Arah yang ditunjukkan pada arah jarum pendek jam sudah menunjukkan pukul 3 malam.Archie sepertinya terlelap karena lelah yang ia rasakan akibat efek dari kejadian yg menjadi trauma terberat beberapa saat yang lalu dilaluinya.
Ia seperti baru saja keluar dari dunia yang mengerikan. Rasa perih masih membekas di dalam tenggorokannya juga bekas garukan di pergelangan tangan sebelah kanan, rasa perih itu bukan apa apa jika dibandingkan bagaiman terpuruknya kondisi mental archie saat berada disana.
Semua perawat dan dokter itu sudah menghilang, tiba tiba saja sekarang terasa sangat hening daripada beberapa jam lalu. Bukan karena hilangnya kehadiran dokter dan perawat itu tapi karena suara teriakan yang kian menyahut dari lantai bawah sudah tidak ada lagi. terlebih ledakkan pistol yang memekakkan telinga sudah seperti ditelan oleh larutnya malam.
Archie tiba tiba merasa gelisah ia merasa sangat tidak nyaman berada di kamar abbelard. Kamar itu terlalu luas untuk dirinya sendiri, bagian bagian ruangan yang kosong di kamar itu seakan menatapi dirinya dan memperolok kondisinya.
Tidak ada lagi kemungkinan archie akan membaik jika di kediaman abbelard selamanya. Anak itu seakan tidak lagi bisa mengontrol dirinya sendiri.
Keluarga besar nya dulu menyebut bahwa ia adalah orang yang sangat lemah. maka ia akan menyetujui pendapar mereka.Archie menurunkan kedua kakinya dari ranjang abbelard.
Rasa sakit yang menyengat perutnya tiba tiba saja terjadi lagi. Tidak,ia tidak akan memiliki keberanian untuk berkeliaran kesana kesini dikamar abbelard apalagi memakai toilet orang itu untuk memuntahkan isi perutnya.
Kali ini archie tidak ingin menyebabkan masalah ia melepas infus yang berada di tanggannya dengan lembut agar tidak mngeluarkan darah.
satu langkah beranjak dari ranjang itu sorot mata archie menangkap sesuatu yang tidak bisa ia acuhkan begitu saja.
Sebuah foto yang terjatuh di dekat nakas itu seperti memanggil archie untuk melihat dirinya.Langkah demi langkah membuat archie bisa dengan mudah menjangkau foto itu menggunakan tangan kanannya.
lebih jauh ke dalam ,akhirnya archie bisa memegang foto itu dengan tangannya ia melihat dengan sangat senyap.bahkan sepertinya archie melupakan bahwa ia harus bernafas.
Bercakan darah dimana mana dari dalam foto itu membuat archie tidak mempercayai matanya apalagi ia sering dikelabui oleh makhluk makhluk mengerikan disekitarnya untuk melihat hal hal aneh.
Archie menggusur nakas dimana foto itu sepertinya berasal. Laci paling atas terkunci dengan sebuah gembok kecil yang menandakan di sana terletak hal yang mengerikan
Sekarang pikiran Archie bertubrukan satu sama lain membayangkan apa yang dilakukan oleh Abbelard karena orang yang berada di dalam foto itu sangat familiar dimatanya
Brak
Brak
Brakk
Archie mengempaskan tanggannya berkali kali pada gembok itu. Tetap saja tidak ada perubahan. Sedangkan tangan kanannya sudah mulai mengucurkan darah akibat sendi sendi besi yang tajam menghantam kulit nya berkali kali
Archie memgangi kepalanya karena terasa sangat sakit.apakah ini efek dia melakukan hal yang menyakitka dirinya lagi? Tapi itu tidak mungkin. Saat ini dirinya tidak memiliki peran penting.
Sehelai foto mengerikan itu adalah yang penting sekarang, ia tidak akan mempercayai Abbelard tega melakukan hal mengerikan itu hanya dengan sebuah foto
Brakk
Krangg
Archie menghantamkan siku nya dengan keras pada gembok itu membuat darah dari tangan dan sikunya keluar dengan gila
Matanya sudah tak fokus apalagi pikiran anak itu. Maka ia tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun akibat menusuk kulitnya dengan besi tajam itu.
Archie mengeluarkan semua berkas disana ia mengusak semua yang berada dalam laci itu sampai pada sebuah plastik yang membungkus lapisan lapisan foto yang cukup tebal.
Tangan Archie yang mengucurkan darah itu ia ulurkan untuk mengambil plastik putih yang berada di hadapan matanya. Bahkan tangan Archie tidak bisa memegang lapisan foto itu dengan benar, tangan nya terus bergetar karena badan nya tahu rasa sakit yang baru saja ia terima
Alhasil Archie membalikkan kantung plastik itu dan menaburkan semua foto foto koleksi indah Abbelard di lantai kamar.
"Haha... ha" Archie meraba raba foto foto itu di lantai dengan tawa aneh, senyum tak terlepas dari bibirnya.
Archie mengangkat satu buah foto yang ia sangat kenal siapa orang yang sudah terbujur kaku dengan matanya yang membelalak disana. Itu adalah paman caesar
Satu satu nya orang berada di keluarga itu yang sangat menyayanginya.
◇
Fikss lama banget up ini T^T
Udah sekolah onlen tambah pula UH berturut turut
Bisa gila :)
Maaf ya kalau pendek, school aku terlalu ketat akhir akhir ni
Bianhee
Jangan lupa vote •'~'•
See u ♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Fiksi Remaja[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
