Counting your bless
(Menghitung berkat mu)
◇
Jika kau sudah menghadapi kenyataan maka tutupilah dengan kebohongan.
◇
.
.
.
Beberapa peenyataan anak buahnya membuat hyunbin kewalahan.ia merasa sudah berusaha dengan maksimal,peristiwa seperti ini jarang terjadi dimana ia dengan anak anak buahnya tidak dapat sedikitpun informasi tentang orang yang ia cari
Seluruh kota dimana Archie menetap tidak ada lagi celah atau tempat yang bisa Archie jadikan tempat pelarian.Hyunbin merasa kalah telak dengan seorang anak berumur 16 tahun
Tidak.tidak mungkin satu satu nya pencarian yang ia lakukan harus berubah arah dari mencari anak yang hilang pada hal yang bersangkutan dengan kematian
Hyunbin mempercayai bahwa Archie pasti masih hidup,ia merutuki dirinya menyesal karena sama saja ia kembali ke sikap nya yang dulu kasar dan bengis pada Taehyung
Disinilah Hyunbin dia menghela nafas kasar di dalam mobil dengan Damien yang setia berada di samping nya,Damien melirik dari kaca untuk melihat komdisi tuan nya
Hyunbin terlihat seperti memijit kepala,pusing akibat ingatan yang kembali pada Taehyung membuat tatanan pikiran nya kacau
Damien dengan cepat ingin membawa ke rumah sakit tapi Hyunbin memintanya untuk berhenti pada sebuah minimarket di pinggiran jalan.kawasan disini jauh dari tempat pencarian yang dilakukan oleh aparat juga anak buah hyunbin
Niat hanya ingin menenangkan pikiran nya dari suara bising, yang ia tahu pasti karena Hyunbin lah yang membuat kota ricuh oleh pencariannya
Damien penasaran apa yang akan dilakukan oleh hyunbin di minimarket kecil ini.ia melangkah duluan berada di depan hyunbin.
Pintu minimarket itu terbuka otomatis memperlihatkan ruangan yang luas beserta rak rak yang khas berisi sesuai jenisnya, hyunbin berlalu melewati semua rak makanan itu kini ia berada di bagian pendingin minuman.
Ia menjangkau sebuah kopi kaleng yang berada di depan matanya,lalu menolehkan kepala ke arah Damien menanyakan apa yang di inginkan oleh sekretarisnya itu.
Tiba tiba saja mata Hyunbin menyipit ia melihat seorang anak remaja berkulit pucat sedang berdiri di bagan obat obatan,tampak remaja itu memegang kotak yang berisi pil cukup banyak lalu beberapa perban juga obat luka merah di pelukan nya.
"ARCHIE !!!" Bunyi suara hyunbin dengan lantang bahkan membuat Damien sontak membalikan badannya ke arah yang membuat hyunbin meninggikan suara nya
Empu yang merasa terpanggil langsung menolehkan pandangannya karena jarak hyunbin dengan Archie cukup jauh. Sontak tatapan tajam hyunbin serta jalan nya yang menggebu gebu membuat Archie menjatuhkan beberapa kotak pil yang akan ia beli
Hyunbin sedikit heran melihat reaksi Archie yang seperti orang ketakutan melihat kedatangan dirinya.Aneh,padahal mereka belum pernah sedikitpun bertatapan muka atau dikenal oleh Archie
Abaikan hal itu,sekarang hyunbin menyambar pergelangan tangan Archie dia melakukan itu agar tak kehilangan anak ini lagi.Tapi hyunbin yakin bahwa ia tidak memakai kekuatan nya dalam memegang pergelangan tangan Archie
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Ficção Adolescente[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
