PERINGATAN !!!_____
Bagi yang terganggu atau trauma sama hal yang bersangkutan self harm tolong lewati chap ini,di chap berikutnya bakalan aku ulas intinya,jadi jangan sampai ada yang di rugikan
-luv from nare
Saat sekilas lihat,itu tampak tidak jelas. Memang tidak tampak ada keanehan sedikitpun.
Darrel sekarang sudah menjalani keseharian yang sama,terus berulang. Selama ia menemani Archie ia sadar sesuatu yg selalu hanya tampak sekilas oleh matanya.
Apalagi tingkat harga dirinya lebih penting daripada menanyakan hal yg kurang jelas adanya.
Bekas goresan yang berjajar dengan rapi di tangan Archie tidak memakai perbannya lagi seperti biasa,sehingga Darrel bisa dengan leluasa memastikan dengan kedua matanya sendiri tanpa perlu mengkhawatirkam harga diri nya yang akan hilang.
Apakah ia wajar dengan hal mengerikan seperti ini? Hanya itu yang berputar sedari tadi di dalam pikiran Darrel
Bahkan luka itu belum sepenuhnya mengering,bekas memerah panjang yang menembus kulit itu menandakan bahwa orang yang sedang melakukan nya sangat putus asa.
Apapun yang pernah terjadi di hidup Archie ia tak pernah ingin tahu dan peduli selama ini.tapi sekarang entah kenapa perasaan ingin melindungi muncul dari benak Darrel
Ruangan rawat redup dengan sangat minim pencahayaan ini membuat jiwa ia sebagai seorang kakak yang ingin melindungi adiknya seperti meluap begitu saja.
Bukankah jika ia menolehkan kepala dan menutup telinga semua yang dilalui oleh Archue memang tidak ada sangkut paut dengan dirinya, kenyataan nya Archie tidak memiliki tali persaudaraan apapun pada Darrel.
Sekarang sudah 3 hari berlalu,Darrel merasa hatinya sedikit tenang karena Abbelard belum pernah sekalipun datang untuk menjenguk Archie.
Karena apa?
Tentu saja itu semua hasil kerja keras Darrel yang membuat ulah pada pekerjaan Abbelard,sehingga ia sedikit kewalan untuk membereskan semua yang telah di kacaukan oleh Darrel.
Seperti biasa malam ini Archie juga belum siuman,padahal Edgar bisa memastikan bahwa Archie sudah akan siuman dalam 2 hari,tapi tampaknya mereka harus bersabar.
Mungkin yang terjadi pada waktu itu tidak bisa ditoleransi lagi oleh pikiran Archie.seharusnya pada saat itu ia ada disana sekedar memberi Archie ketenangan tapi ia juga tidak akan sanggup melakukan hal seperti itu.
Pada dasarnya ego memang tidak bisa dikalahkan oleh apapun.
Darrel melirik jam yang terletak tepat di hadapan nya, terpampang dengan jelas jam itu sedang menunjukkan bahwa sekarang pukul 8 malam.
Tenggorokan Darrel terasa kering,ia melihat sekilas ke wajah Archie yang masih tenang dalam tidurnya.
Mungkin jika hanya sebentar tidak akan ada apa apa yang terjadi,pikir Darrel seraya beranjak dari kursi di sebelas brankar Archie
Sedikit cahaya dari lorong rumah sakit masuk ke dalam ruang rawat Archie yang memang minim dengan pencahayaan. Setidak nya ini membantu sedikit ketenangan pada anak itu,edgar yang menyarankan demikian.
Darrel merasa agak ragu untuk meninggalkan Archie sendirian,tapi ia juga tidak bisa meminta bantuan orang lain. Karena dirinya sendirilah yang mengumumkan ego nya dengan lantang bahwa ia sendiri saja bisa menjaga Archie dan memberi kejelasan pada para bodyguard Archie beranjak dari hadapan nya sekarang juga.
"Haah... sialan" umpatan kekesalan keluar dari mulut Darrel ia sempat balik untuk masuk ke dalam ruang rawat itu tapi kembali melanjutkan niatnya untuk membeli minuman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Novela Juvenil[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
