Fushiguro bosan. Gojo melarangnya pergi kemanapun selama beberapa hari ini sementara Gojo sendiri malah memilih melatih Itadori. Guru sekaligus kekasihnya tersebut padahal tidak pernah melatihnya tapi rajin sekali melatih Itadori, hal itu sedikit membuatnya kesal.
"Aku pergi saja, bosan sekali rasanya disini." Fushiguro bangkit dari tempat tidur lalu mengambil jaket untuk ia bawa keluar. Persetan dengan Gojo, Fushiguro tidak peduli lagi nantinya akan dihukum seperti apa oleh orang aneh itu.
"Oi kau mau kemana?"
Fushiguro menghentikan langkahnya dan berbalik. Bisa ia lihat Kugisaki berdiri dengan melipat tangan di dada, tidak lupa wajahnya yang terlihat kesal. Hei kapan memangnya gadis itu merasa senang kecuali jika bersama Maki, soal makanan dan liburan.
"Aku bosan."
Kugisaki menghela nafas. "Gojo sensei memintaku untuk mengawasimu dan tentu kau dilarang pergi kemanapun." Oh pantas saja gadis itu merasa kesal, lagi-lagi Gojo berbuat sesuka hatinya.
Fushiguro berbalik, tidak mempedulikan ucapan Kugisaki.
"Oi!!"
"Aku hanya jalan-jalan di sekitar sini kau tidak perlu mengawasiku Kugisaki."
"Tapi-- ah Gojo-sensei!"
Fushiguro tidak berbalik malah terus melanjutkan langkahnya setelah mendengar Kugisaki menyebut nama Gojo.
"Kau memang anak yang nakal ya." Gojo tiba-tiba telah menyusul Fushiguro dan merangkul pemuda tersebut. Fushiguro mencoba melepaskan tapi Gojo malah terus merangkulkan tangannya kembali ke pundak Fushiguro sehingga berakhir Fushiguro mengalah dan membiarkan Gojo berbuat semaunya.
"Ada apa dengan alis yang ditekuk itu Megumi? Kau marah padaku?"
"..."
"Jika kau telah pulih baru aku ijinkan kau pergi kemanapun kau mau, untuk sekarang kau harus pulih dulu dan bukan berarti aku mengekangmu."
"..."
Diamnya Fushiguro membuat Gojo menghela nafas. Gojo pun segera menarik Fushiguro menuju ke sebuah pohon besar dan mendudukkan pemuda Shikigami itu di bawah pohon tersebut.
"Hei!"
Gojo tersenyum, akhirnya Fushiguro bicara juga. Ia langsung saja mendudukkan dirinya tepat di hadapan Fushiguro.
"Katakan."
Fushiguro menaikkan sebelah alisnya akan ucapan Gojo. "Katakan apa?"
"Kau ngambek seperti ini bukan hanya karena aku melarangmu pergi dari kamar saja kan?"
Fushiguro mengalihkan pandangannya dari Gojo. Gojo selalu tau apa yang mengganjal di hati Fushiguro dan selalu bisa membaca jalan pikirannya sementara Fushiguro sangat sulit untuk menebak jalan pikiran seorang Gojo Satoru.
"Katakan agar aku tau! Kali ini aku sama sekali tidak tau apa lagi salahku terhadapmu!" Gojo menaikkan nada bicaranya pada Fushiguro membuat Fushiguro tersentak karena Gojo biasanya selalu santai dan kali ini Gojo malah menaikkan nada bicaranya. Apa Gojo sudah lelah menghadapinya?
"Megumi jawab aku."
Fushiguro masih diam, wajahnya menunduk dan satu tangannya kini mencengkram rerumputan di sekitar tempat itu.
'Apa aku keterlaluan?' Gojo bergumam dalam hati ketika dilihatnya Fushiguro semakin diam bahkan menundukkan wajahnya, ia tidak pernah melihat Fushiguro seperti ini sebelumnya kecuali ketika suasana hati pemuda itu benar-benar kacau.
