Lagu YKWIM ini enak apalagi dengerin tengah malam T~T. Liriknya juga agak sesuai ama cerita ini hikss
Aku recomend buat kalian dengerinn!!!
◇
Archie mengedipkan matanya beberapa kali setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Darrel
Ia sempat memikirkan hal ini berulang kali setelah beberapa hari berada di rumah sakit.jujur saja Archie sangat tidak nyaman berada di rumah sakit terlebih lagi ruangan Edgar sekarang.
Darrel menatap mata Archie dengan tenang menunggu jawaban adik nya sekarang. Sudah beberapa lama di rumah sakit ini sepertinya hanya memperburuk keadaan Archie, coba katakan apa yang diperoleh oleh Archie selama ia diruma sakit. Yang pasti hanya goresan ditangan dan juga mungkin akan kehilangan fungsi salah satu kakinya jika ia dan Achille datang terlambat.
"Kak" Archie menggerakkan pupil matanya agar bertubrukan dengan Darrel
Darrel tampak tidak meninggalkan pandangannya sedikitpun dari Archie "hm?"
Archie terlihat sangat gugup untuk berbicara. Ia kemudian menggit bibirnya dengan keras "apakah aku memang boleh untuk memutuskannya ?"
Darrel menghela nafas cukup panjang. ia tak merespon apa apa setelah mendengar perkataan Archie yang terakhir tadi
Tangan Darrel kembali menjangkau handpone yang ia letakkan beberapa saat yang lalu di atas nakas tepat di samping kursi ia duduk. Darrel melanjutkan mengetik sesuatu di handpone nya tanpa merasa bersalah karena tidak merespon perkataan Archie.
Archie merasa terpukul keras. memang seperti ini lah seharusnya Darrel bersikap kepadanya. bukan berbicara panjang dan sangat perhatian. ia mengalihkan pandangan nya ke arah yg berlawanan di mana Darrel duduk.
Siapa pun selalu bersikap seperti ini. Dari awal ia tidak paham kenapa lingkungan yang berada di sekitarnya benar bebar sampah. Ini lah yang seharusnya terjadi, benar.
Archie tetap meyakinkan dirinya bahwa keadaan atau orang orang yang berada di sekitarnya lah yang sampah. Sikap dingin dan suram memang cocok dengan dirinya ia tidak perlu bersusah payah berbohong atau merekayasa dirinya lagi.
Darrel yang selesai mengetikkan sesuatu di handpone nya. Mengembalikan pandangan nya pada Archie. Sempat beberapa saat ia tidak teringat bahwa ia mengabaikan perkataan adik nya ini.
"Archie" Darrel memanggil Archie agar ia kembali melihat kepadanya
Seperti biasa Archie tidak bisa teralihkan atau di alihkan dengan pikiran nya begitu cepat.
Darrel mengalihkan perhatian Archie dengan menggengam erat pergelangan tangan anak itu. Ia mencoba menimbulkan rasa sakit agar Archie kembali ke kesadarannya.
Sepertinya hal iti berjalan dengan lancar. Archie langsung menolehkan kepala nya ke arah Darrel. Mata Archie bergetar sepertinya ia akan menangis.
Darrel mengurak urakan rambut nya karena merasa sangat bersalah sampai ia tak tahu harus mengatakan apa pada Archie sekarang.
Tangan Darrel beralih memegangi dagu Archie dengan kuat " Archie jika kau gemetar seperti ini terus kau akan selamanya berada di sini!" .
Perkataan Darrel sukses membuat Archie membeku. Matanya tampak kosong , ia segera menenangkan tangan nya yang gemetar
" kak... Archie mulai sekarang akan patuh" anak itu mendudukkan badan nya lalu memegangi kedua tangan Darrel dengan erat " tolong jangan tinggalkan Archie kak... maaf... Archie salah, Archie akan patuh..."
Suara Archie menusuk pendegaran Darrel karena ia merasa sangat mirip dengan Abbelard sekarang. Demi apapun ia sebenarnya tidak ingin melakukan hal yang mengancam pada Archie, tapi ia sangat ingin anak itu tenang.
" Akkh sialan..." Darrel mengeluarkan umpatan tepat di hadapan wajah Archie
Archie membeku ditempatnya ia tidak ingin mengalihkan pandangan nya lagi dari Darrel. Ia ketakutan.
Darrel beralih menyuruh Archie kembali tidur dan menyelimuti badan Archie ia memegangi kepala nya karena merasa mulai sedikit pusing.
Pergelangan tangan kanan Archie ditatap oleh Darrel begitu lama. Ia tidak mengeluarkan sepatah katapun selama memerhatikan pergelangan Archie yang sebenarnya tidak berbentuk lagi karena bermacam macam bentuk goresan telah terukir disana.
Darrel menggumamkan sesuatu dengan suara yang sangat ia lambatkan agar tidak terdengar oleh Archie "seperti patung yang rusak"
◇
LALALALALA
Aku kembali untuk membuat kalian berpikir kembali dengan karakter Darrel. Fufuffu •'~'•
Maap akhir akhir ini chap nya pendek yaww, tugas videoku aja belum kelar pas ngetik ini. pliss tugas itu kek beban hidup tau nggak TTT_TTT
jangan lupa vote
See u ♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Teen Fiction[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
