31.titik balik

78 9 2
                                        

Lembab basah dan dingin. Suasana di dalam ruangan itu bisa membuat siapapun muntah jika berada si dalam sana. Banyak jamur yang mulai tumbuh di dinding nya menjelaskan bahwa ruangan itu sangat tidak terawat bahkan ventilasi untuk menukar udara yang menyesakkan ini tidak nampak sedikitpun.

"Hnggh" Archie melenguh membuka matanya sedikit mencoba menelan rasa pusing yg masih menikamnya sedari tadi

Sesaat ia membuka mata satu satunya yang terlihat olehnya adalah sebuah kloset duduk yang berada tepat di depan nya dengan jarak yang memungkin kan jika sedikit merangkak untuk kesana

Archie menyadari bahwa ia tertidur di atas sebuah ranjang kasur usang dengan warna yang sudah sangat kelabu. Ruangan ini bukanlah tempat yang ia ketahui. Itulah pemikiran pertama yang datang saat ia sadar dan mulai duduk diatas ranjang itu.

Gelap lembab dingin dan menyesakkan. Archie tidak terlalu ingat bagaimana ia terbuang hingga sampai kesini tapi setidaknya ia menginginkan seseorang untuk membuka pintu itu.

Pintu yang memiliki cahaya terselip di ujung selisih jarak antara dinding, setidak nya ada seseorang disini. Archie ingin memegang tangan seseorang disini.

Cklek

Pintu yang sedari tadi di inginkan oleh Archie terbuka. Ia memiliki harapan besar bahwa orang itu akan menemaninya disini. apapun akan ia terima asalkan ia tidak sendirian.

Sendirian lebih menakutkan dari apapun.

Dua orang yang memiliki postur badan besar dan berisi datang dari balik pintu itu dan dengan cepat menutup lalu menguncinya kembali.

Mereka berkulit hitam dan terlihat tidak terawat sedikitpun, kantung mata hitam yang membola di lingkaran matanya menambah kesan buruk apalagi badan laki laki itu hitam dan berisi.

Archie mengulas senyum kepada mereka tanpa peduli dengan tampilan mereka sedikitpun. Kedua laki laki itu mengulas senyum mengerikan ia saling bertatapan satu sama lain lalu melihat Archie dengan lirikan yang sangat menjijikan.

"kau kesepian disini?" Ujarnya dengan nada yang sangat kecil

Archie menjawab dengan aggukan lalu membenarkan posisi duduknya "paman akan disini ?" Tanya Archie dengan tetap mengulas senyumnya

Salah seorang dari pria hitam itu mendudukan badannya di atas kasur  di sebelah Archie dan memegang tangan kanan Archie yang bersebelahan dengan nya

"Apa kau ingin paman peluk?" Ujar pria itu dengan mendekatkan badannya pada Archie

Archie mulai memundurkan badan nya sedikit untuk menjauh dari pria hitam itu. Memang ia ingin ditemani tapi bukan sampai bersentuhan dengan orang yang tidak ia kenal.

Ia mulai menggelengkan kepalanya sebagai jawaban untuk pertanyaan yang dilontarkan oleh pria berisi yang berada di hadapannya.

Tapi bukannya berhentia ia malah makin mendekatkan badan besar nya mengimpit badan kurus Archie yang mulai terhambat karena bertemu dengan dinding di belakangnya.

Archie ingin berdiri dan menjauh dari pria mengerikan yang berada di hadapan nya tapi teman dari pria itu dengan cepat memegangi nya dengan keras dan menutup mulut Archie dengan kasar

Sebuah teriakan pun tidak sanggup  keluar dari mulut Archie. Badannya gemetar dengan hebat saat pria yang berada di hadapan nya merobek baju yang ia pakai dengan brutal

"Wohoo... baju anak ini terlalu mahal untuk badan yang penuh dengan bekas luka ini" ujar si pria menjijikan dengan menjulurkan lidahnya

Archie menutup mata nya dengan erat sambil menahan tangisan dan rontaan yang ingin ia keluarkan. Sekarang ia merasa sangat menjijikan.

