12. Devil and Angel

52 7 0
                                        

❛❛ Iblis gak pantes buat malaikat ❜❜ ❀•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❛❛ Iblis gak pantes buat malaikat ❜❜
•°•════ஓ๑♡๑ஓ════•°•❀

Laki-laki dengan seragam sekolahnya itu berjalan kaki setelah turun dari bus, dia mengarah ke lapangan basket yang ada di depannya. Dia mempunyai janji dengan seseorang setelah pulang sekolah. Ia harus menepatinya.

Baru saja sampai dia sudah melihat temannya yang sedang melambaikan tangan padanya. Laki-laki dengan bola di sampingnya itu tersenyum sampai matanya membentuk seperti bulan sabit.

Mark tak membalas senyuman itu bukan karena mood nya yang buruk, dia memang tidak mau.

"Kok cepet?" Tanya Lee Jeno.

"Gak boleh?" Mark berbalik tanya.

"Pasti ada yang mau diomongin, nih." Tebak Jeno sembari terkekeh kecil.

"Kita mulai?"

Mendengar Mark yang seolah mengalihkan pembicaraannya, Jeno terdiam sesaat kemudian dia mendengus geli dan berkata.

"Jangan buru-buru amat, pemanasan dulu." Ujar Jeno.

"Tau." Singkat Mark sembari menaruh tasnya di bawah.

Mendengar Mark yang irit berbicara, sangat mudah bagi Jeno untuk mengetahui bahwa temannya itu sedang tersesat. Ah, maksudnya dia memiliki masalah sehingga tidak bisa mengontrol perasaannya.

Mark melepaskan kemeja putih yang menempel di tubuhnya itu dan melemparkannya ke atas tas yang baru saja ia taruh. Mark masih memakai baju, kok. Dia hanya memakai kaos hitamnya sekarang, dia melepas itu dengan alasan ribet dan panas.

Kedua laki-laki itu mulai berlari kecil mengelilinginya lapangan, setelah itu melakukan pemanasan seperti biasanya. Dan mulailah mereka beradu basket satu lawan satu.

Tak ada alasan apapun sih, mereka bermain basket hanya untuk olahraga saja. Mark mengiyakan ajakan Jeno untuk ini karena sudah lama juga dia tak bertemu dengan teman dekatnya itu. Dia selalu menghabiskan harinya dengan Saeri. Mereka hanya sekedar mengobrol lewat pesan instan dari ponsel.

Sebagai mantan ketua klub basket saat masih SMP, Jeno merasakan ada hal aneh dari gerak-gerik Mark ketika ia sedang bermain. Mark banyak melakukan kesalahan. Padahal, selama ia mengenalnya, Mark sangat hebat bermain basket.

"Mark, lo gak boleh main kayak gitu." Jeno memberinya peringatan.

Hal tersebut tak diindahkan Mark, bahkan berkali-kali Jeno memperingatkannya, tetap saja laki-laki itu mengeyel. Itu membuat Jeno hampir marah, tapi sepertinya Jeno tidak boleh meluapkannya sekarang. Lebih baik Jeno memutuskan untuk mengakhiri permainan itu.

It's Okay! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang