27. - KEJUTAN KECIL

3.1K 601 212
                                        

Happy Reading
💜💜💜

❄❄❄

Setelah perdebatan kecil mereka dan membuat Anantha marah, Axel pun mengajak Anantha berjalan-jalan ke tempat hiburan di kota Bandung. Axel merasa senang melihat senyuman merekah di wajah Anantha. Axel bersyukur karena Tuhan mempertemukannya kembali dengan Anantha dan membuatnya bahagia.

Axel berjanji akan terus membuat Anantha tersenyum, meski ia harus merasakan seribu luka suatu saat nanti.

“Kenapa ke sini?” tanya Anantha ketika Axel memarkirkan motornya di parkiran taman.

Axel hanya tersenyum seraya turun dari motor dan menggendong Anantha ala bridal style memasuki taman.

“Kenapa gak bawa kursi roda aja sih?!” komentar Anantha seraya memeluk leher Axel dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher cowok itu. Merasa malu karena merasakan beberapa tatapan tengah mengarah pada mereka.

“Gue lebih suka gendong dari pada dorong”

“Modus! Dasar sampah!”

Axel terkekeh mendengar umpatan Anantha. Cowok itu sama sekali tidak marah, melainkan merasa lucu ketika Anantha mengeratkan pelukannya.

Axel mendudukkan Anantha di bangku panjang tepat di bawah pohon rindang.

Anantha memejamkan matanya sejenak menghirup udara yang terasa sejuk. Meski telinganya mendengar bisikan penghinaan dirinya dari sekumpulan remaja yang duduk tak jauh dari tempatnya, Anantha berusaha untuk tidak mempedulikannya.

Axel yang juga ikut mendengar itu pun menoleh ke arah sekumpulan orang itu hingga mendapat pekikan histeris dari mereka.

“Eh, eh! Dia liat gue! Astaga, jantung gue ngedisko!”

“Pede banget lo! Dia liat gue kali!”

“Gila! Ganteng banget anjir!”

“Kayaknya dia mikir justru ngeliatin kita lebih bagus dari pada liatin cewek penyakitan itu, hahaha!”

“Bener! Kasian ya, ganteng-ganteng kok ngurus cewek penyakitan”

“Haha! Mending sama gue, di jamin gak bakal bikin dia susah”

“Hahaha!”

Axel memejamkan matanya sejenak seraya menarik napas dalam mencoba meredam emosinya. Jangan sampai emosi Axel keluar dan mencabut lidah-lidah mereka dari tempatnya agar tidak bisa sembarangan lagi menghina orang lain dari pandangan mereka.

Axel menatap Anantha yang hanya diam memperhatikan anak-anak kecil di depannya. Bibir tipisnya yang pucat itu tengah tersenyum tipis, seolah tengah menipunya agar terlihat baik-baik saja. Tetapi Axel tidak bodoh. Anantha memang terlihat tidak peduli, namun Axel tahu jika Anantha sesungguhnya terluka mendengar perkataan mereka.

Axel lalu berjongkok di hadapan Anantha. “Lo haus gak?” Anantha mengangguk.

"Tunggu disini ya? Gue beli minum dulu buat lo, jangan kemana-mana!"  ujar Axel lagi seraya bangkit lalu melangkah pergi setelah mendapat anggukan dari Anantha.

Anantha menghela napasnya mendengar suara gelak tawa dari para remaja itu. Tentu mereka menertawakannya yang menyangka Axel pergi meninggalkannya begitu saja karena dirinya cacat.

"Jangan-jangan cowoknya janjian sama cewek lain di tempat lain"

"Kayaknya sih, lagian mana betah sih? Kalo gue jadi cowoknya sih malu jalan sama orang penyakitan!"

ANANTHA- I'm Fine (Save Me)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang