"kali ini apa lagi Anye!" Hardin menggeram. Ia mengurung Anye di dinding dengan kedua tangannya tepat saat Amanda berjalan bersama Malfoy untuk merangkai bunga.
Nafas Anye terputus. Ia masih terkejut, pergerakan Hardin terlalu cepat dan seharusnya ia mengikuti Malfoy sekarang.
"Apa kau mengumpankan tubuhmu lagi Anye?" Tanya Hardin geram.
Mata anye melihat dada bidang di depannya dengan kosong. "Apa aku terlihat begitu?"tanyanya.
"Ya!" Jelas Hardin, meski batinnya berteriak 'tidak'. Hardin mengutuk isi kepalanya sendiri.
Anye menghelas nafasnya. "Kalau begitu benar." Hanya itu jawaban Anye. Tidak ada pembelaan dan Hardin semakin merasa marah. Kini tangannya mencengkram kedua lengan Anye.
"Aku akan teriak!" Gertak Anye.
"Aku akan menciummu!" Balas Hardin.
"Are you crazy?! Ada apacarmu?!" Bisik Anye frustasi.
"So what?! Are you afraid?... Hmm?" Ejek Hardin dengan satu alis yang berada lebih tinggi. Hardin menyukai ini. Ia suka ekspresi dan keintiman mereka saat ini. Ia merasa Anye memang diciptakan untuknya. Oh, shit. Hardin benci dengan pemikirannya.
Ia tidak mencintai Anye. Tidak lagi!
"Do you still love me, Hardin?" Anye berbisik pelan.
"No!" Kali ini suara Hardin terdengar lebih keras dan membuat Anya was-was takut yang lain mendengarnya. Ia melirik sekitarnya dan menatap takut ke arah Hardin. Memberikan tatapan memohonnya.
"Hardin please, if you don't love me again. That's over for anything. You have your new life, me too. Let me...."
"Shut up!" Hardin menggeram. "Apa kau pikir kau pantas mendapatkannya Anye?" Hardin maju, semakin mengurung Anye, ia berbisik. "Whatever you say. Remember this. You never accept touch from others, except me. I felt it."
Hardin menjauhkan wajahnya. Ia tersenyum miring melihat Anye yang mematung. Oh, sebenarnya Hardin malas membahas malam dimana ia mendapat penolakan untuk pertama kalinya dari seorang wanita. Maybe, Anye still virgin. Tapi itu tidak mengubah jika Hardin hampir memenangkan segalanya. Setidaknya ia tahu sejak dulu hingga sekarang Anye hanya pernah disentuh olehnya.
Bertepatan menjauhnya Hardin, Amanda dan Malfoy datang dengan membawa dua buket bunga.
"Apa terjadi sesuatu?" Pertanyaan ini berasal dari Malfoy yang merasa suasana disana tidak terlalu nyaman. Pandangannya lalu beralih pada Anye. Gadis itu terlihat diam dan mematung. "Anye, are you OK?" Tanyanya lagi merasa masih ada yang janggal.
Malfoy memberikan satu buket bunga itu kepada Anye. "This is for you. Sesuai janjiku." Ujarnya.
Anye melirik buket bunga itu dan wajah Malfoy beberapa saat. Sebelum akhirnya ia melakukan hal yang bahkan tidak pernah ia pikirkan. Anye menarik lengan Malfoy dan....
"Thank you, Malfoy." Anye tersenyum malu dengan pipi yang memerah. Ia segera mengambil buket bunga itu dan berjalan melewati Malfoy, pergi keluar dan masuk ke mobil. Ia masih tidak percaya, ia mengecup bibir Malfoy. Sejak kapan ia seberani itu?
Malfoy sendiri masih mematung dengan bibir yang terbuka. Ia tersenyum dan terkekeh. "Astaga! She is so cute." Kekehnya. "Anye!" Panggil Malfoy kemudian mengejar Anye yang sudah lebih dulu keluar toko.
Hardin yang melihat itu secara langsung menggeram tertahan. Gadis itu berani sekali, di depan matanya. Seolah menampar ucapannya tadi. Bahwa kini gadis itu sudah berbeda. Dan semua sentuhannya bukanlah apa-apa. "Damn girl." Bisiknya.
Tanpa Hardin sadari, Amanda disana menatap Hardin dengan sorot terluka. Kini ia mengerti, gadis itu... Gadis yang datang bersama sepupunya adalah Anyelir biru yang selama ini di damba Hardin, kekasihnya.
Kekasihnya? Lucu sekali karena sepertinya hanya ia yang berpikir begitu.... Hardin? Jangan tanyakan padanya.
Kini ia bimbang. Apakah ia akan terus memberikan hidupnya untuk seorang Hardin yang sulit ia sentuh. Terlalu dingin, dan kini jelas siapa yang diinginkan laki-laki itu.
Tapi ia mencintainya. Dan ia hanyalah seorang gadis yang egois.
"Anyelir, dia...." Belum selesai Hardin biacara, Amanda dengan cepat menciumnya.
"Tidak apa-apa, aku bisa menunggu dan selalu ada untukmu." Jawab Amanda. Ia memeluk Hardin menempatkan kepalanya di dada bidang pria itu.
Sejak dulu Hardin sulit ia raih. Tidak mungkin ia biarkan pria itu meninggalkannya. Ia pasti akan membuat Hardin melupakan masa lalunya.
Pasti.
***
"Hey, hey!" Malfoy menahan lengen Anye saat gadis itu akan keluar dari mobilnya.
Anye heran, bukankah ia sudah sampai rumahnya. Ia bingung sebelum akhirnya mengeluarkan dompetnya.
"Are you fucking kidding me?! Aku tidak butuh uangmu girl. Astaga Anye!" Malfoy terkekeh setelah berteriak terkejut. "I'm not taxi driver."
Dahi Anye berkerut, seolah berkata. 'jadi apa?'
"Kau menciumku Anye." Jelas Malfoy.
Anye mengerjap. "Aku hanya mengecup sedikit. Like sweet daughter with Daddy." Jawabnya. "Oh, ayolah Malfoy. Itu adalah hal yang biasa." Anye menghela nafasnya.
Malfoy mengerjap, ia terkejut. Pertama karna sepertinya Anye menciu... Maksudnya mengecupnya dan berpikir ia adalah Ayah gadis itu dan yang kedua seorang Anye yang terlihat polos berkata itu adalah hal biasa. Baiklah, mungkin benar itu adalah hal biasa, jika saja bukan Anye yang melakukannya.
"Itu bukan hal biasa jika kau yang melakukannya Anye!" Geram Malfoy. Anye meringis, 'aku juga' pekiknya di dalam kepala.
"And I'm not your Daddy!"
Anye kembali meringis. Yah, sepertinya ia salah berucap. "Ehm.., Malfoy, apa pun yang terjadi. Akan lebih baik jika kau melupakannya jika merasa terganggu. See you." Tepat setelah mengatakan itu Anye keluar dari mobil dan segera masuk ke rumahnya.
Hari ini sungguh melelahkan untuknya.
***
Lebih suka yang mana?
Hardin dan Anye happy ending?
Atau
Amanda-Hardin, Malfoy-Anye?
By the way, nama tokoh ini aku ambil dari film After- untuk Hardin. Malfoy-harry Potter. Dan Amanda, karna aku suka Amanda rawles.
Anyelir adalah salah satu bunga yang suka banget aku lukis.
Kedip ;)
KAMU SEDANG MEMBACA
Emotion Love
Romansa"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya. Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu. Bukankah ini...
