13.maniak

117 8 0
                                        

Archie terbangun dengan rasa sakit di kepalanya yang terus menghantam. Ia tidak ingin menanyakan dimana ia sekarang karena sudah jelas kasur luas dan dinding bernuansa putih dengan bau khas menyengat itu adalah rumah sakit

Tidak ada dia. Archie bernafas lega ketika mengedarkan pandangan pada ruangan luas itu berakhir dengan aman karena tidak ada tanda tanda Abbelard.

Seperti biasa yang selalu mengitarinya adalah para bodyguard khusus untuknya beserta Achille yang sepertinya sedang sibuk mendengarkan perkataan seseorang dari telpon

Archie yang telah bangun sepertinya tidak disadari oleh para bodyguard disana karena nampak dari mata mereka dengan jelas binar kelelahan itu.

Archie menolehkan kepala dengan pelan dan lambat pada jendela yang berada tepat di samping nya. Hujan deras mengguyur di luar sana, beberapa kilatan petir terlihat mengerikan. Kegelapan yang meyelimuti di luar jendela menandakan bahwa hari sudah larut.

Ia menolehkan kepala ke arah Achille yang tampaknya tambah gusar dengan percakapan nya pada seseorang di dalam panggilan itu

"Sudah berapa kali kubilangg!!!" Bentakan geram dari mulut Acchille terdengar sedikit jelas karena ia meninggikan nadanya

Ada sela beberapa menit saat Achille mencoba mendengar penjelasan dari orang yang berada di seberang sana

"KAU BODOH?!! BAGAIMANA BISA KAU MEMBIARKAN SEMUA FOTO ITU BERSERAKAN DI KAMAR TUAN ABBELARD?"

Archie mulai menajamkan pendengaran nya di saat Achille sepertinya akan kehilangan kesabaran yang ia punya sebentar lagi

"SIALAN JANGAN MEMBANTAH ! MASUK DAN SEMBUNYIKANLAH FOTO ITU JIKA KAU INGIN KITA HIDUP SETELAH INI" suara Achille seketika meninggi di luar nalar Archie membuat anak itu sedikit ketakutan

Ia tidak pernah mendengar Achille berkata kasar apalagi membentak tapi jauh dari itu, apa permasalahan para bodyguard sampai Achille naik pitam ?

Rasa penasaran tiba tiba muncul di hati Archie ia ingin segera mencari tahu apa hal yang paling ditakutkan oleh para bodyguard di ruangan Abbelard

Memang Archie sangat jarang memasuki ruangan Abbelard terkecuali disaat awal ia datang dan mengharuskan dirinya dipukuli oleh Abbelard

Tangan Archie sedikit gemetar membayangkan hari hari mengerikan itu, dimana ia harus membuang segala rada takutnya dan memohon mohon untuk mati.

Achille sudah selesai dengan perdebatan nya yang jauh dari kata tenang itu. Ia membalik mencoba untuk melihat keadaan Archie,tapi tetap saja sama. Archie masih terlihat belum siuman dari peristiwa mimisan yang ia alami di hadapan Abbelard.

Pada orang biasanya mimisan hanya sampai darah itu habis keluar dari hidungnya tapi Archie seperti dihantam oleh sebuah truk tepat di kepala nya tiba tiba pandangan nya buram ia tidak sanggup lagi menjaga keseimbangan sampai badan ringkih itu akan terhempas ke lantai dingin.

Peristiwa itu sial nya terjadi tepat di kedua mata Abbelard membuatnya seperti orang kerasukan setan ia menangkap badan Archie tepat sebelum kepala anak itu membentur lantai.

Kepanikan menjalar kedalam pikiran Abbelard seperti alarm keras. Ia mencoba mendongakan kepala Archie karena mimisan itu tidak berhenti sedikitpun, lengan baju Abbelard sudah hampir berwarna merah karena sedari tadi membersihkan darah mimisan Archie.

Wajah pucat anak itu membuat Abbelard sadar betapa tertekan nya Archie belakangan ini. Ia menyibakkan poni hitam Archie ke belakang berusaha mengelap keringat anak yang sedang pingsan di dekapan nya itu.

Tanpa ia sadari sebuah tetesan air jatuh dari mata nya tanpa aba aba. Abbelard segera menghapus air mata itu dan segera mengangkat Archie ia dengan tergesa gesa mencari keberadaan Edgar.

Masih di dalam kamar Archie, Edgar mencoba menghitung beberapa jumlah obat Archie yang mulai sedikit

Tidak ada ketukan apa pun Abbelard masuk dengan menggebrak pintu kamar Archie. Baru saja beberapa saat lalu Edgar melepas anak itu dari pandangan nya tapi sudah seperti ini, lagi lagi?

Edgar menghela nafas kasar akan memeriksa keadaan Archie lagi , ia bukannya tidak senang saat mengobati Archie tapi ia hanya tidak suka karena anak itu harus selalu sakit karena seorang maniak yang tidak lagi masuk dalam akal

Edgar memcoba memegang kening anak itu, rasa panas seperti membakar tangan Edgar. Ia tidak tahan lagi mengurung Archie di dalam kamar itu, ia segera mengangkat Archie dan berlalu di hadapan Abbelard yang menyambar lengan Edgar dengan cepat

"Bagaimana keadaan nya?" Ujar Abbelard lembut

Edgar sempat menghela nafas sebelum menjawab "Archie sepertinya sedang tertekan, ia demam tinggi. harus dibawa ke rumah sakit kalau tidak ingin anak ini kejang"

Abbelard terpaksa melepaskan tanggam nya dari Edgar ia merasa sangat bersalah mengatakan kata kata kasar tadi pada Archie

Sampe sini dulu ya..

sumpah nulis di rumah banyak ganguan _-

Jangan lupa vote

See u ♡

Counting Your Bless Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang