10. Birth Day, Bad Day

76 8 0
                                        

❛❛ every time i see her i always remember mom❜❜ ❀•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❛❛ every time i see her i always remember mom❜❜
•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀

Klotak! Klotak!

Wanita paruh baya yang sedang menata ruang santai tiba-tiba menghentikan pekerjaannya karena mendengar suara dari sepatu hak tinggi yang menghentak lantai. Pasti itu tuan rumahnya.

Dengan sigap wanita bermarga Han itu berlari menuju pintu untuk menyambut sang pemilik rumah yang pulang dari Busan untuk bekerja.

Setelah masuk ke dalam rumahnya, Kim Saeron yang berdiri tegak menggunakan gaun hitam selutut, tas hitam mini yang menggantung di lengan kanannya dan sepatu hak tinggi berwarna putih yang khas pada diri seorang aktris itu bersuara pada seseorang di depannya.

"Panggil Saeri ke sini."

Sembari menunduk Bibi Han menjawab, "Maaf, nyonya, nona kecil lagi di luar sama temennya."

"Apa? Dia gak bawa handphone? Temen siapa?!" Nadanya meninggi.

"Ah itu... namanya siapa, ya? Saya lupa. Nonanya juga udah bilang ke nyonya kalo dia mau keluar."

"Tapi, bukan temennya yang dulu 'kan?" Tanya Saeron.

Bibi Han menggeleng, "Bukan nyonya."

"Aigoo padahal mau ngasih kejutan." Dia tampak cemberut ketika mengatakannya.

"Yaudah, lain kali aja. Saya mau keluar dulu." Putus Saeron kemudian berbalik.

"Ah, tunggu nyonya. Nyonya harus istirahat." Ujar wanita di belakangnya.

"Jangan ikutin saya. Cuma beli hadiah buat Saeri, nanti saya balik lagi sebelum Saeri pulang."

Setelah mengatakan itu, bibi Han mengangguk mengerti dan membiarkan Saeron pergi meninggalkan pekarangan rumah. Dia pun ikut pergi dan melanjutkan perkataannya di dalam rumah.

"Byun, cari Saeri sekarang." Titah Saeron pada managernya.

"Cih, gimana bisa gue ninggalin lo berdua?" Pria bermarga Byun itu mengelak.

"Panggil Winwin buat cari dia." Usul Saeron.

"Nah gitu, dong. Siap, ibu cantik." Jawab Byun Baekhyun sembari menggodanya.

---♥---

Pria dengan rambut kecoklatan itu berjalan pelan di atas pasir pantai sembari menggenggam bunga anyelir di tangan kanannya. Setelah mengantar perempuan itu pulang, Mark pergi membeli bunga dan menuju ke pantai di kota Ansan. Setiap tahunnya dia pergi ketempat itu.

It's Okay! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang