It's Okay! Karya fiksi penggemar pertama dari Nanawooda. Update setiap hari Sabtu. Bercerita tentang seorang laki-laki yang berasal dari Kanada yang pindah ke Korea Selatan sebagai pelajar bernama Mark Lee. Ia sangat menyayangi ibunya, tapi sayang p...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❛❛ Takdir itu naskah tuhan yang paling berharga, kalo kamu salahin takdir berarti kamu gak ngehargai karya tuhan❜❜
❀•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀
Tepat saat guru mata pelajaran menginjakkan kaki keluar kelas, saat itu juga Yuna berdiri dari duduknya dan menghampiri Mark dan menggandengnya. Sedangkan Mark hanya terdiam menanggapinya.
"Uuu apa ini? Ce el be ka! Cieee." Celetuk Changbin saat melihat adegan uwudi depannya.
Namun hanya Hendery serta beberapa orang saja yang menanggapi Changbin dengan tertawa. Sedangkan Lucas hanya menyeringai melihatnya, ada juga Hyunjin yang tak ingin melihat itu sama sekali dan langsung melengos pergi dari kelas.
Mark mulai melangkah untuk membawa Yuna ke tempat yang lumayan sepi namun banyak makanannya. Jawabannya toko.
"Kenapa ke toko?" Tanya Yuna.
"Kalo di kantin pasti ada Saeri sama Haechan. Aku mau ngomong sama kamu."
"Kamu mau kita berduaan?" Tanya Yuna lagi, kali ini dengan wajah sumringah.
"Eum." Mark mengangguk. "Cuma sebagai temen." Lanjutnya yang membuat Yuna menurunkan pandangannya.
"Yun, bisa jauhan dikit? Mungkin, orang bisa salah paham kayak tadi si Changbin." Sahut Mark yang merasa risih ketika beberapa kelompok memperhatikannya.
Bagaimana jika Saeri melihat itu? Mark tidak ingin itu terjadi.
Yuna langsung menoleh mendengar kalimat itu. Dia langsung mengangguk kecil menurutinya. Walaupun hatinya tengah berkecamuk.
Sepertinya Yuna beranggapan terlalu berlebihan. Dia tidak seharusnya begitu. Benar kata Mark, mereka sudah menjadi teman sekarang.
Sesampainya mereka di toko, Mark meminta Yuna untuk menunggu di kursinya sementara laki-laki itu membelikan keduanya makanan dengan uangnya sendiri. Mark membeli sandwich dan susu rasa strawberry dan pisang.
Mereka mulai melahap sandwich itu, menikmati rasa makanan itu dengan indra pengecap yang mereka miliki selanjutnya mereka kunyah sampai lembut sebelum mencapai lambung.
Namun, tak terasa kunyahan saat ini adalah kunyahan terakhir bagi Mark. Setelah minum, akhirnya ia membuka suaranya.
"Yuna." Panggil Mark setelah mengelap bibirnya yang terkena saus.
Sementara si pemilik nama yang tengah mengunyah makanannya langsung menoleh padanya.
"Cewe yang aku suka itu Saeri. Kim Saeri." Ujarnya dengan jujur.
Belum saja Yuna membalasnya, dia tersedak lebih dulu ketika mendengar kalimat Mark yang tiba-tiba itu. Yang benar saja, laki-laki itu menyebut nama temannya sendiri.