"Anak ayam turun seratus,mati satu tinggal sembilan puluh sembilan,anak ayam turun sembilan puluh sembilan..."
" Banyak banget ayam lu Bang." Ujar Wira saat mendengar ada kejanggalan pada lagu yg dinyanyikan Junet.
"Biarin semakin banyak ayam kan semakin panjang durasi lagunya, hahaha."
" Dasar cah edan." Gumam Wira.
(Dasar bocah gila).
Junet melihat notifikasi yang masuk di ponselnya,disana tertera nama Raya yang mengirim pesan.
Jalan Raya🛬
Eh bagong lu dimana🙄
Me
Masih dirumah mass😗
Jalan Raya 🛬
Buruan kesini elah,si Mael nabrak tong sampah
Me
Tong sampahnya ngga papa kan?
Jalan Raya 🛬
Masyallah... Jan banyak bacot lu cepetan kesini
Me
Otw mass😗
Read...
_
___________
" Si Mael mana?" Tanya Junet saat telah sampai di markas namun tak menemukan keberadaan Mael.
" Jualan ayam goreng." Ujar Arya yang tengah rebahan di kursi sembari terkekeh.
" Lu kalamaan dodol,si Mael dah digeret pulang ama Maknya. Lagian lu dari mana aja, katanya otw tapi jam segini baru nyampe." Cerocos Tara.
" Lah iya gue otw, on the wc maksudnya,gue ritual dulu."
" Lu semedi ya di kamar mandi lama bener."
"Cari jajan yok,laper gue." Ajak Junet.
" Ayok lah,gue juga lagi pengen martabak ini." Saut Agus.
Junet,Agus,dan Arya bergegas keluar dari markas,sedangkan sisanya hanya nitip saja.
Ketiga human tersebut memarkirkan kendaraannya,dan bergegas untuk mencari titipan teman-temannya.
Banyak gerobak-gerobak makanan yang berjejer di setiap pinggiran jalan yang dilalui ketiganya.
" Gue mau beli cilok dulu,lu berdua cari titipan anak-anak." Agus berucap sembari menuju ke arah grobak cilok yang tak jauh dari tempat mereka.
Junet dan Arya kembali menyusuri beberapa gerobak,merasa semua sudah dibeli,keduanya memutuskan untuk kembali ke parkiran.
Saat sudah sampai parkiran,Junet merasakan hawa-hawa yang tidak mengenakan.
"Junet..."
Nah benar saja,ada suara seseorang yang memanggilnya. Dengan menghela nafas berat,Junet memberanikan diri untuk menoleh kesamping. Bagaikan asap bayangan putih tersebut langsung masuk kedalam tubuh Junet.
" Junet ayok, ngapain lu bengong oy." Arya menepuk punggung Junet,namun tak ad pergerakan.
Brak...
Junet terjatuh,hingga kantong kresek yang dibawanya berserakan.
" Hiks...hihihi..."
Arya spontan memundurkan dirinya, " Aaaaaa...tolong oy temen gue kesurupan!!" Arya berteriak heboh hingga menarik perhatian orang-orang.
Seorang pria berjalan mendekat kearah Junet,lalu memegang kepalanya sembari bertanya.
" Sopo kue?"
(Siapa kamu?)
" Aku Ningsih arghh."
" Metu kue seko awak e cah iki."
(Keluar kamu dari tubuh anak ini.)
" Hihihi hahaha hiks..." Junet seketika berdiri dan menghampiri Arya.
" Anakku...wes gede hiks... Maaffin ibuk yo nak raiso ngurus awakmu nganti gede."
(Anakku sedah besar... Maafin ibu ya nak ngga bisa ngurus kamu sampai besar)
Junet mengelus-elus wajah Arya, Arya hanya bisa diam terpaku ditempatnya. Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.
" Hikss...huaa ibu... Akhirnya Arya bisa ketemu ibu." Arya menangis dan langsung memeluk Junet,ralat memeluk roh ibunya yang merasuki Junet.
" Saiki ibuk wes tenang le,awakmu wes urep seneng. Ibuk pamet..."
(Sekarang ibu sudah tenang nak,kamu sudah hidup senang. Ibu pamit.)
Seketika tubuh Junet ambruk saat bayangan putih tersebut keluar.
Kerumunan orang-orang tadi ikut terharu menyaksikan momen tersebut,kemudian berlalu meninggalkan Arya yang masih menangis.
" Haaakkk hahaha anjer gue masih hidup kan." Junet sadar dengan nafas yang tak teratur,serta keringat yang membasahi tubuhnya.
" Eh buset lu kenapa nangis oy,gue kagak mati, masih idup gue."
Pletak...
Agus memukul kepala Junet dengan botol mineral yang sudah kosong.
___________
" Huaa kenapa ni badan pada pegel ya,padahal gue ngga ngapa-ngapain juga." Gerutu Junet sembari berjalan menuju ruang keluarga.
" Mak... Pijitin Junet Mak... Pegel semua ni badan." Rengek Junet sembari duduk disebelah Julia.
" Abis ngapain lu bang?" Tanya Wira.
" Abis main kuda-kudaan."
Pletak...
" Congornya." Tegur Julia, Junet hanya cengengesan.
" Sayang abis ini pijitin aku juga ya eumm,badanku juga pegel-pegel." Rengek Neon.
Julia,Junet dan Wira menatap Neon dengan tatapan jijik plus ingin muntah,melihat tingkah laku Neon.
" Najes!!" Maki ketiga orang tersebut.
" Asyu!!"
__________
Alo guys masih ada yg nungguin MSB up ngga nih?
Buat semua yang dah baca MSB,aku ucapin makasih banyak karena dah mau baca cerita gaje ku ini.
Love you all..
Masih banyak typo keknya.
Dah sekian terimakasih...
Jan lupa jaga kesehatan ya,)
See you next part...
KAMU SEDANG MEMBACA
My Soplak Brother
HumorFirst story😁, Jadi Maaf kalo ada kata2 yang salah ________&&& Gue Wira Giandra Estiawan, dicerita ini sebenarnya bukan gue pemeran utamanya, melaikan Kakak laki-laki gue yang selisih usia kita cuma satu tahu. Dia Raffasya Jamaluddin Estiawan, gue...
