MSB#11

302 28 2
                                        

Perkara kolor tempo hari Junet merajuk sampai tak mau keluar kamar selama tiga hari, bayangkan hanya gara-gara kolor doang,bagaimana dengan yang lain nanti.

Setelah dibujuk oleh Rasya, akhirnya Junet memutuskan untuk keluar dari kamarnya.Dengan iming-iming akan diajak jalan-jalan. Dasar bocah.

" Junet udah siap belum?"

Mendengar suara Rasya,Junet segera bergegas keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Rasya diruang tamu.

" Ayok Yang dah siap a..., Lah kok ngajak Rasyid sih kan katanya cuma kita berdua aja yang jalan-jalan!" Cerocos Junet.

" Yang mau ngikut lu bedua juga siapa dodol,orang gue mau keluar bareng Wira." Ujar Rasyid santai sembari memakan kacang atom.

" Udah-udah ngga usah ribut, yuk Junet hari ini khusus lah kita full time." Kata-kata Rasya membuat Junet kembali bersemangat.

Junet menyengir lebar. " Ayok yang gas." Ujar Junet semangat menarik lembut tangan Rasya.

Kedua manusia tersebut segera pergi meninggalkan kawasan rumah dengan menggunakan mobil milik Neon.

" Mau kemana tuh setan?" Tanya Neon yang melihat mobilnya keluar halaman.

" Jalan-jalan katanya tadi,tapi ngga tau kemana." Ujar Rasyid.

" Terus kamu ngapain masih disini?"

Rasyid menatap Neon malas,tanpa rasa berdosa ia masih santai mengunyah kacangnya.

" Lah oom ngapain masih disini?" Tanya Rasyid balik.

" Lah iya gue ngapain disini." Neon menggaruk tengkuknya.

" Lah ini kan rumah gue dodol,ya wajarlah gue disini." Ujar Neon, Rasyid hanya terkekeh kecil.

Tak lama Wira datang dan merekapun bergegas untuk membeli beberapa buku,untuk olimpiade bulan depan.

___________

Junet dan Rasya saat ini tengah berada di sebuah cafe,Junet sendiri yang ingin kesini,katanya sekalian refreshing.

" Kenapa ngga milih cafe depan aja Jun?, Kan disana lebih banyak pengunjung."

"Gue kasih tau,tapi lu jangan bilang siapa-siapa ya,janji." Junet menautkan kelingkingnya dengan kelingking Rasya.

"Disana itu ada penglarisnya,ada om poci yang tegak disamping pintu kafenya." Bisik Junet.

" Ha seriusan?" Rasya menolehkan kepalanya menghadap ke arah kafe tersebut.

" Iya, makanya gue milih makan disini,karena ngga ada apa-apanya." Ujar Junet santai sembari menyantap makanan miliknya.

__________

" Si Junet mana?" Tanya Tio.

" Pergi sama Rasya." Jawab Rasyid.

Setelah mencari buku,Wira dan Rasyid pergi berkumpul bersama anak-anak Zaigam. Geng besar yang menguasai SMA Rajawali.

" Eh itu katanya si Cello mau gabung ma kita,apa bener?" Tanya Wira.

" Dengar-dengar sih iya,tapi gue ngga percaya kalo dia bakal ngga ngelakuin hal-hal gila." Ujar Erlangga.

"Dua tiga katak berlalu aku pun tak tahu." Acoy ikut menibrung dengan ciri khas pantunnya.

Ditempat lain Junet membawa Rasya ke pantai,menikmati suasana senja yang amat menenangkan.

" Sayang... Naik kelas 12 nanti kita nikah aja yuk." Rengek Junet yang tengah bersandar di bahu Rasya.

"Nanti mau kamu kasih makan apa aku Junet,kamu kan masih jadi beban om Neon."

"Hihi iya juga ya,yaudah besok gue ajak Wira ngepet buat nafkahi kamu." Rasya langsung menampol wajah Junet.

"Tobat Kamu bentar lagi kiamat,masa mau nafkahi aku pakek uang haram," Junet hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

" Besok ikut om Neon kekantor tuh,belajar dikit-dikit tentang perusahaan." Usul Rasya.

Kedua insan tersebut kembali menikmati suasana senja yang indah.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, Junet memutuskan untuk membawa Rasya pulang.

"Sayang pulang yok,dah capek kan." Ajak Junet seraya berdiri dari duduknya.

" Eh dah jam segini,yaudah yok,eh tapi nanti mampir dulu beli martabak ya,tadi Rasyid nitip." Junet mengiyakan ucapan Rasya.

Kedua manusia itu bergegas pulang,dan tak lupa membelikan martabak pesanan Rasyid.

____________

Halo-halo gimana kabarnya?

Maaf baru bisa up.

Makasih banyak buat kalian yang masih mau baca MSB.

Mau kasih kritik ataupun saran boleh ya...

Tinggalin jejak ya...

See you next part.

My Soplak BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang