39. Different Person

18 0 0
                                        

❛❛Lo masih ngeharapin gue 'kan? ❜❜❀•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❛❛Lo masih ngeharapin gue 'kan? ❜❜
❀•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀

"Saeri?"

Aku menoleh ke arah sumber suara. Ternyata itu suara Jaemin. Aku tersenyum dan menjawab panggilannya. Setelah itu ia berdiri dihadapan ku dan bertanya.

"Besok libur, mau ke rumah gue?"

"Yaelah, sekarang juga bisa. Lo lupa apa rumah kita sebelahan?" Jawabku dengan tawa.

Ia lantas menggeleng, "Bukan rumah itu. Hmm aku belum ada niatan buat tinggal disitu lagi. Jadi, aku masih tinggal di kontrakan yang di Incheon."

Aku cemberut sembari memandangi tumpukan buku yang ada di hadapanku. Dengan semburat kecewa aku menjawab kalimat Jaemin.

"Yah, jauh. Besok gue mau main sama Mark. Udah janjian, sih."

Jaemin cemberut, "Toh kamu udah sering sama Mark. Sekali-kali nolak dia, lah."

"Nanti gue ngobrol sama Mark deh. Gue laper, nih. Mau makan bareng, gak?" Ajakku yang dibalas anggukan olehnya.

Setelah aku merapihkan buku dan alat tulis yang tersisa di meja, aku segera merangkul Yuna yang sedari tadi sudah menggandeng tangan Yeji. Kami berjalan keluar kelas disusul oleh Jaemin dibelakang  membuntuti kami.

"Kok, Haechan sama Mark ninggalin kalian?" Tanya laki-laki dari belakang.

"Sengaja, biar kebagian tempat. Biar kita gak nyari-nyari tempat." Jawabku.

Sesudahnya kami mengantri untuk mendapat giliran mengisi piring, aku melihat Mark yang melambaikan tangan. Lantas saja aku tersenyum dan menghampiri meja tersebut. Menaruh piring dengan menu sayur-sayuran itu lalu duduk disamping Mark. Yeji ada di sampingku, Yuna berada di samping Haechan dan Jaemin ada di bangku seberang. Tepat berhadapan dengan ku.

"Aku suka menu hari ini." Senyum Jaemin mereka.

"Aku juga." Sahutku dengan senyum.

Mark menoleh, "Oh, lo suka? Nah, makan ini yang banyak." Ia menumpahkan sedikit sayuran ke piringku.

"Makasih."

Aku mulai menyendokkan nasi ke mulutku dan memasukkan sayur setelahnya. Mengunyah makanan tersebut sampai terlihat seperti seekor hamster yang sedang makan dimata Mark.

"Aigoo, lucu banget!" Gemas Mark Lee yang masih menatapku.

Jaemin melengos malas dan mengalihkan perhatian pada makan siangnya. Mengunyah makanan meski mengganjal.

"Cih." Ia mendecih pelan.

"Oh, ya! Besok gue diajak sama Jaemin ke rumahnya. Gimana, Mark?" Aku tiba-tiba bertanya pada laki-laki di sebelahku.

It's Okay! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang