COUNTING YOUR BLESS
(Menghitung berkat mu)
◇
Semua orang akan menjaga hal yang berharga baginya, walaupun itu hanya sementara
◇
.
.
.
Sore itu Abbelard tiba di sebuah kediaman yamg tampak sederhana tapi lumayan luas, ia berdiri dengan santainya seraya menghisap rokok yang setia bertengger di mulutnya.
"Disini tuan?" Seorang pria berbadan besar serta kulit hitam nya yang mencolok bertanya pada Abbelard yang sekarang menyenderkan badan nya pada mobil.
"Benar Benjamin, kau tau yang harus dilakukan bukan?, tolong kerjakan dengan bersih. Mayat yang kotor itu terlihat menjijikan, jangan sampai membuatku muntah jika masuk nanti" Ujar Abbelard dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya pada tangan kanan serta kepala keamanan yaitu Benjamin
"Baik tuan,akan saya laksanakan" Benjamin mulai berlalu ia akan masuk ke kediaman yang berada di depan matanya dengan beberapa anak buah yang lain
"Ah, aku baru ingat sesuatu. Benjamin tunggu sebentar" ujar Abbelard menghentikan langkah Benjamin yang sedikit heran. Ia berbalik ke arah hyunbin yang memasukkam setengah badannya ke dalam mobil
"Hampir saja aku melupakan ini" Abbelard menyodorkan sebuah kamera pada Benjamin yang masih belum paham apa yang harus ia lakukan
"Tolong foto dengan baik,sebelum kau membersihkan mereka " ujar Abbelard seraya menirukan gestur yang artinya memfoto
Benjamin tercekat mendengar perkataan Abbelard tapi ia tetap mengikuti nya"Baik tuan" ,Abbelard tersenyum dan menepuk pundak Benjamin
"Lakukan dengan baik,aku menunggu akan menunggu diluar" setelah mengatakan itu Benjamin langsung memasuki kediaman dengan merusak pagar yang sedikit menghalangi mereka
Rumah itu lumayan terlihat sepi dari luar,sinar matahari yang mulai berubah menjadi oranye menambah kesan hampa dari kediaman tersebut.
Benjamin membawa sekitar 10 anak buahnya hanya untuk berjaga jaga karena sebenarnya ia sendiri bisa membereskan satu keluarga.
Abbelard mengangguk memberi sinyal pada anak buahnya untu mendobrak pintu itu.
BRAKK
Pintu itu terbuka tapi tetap saja tidak ada respon yang menandakan ada kehidupan di dalam sana, Benjamim masuk ke dalam ruang tamu yang cukup luas itu ia mencoba mencari cari penghuni kediaman yang ia datangi
Setelah sekitar 30 menit mengitari rumah itu ,tidak ada hasil. anak buahnya yang berpencar ke belakang rumah serta taman juga tidak menemukan seorang pun. Benjamin mulai merasa gusar ia mengambil telfon nya untuk menghinbungi Abbelard
Panggilan itu terhunbung dengan orang yang dihubungi "tuan setelah dicari disini tidak ada orang satupun" ujar Benjamin memberi penjelasanm
Benjamin mengeryitkan dahinya, ia tahu dengan pasti disini adalah kediaman si Caesar busuk yang sangat di bencinya "aku akan menghubungi seseorang, kembali lah". Benjamin memahami perkataan Abbelard ia segera menutup panggilan itu dan menyuruh anak buahnya untuk kembali.
Tepat di saat Abbelard menutup panggilan dari Benjamin, nomor seorang informan kepercayaan nya ditampilkan di layar tanda ia menghubungi Abbelard.
"Pas sekali kau menghubungi ku Gilbert yang manis, sekarang cepat beritahu dimana keluarga sialan itu berada sekarang" Irama Abbelard tampak dibuat buat tapi memang, umur Gibert masih sangat muda diantara semua anak buah yang ia punya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Teen Fiction[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