"Hiks..."

"Akhh..."

"Saki-tt.."

"Hiks hiks..."

Sudah 30 menit dua pria menjijikan itu bergantian melakukan hal tidak senonoh pada Archie yang sudah pasrah

Suara memelas Archie sedikit demi sedikit mulai menghilang. Badannya sudah lemas. Ia merasa sangat lelah dengan hal menjijikan yang dilakukan kedua pria itu kepada badannya.

"Maaf paman... hiks Archie... salah "

Pria itu melepaskan bekapan mulutnya sesaat untuk mendengarkan ucapan Archie.

Mereka berdua terhenyak diam dengan waktu cukup lama. Seperti disambar sebuah petir, mereka tidak tahu bahwa baru saja melecehkan seorang anak yang di bahas dengan keras oleh Henry semalaman,beserta milik siapa Archie yang ia culik malam itu.

"Kau Archie yang itu?" Ujar pria besar yang tepat berada di atas badan Archie yang sudah terlentang di bawahnya

"Sialan... kita bermain dengan anak yang salah" ujar teman pria besar itu

"Cepat pakai kembali celana mu sialan, jika Henry melihat kita bermain disini dengan anak ini. Kita akan habis " ujar teman si pria besar itu dengan merapikan penampilannya.

Mereka berdua tergesa gesa keluar lalu mengunci pintu tanpa memedulikan Archie yang sudah terbaring lemas

Archie menahan nafasnya sambil membekap mulutnya dengan erat. Tangisan itu tidak sanggup ia tahan lagi. Apa yang barusan terjadi pada dirinya? Apa yang salah dengan orang orang itu? Kenapa semua nya harus menjijikan?. Archie membalikkan badan nya menghadap dinding.

Semua pakaian nya berserakan di lantai ruangan .untungnya ada sehelai selimut kusam berada di ujung kasur nya. Archie menutupi seluruh badannya lalu meringkuk mengarah ke dinding.

"Hiks..."

Isakan itu kembali ia pendam dengan meremas dadanya agar tidak menangis lebih keras. ia membekap mulutnya sendiri.

Jika saja terdengar oleh mereka, jika terdengar mereka pasti akan kembali. Membuka pintu dan mendekati dirinya maka ia tidak boleh bersuara lagi.

Jangan bersuara

Jangan bersuara

Jangan bersuara

Mata Archie bergetar dibalik selimut yang menutupi dirinya. Ia benar benar akan gila jika orang orang itu kembali.

Dingin ruangan itu bahkan tidak berpengaruh lagi kini pikirannya sudah hancur.

Cklek

Bunyi pintu kembali terdengar dibuka oleh seseorang disana, Archie mengeratkan bekapan nya di mulut badan nya sangat gemetar bahkan menenangkan satu jari pun ia tidak bisa sekarang, langkah kaki itu mendekat. Archie mengigit tepi bibir nya dengan sangat keras. Ia takut

Bunyi langkah kaki itu berhenti tepat di belakangnya "Ada apa dengan mu?" Ujar seseorang yang tidak lain adalah Henry

Bibir tipis itu mulai mengalirkan darah pekat sesaat Henry membalikkan badan Archie dengan menyentuh pundaknya.

Muka anak itu pucat dan matanya sudah merah akibat tangisan yang tidak kunjung berhenti lalu darah itu menunjukkan betapa takutnya Archie pada orang yang berasal dari luar.

Hyyy gaes

Isasiburi (/♡~♡)/

Sudah lama kerjaanku nonton anime dan baru ingat punya lapak ini T_T

Pokoknya up kali ini agak sensitif bagi sebagian orang :(

Maaf kalau ada yg kurang nyaman

Segitu dulu

Aku pamit pengen melanjutkan anime yg digantung

Jangan lupa vote

See u ♡

Counting Your Bless Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang