Happy Reading
.
.
.
❄
Axel termenung di kursi tunggu depan ruang operasi. Pandangannya bergetar menatap pintu ruangan di depannya dengan kedua tangan yang saling menggenggam cemas. Dalam hati Axel terus berdoa untuk keselamatan Anantha. Axel tidak mau Anantha pergi meninggalkannya begitu saja. Axel belum melakukan banyak hal untuk kebahagiaan Anantha, masih belum.
Pandangannya lalu tertunduk menatap gambar love yang dibuat Anantha di tangannya. Axel tidak pernah menghapusnya barang sedetikpun. Takut jika ini adalah pemberian terakhir Anantha untuknya. Kedua matanya terpejam kuat. Axel memegang kepalanya dan menggeleng guna mengenyahkan pikiran negatifnya. Di saat seperti ini Axel tidak boleh berfikiran bodoh. Anantha pasti baik-baik saja dan kembali padanya. Benar, Anantha pasti akan baik-baik saja.
Axel mendongak menatap Kedua orang tua Anantha, Arga, Gavin dan Farel aatu persatu. Renata yang terus terlihat cemas di pelukan Arga dan Rian yang berdiri di samping pintu ruang operasi. Gavin dan Farel membantu menenangkan mereka, sementara Axel sendiri tanpa seorangpun untuk menenangkannya.
Beberapa menit berlalu, pintu ruang operasi itu akhirnya terbuka. Axel segera bangkit dari duduknya ketika melihat Lisa keluar dari sana bersama teman dokternya.
"Bagaimana operasi anak saya, Dok?" tanya Renata lebih dulu. Lisa dan dokter itu pun saling pandang, membuat jantung Axel semakin berdegup tak karuan. Takut hal buruk terjadi pada Anantha.
"Operasi berjalan lancar, kami berhasil mengangkat tumornya. Tapi untuk saat ini kami belum mengizinkan siapapun menjenguk karena pasien masih belum sadar," jelas dokter itu. Semua yang mendengar pun menghela napas lega, termasuk Axel.
"Tapi Anantha gapapa kan, Ma?" tanya Axel pada Lisa. Lisa diam sejenak sebelum menarik senyum tipisnya.
"Anantha baik-baik aja, Axel, " jawab Lisa. Renata, Rian dan Arga pun menangis haru. Namun tidak dengan Axel yang terus menatap Lisa.
"Sebentar lagi Anantha sembuh, Ga," tutur Renata memeluk Arga. Arga mengangguk.
"Iya, Ma. Anantha gak bakal ngerasain sakit lagi dan kita bakal kumpul lagi kayak dulu."
Axel mendengus mendengarnya. "Asal jangan dibuang lagi aja," cetusnya, bersamaan dengan pintu ruang operasi yang kembali terbuka memperlihatkan beberapa perawat yang mengeluarkan Anantha.
Axel dan Arga langsung menghampiri Anantha. Arga memegang tangan Anantha dan mengusap keningnya lembut.
"Cepet sadar ya, Dek. Setelah lo sembuh nanti kita jalan-jalan ke tempat yang lo mau, ya!"
Axel menyambung, "Gue bakal wujudin permintaan lo kemarin, Tha. Makasih udah bertahan, gue sayang lo," ujarnya seraya mengusap pipi Anantha lembut. Sementara Gavin hanya berdiri memperhatikannya dari belakang sebelum akhirnya berbalik pergi. Sepertinya, perasaan yang dimilikinya adalah perasaan sepihak. Gavin yakin, Anantha mencintai Axel, seperti yang pernah Anantha katakan waktu itu. Dan Farel hanya diam menatap kepergian Gavin.
'Gue rasa.... Di antara kalian, gak ada yang bisa milikin Anantha,' ucap Farel dalam hati.
❄
Tring!
"Selamat datang!"
Axel tersenyum membalas sambutan sang kasir ketika ia memasuki toko bunga. Senyumannya kian mengembang saat kasir toko itu memberikan pesanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANANTHA- I'm Fine (Save Me)
Genç Kurgu📖 DILARANG COPAS/MENJIPLAK KARYA HANA OKE👻 Lebih baik punya karya hasil otak sendiri dari pada punya karya tapi hasil otak orang lain😂True? Jadi, Bijaklah sebelum berkarya🤗🐼 📍SLOW UPDATE!! #1 - Im Fine #10 - sad story Kesedihan, Kesakitan, kek...
