lalu.



"Jadi paman Naoya dan paman Yuuta sempat memperebutkan papa? lalu sekarang mereka memutuskan jadi pasangan."



"Iya Akira, papamu cantik sih. Sukuna itu saja sampai tertarik."



"Bisa tidak kau jelaskan intinya saja Satoru? yang tidak perlu tidak usah dibahas." ucap Fushiguro.



"Bukankah berbahaya jika menyimpan semua jari itu papa? Kenapa tidak musnahkan saja jari-jarinya atau buang saja?" tanya Akira.



"Memusnahkannya sejauh ini belum ada yang bisa memusnahkan jari-jari ini lalu jika papa buang begitu saja resikonya besar Akira."



"Pemilik energi negatif itu biar aku yang mencari informasinya. Akira kau tidak perlu memikirkan ini." ucap Gojou.



"Tou-sama aku sebenarnya ingin menjadi manusia biasa yang tidak memiliki teknik ataupun energi kutukan. Bagaimana cara agar aku kehilangan kemampuanku ini?" tanya Akira.



"Akira, saat kau bisa lihat kutukan itu berarti kau tidak bisa lepas dari energi kutukan. Jika itu manusia biasa mereka tidak akan bisa melihatnya."



Akira hanya bisa terdiam. Jujur ia sama sekali tidak menginginkan kekuatan ini, Gojou dan Fushiguro pun begitu. Namun apa daya, jika sudah bisa melihat kutukan mau tidak mau harus memiliki kemampuan lebih untuk bertarung, entah itu hanya untuk melindungi diri sendiri ataupun untuk kepentingan yang lain.





T
B
C

PreciousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang