33 - Emotion Love

15K 915 31
                                        

Part ini spesial buat siaindaeyo 

Aku suka banget sama reader yang satu ini haha.... Hey, I love your last comment!😉

Aku gak pernah maksa kalian untuk baca cerita aku. All of my story.

But, in my story. This is my world. The story must end happily!

And well,

Kenapa nama judul novel ini Emotion Love?

Karena kalian udah baca sampai disini. Aku bakal jelasin.

Emotion Love ini bukan tentang Hardin atau yang berhubungan dengan sifat tempramennya. Tapi tentang semua karakter dan rasa cinta mereka masing-masing.

Emosi dari perasaan cinta itu sendiri.

Keinginan kuat, keegoisan, rasa ingin memiliki, obsesi dan segala emosinya.

Maybe you can stop loving him/her. Kalau dia nolak kalian dengan keras sampai kalian nyerah. Itu artinya berhenti mencintai karena kecewa.

-o-

Amanda memandang wajah Hardin yang sudah sudah terlelap. Tangannya menulusuri hidung mancung Hardin dan berhenti di bibir pria itu. Ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir itu, membuat Hardin yang terlelap membuka matanya dan menatap Amanda sejenak.

"Kau belum tidur?" Tanya Hardin.

Amanda menatapnya sendu. "Aku takut." Gumam Amanda tersenyum sendu. "Takut jika aku tidur dan saat bangun kau tidak ada." Jelas Amanda tidak berbohong.

Hardin mengelus puncak kepala Amanda. "Kau terlalu banyak pikiran."

Amanda tersenyum tipis. Tadi saat menemui Hardin. Pria itu hanya memberinya pelukan sebentar sebelum terburu-buru pulang dan meninggalkannya. Tapi kemudian Pria itu kembali sore harinya dan berkata akan menginap membuatnya sangat bahagia.

Amanda sebenarnya sempat khawatir karena Hardin mulai menjaga jarak hari demi hari. Dan setiap hari ia selalu ketakutan pria itu akan meninggalkannya. Karena itulah melihat Hardin tidur satu kasur dengannya seperti ini terasa seperti mimpi.

Amanda membawa tangan Hardin dan menggenggamnya erat. "Apa kau akan melepaskanku suatu saat nanti?" Amanda bertanya khawatir.

"Hardin katakan seberapa berharga aku dimatamu. Aku butuh jaminan agar bisa tenang. Berjanjilah jangan pernah melepaskanku." Amanda menatap Hardin dengan wajah penuh harap. Tatapannya memelas sementara Hardin masih diam.

"Hardin." Pinta Amanda hampir menangis.

Hardin menghela nafasnya. "Aku tidak akan melepasmu jika kau sendiri tidak memintanya. Apa itu bisa membuatmu tenang?" Tanya Hardin membuat Amanda mengangguk.

Amanda mendekatkan tubuhnya dan masuk ke dalam rengkuhan Hardin. Pria itu menerimanya. Ia memeluk Amanda dan menepuk punggungnya. "Jangan bertanya seberapa penting dirimu. Kau satu-satunya orang yang paling aku butuhkan saat ini."

Amanda mendongak dengan wajah penasaran. "Karena aku selalu ada untukmu?" Tanya Amanda menebak.

Hardin tidak membalasnya. Pria itu sudah kembali memejamkan matanya kembali.

Amanda menatap Hardin penuh tekad. Ia tidak perduli jika Hardin memiliki wanita lain asalkan pria itu tidak pernah melepaskannya. Hardin bukan pria yang gemar berselingkuh, tapi melihat betapa sukses dan tampan dirinya tidak jarang Amanda memergoki beberapa wanita yang menggoda Hardin bahkan terang-terangan di depannya. Hardin pernah terlibat skandal dengan beberapa model di agensinya tapi Amanda tidak pernah marah. Ia tahu pria itu akan selalu kembali padanya.

Emotion LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang