31. - Kritis

3.5K 589 223
                                        

Happy Reading

❄❄❄

Motor Farel baru saja memasuki halaman rumahnya dan terlihat Gavin yang tengah berdiri bersandar di tembok teras rumahnya. Farel mematikan mesin dan melepas helmnya, menyorot Gavin dengan tatapan tak suka.

Farel lalu turun menghampiri Gavin.

"Lo ngapain di rumah gue?" tanyanya, pandangannya lalu bergerak liar seolah mencari seseorang.

"Gue sendiri, Arga gak ikut" kata Gavin yang menangkap gerak-gerik Farel.

"Terus?"

"Lo pasti tau tujuan gue, Rel"

Farel lalu tersenyum miring. "Gue udah bilang gue gak mau" ujarnya membuat Gavin menghela napas.

"Rel—"

"Gue udah janji sama Ana buat gak bocorin keberadaan dia"

"Tapi lo bocorin ke cowok itu"

"Karena gue tau Anantha butuh Axel"

Gavin menghela napas lagi. "Rel, gue temen kecil Ana dan Arga kakaknya, kita berhak tau dia dimana"

"Kalo kalian tau apa kalian mau bully dia lagi?"

Gavin menggeleng. "Rel—"

"Gue sangat paham sifat Arga, Vin, dan gue gak mau Anantha terluka lagi karena perkataan dia" ujar Farel lalu melangkah melewatinya.

"Arga cuma mau minta maaf, Rel! Sama halnya dengan gue yang pernah nyakitin Ana!" kata Gavin menghentikan langkah Farel. Farel pun tertawa dan membalikkan badannya.

"Ini udah yang ke berapa kalinya kalian minta maaf? Lo pikir gue percaya sama omongan picik kalian?"

Gavin terdiam dengan pertanyaan Farel. Tidak mengelak karena Gavin pun sadar bahwa ia sudah berkali-kali menyakiti perasaan Anantha dan berkali-kali juga meminta maaf lalu kembali mengulanginya. Gavin menyadarinya. Tapi untuk kali ini ia dan Arga benar-benar serius dengan permintaan maaf mereka.

"Kita udah tau Anantha sakit, dan kita bener-bener tulus mau minta maaf, Rel" ucap Gavin pelan. Farel tertawa lagi.

"Jadi permintaan maaf yang pernah kalian ucapin itu gak tulus? Pantes diulangin terus" sindirnya lalu kembali tertawa seraya mengusap wajahnya kesal.

"Hahh!!! Anjing banget! KENAPA GAK DARI DULU KALIAN MINTA MAAF, HAH?! KENAPA GAK DARI DULU KALIAN NYARI ANANTHA?! KENAPA BARU SEKARANG PEDULI SAMA DIA?!!" bentak Farel. Gavin hanya diam menerima makian Farel, sadar jika ia dan Arga sudah keterlaluan dengan Anantha.

Farel menghela napas panjangnya. "Pulang lo! Gue gak bakal ngasih tau keberadaan Anantha" katanya lalu memasuki rumah dan menutup pintu rumahnya dengan bantingan keras.

Farel mendengus kesal, tidak mau peduli. Ia berjalan menuju ranjang dan merebahkan dirinya disana. Menatap langit-langit kamar seraya berfikir, apakah tindakannya ini sudah benar? Memang sudah sesuai dengan permintaan Anantha, tapi ia merasa kalau ini salah. Seolah bukan keinginan Anantha yang sesungguhnya.

Farel tahu Anantha tidak membenci keluarganya. Hanya saja, Anantha tidak ingin keluarganya khawatir perihal kondisinya sekarang.

Tak lama ponselnya pun berbunyi panjang. Farel lantas bangkit dari rebahannya mengambil benda pipih yang tergeletak di atas nakas. Melihat nama Axel tertera di layar ponselnya, Farel langsung menelan ludah. Hatinya mendadak tak enak mendapat telfon dari Axel. Ini pertama kalinya Axel menelfon.

ANANTHA- I'm Fine (Save Me)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang