10.Pembalasan tanpa kesadaran

160 9 0
                                        

Akhir akhir ini Hyunbin merasa sangat janggal. Tidak ada balasan kabar yang ditanyakan oleh hyunbin setiap harinya.

Seolah olah keluarga besar itu tiba tiba menghilang,sudah beberapa kali hyunbin menyuruh anak buahnya untuk menegecek kediaman Caesar tapi tetap saja sama. Tidak ada tanda tanda pemilik rumah sedang berada di dalamnya.

Hyunbin mulai menyadari sesuatu,perasaannya memang menuju ke orang yang mengambil Archie secara paksa. Ia sudah mengetahui dengan lengkap siapa dan bahkan apa motif orang itu mengambil Archie yang bukan darah dagingnya itu secara sepihak.

Semua anak anak sebelum Archie tampaknya mereka adalah anak anak jalanan,tidak memiliki orang tua ataupun atap untuk sekedar berteduh. Abbelard memanfaatkan hal itu agar ia bisa mengambil nya secara leluasa.

Entah ada masalah apa, tapi kali ini Abbelard mengambil Archie. Sangat jauh dari kriteria yang biasa ia manfaatkan. Anak itu masih memiliki keluarga,atap dan makanan. Bahkan perlakuannya pada Archie beda jauh dengan anak anak sebelumnya.

Apakah mungkin karena Archie memiliki penyakit atau mungkin ini hal yang sangat lucu, Abbelard menyayangi Archie?. Tidak mungkin seorang monster seperti dia bisa menunjukan apa itu kasih sayang pada Archie.

Bandar narkoba,penyelundupan senjata, organisasi pembunuh. Dialah dalang dari semua hal buruk di dunia, sampah tidak mungkin mencoba memperindah lingkungan.

Hyunbin merasa kesal dengan fakta yang baru saja dia ketahui, jika Damien sudah mengetahui semua ini jauh hari

Brakk

Gebrakan yang berasal dari tangan bertubrukan pada meja terdengar dari ruangan hyunbin. Sedari tadi Damien hanya bisa menunduk di depan tuan nya, ia tahu kesalahan apa yang membuat hyunbin murka.akan tetapi mereka tidak mungkin akan mengambil Archie secara paksa dari lubang neraka itu.

Walaupun Hyunbin memiliki banyak anak buah,dimata Abbelard itu bukanlah apa apa. Apalagi mereka sekarang berada di Perancis, apapun yang mereka lakukan itu adalah palang kebenaran disana, tidak ada yang bisa menolak fakta itu.

Sekalipun Hyunbin bisa membuktikan bahwa Archie hanya di paksa dan sebenarnya Abbelard bukanlah keluarga ataupun mengadopsi Archie dengan benar, tapi kekuasaan tetaplah kekuasaan.
Sejernih apapun air yang ia tampilkan tetap saja air keruh mendominasi kebenaran palsu.

"Setidaknya kau memberitahu ku terlebih dulu Damien" Hyunbin berbicara dengan menahan rasa geramnya

"Tetap saja kita tidak mungkin mengambil Archie dari sana tuan" Damien membungkukkan badannya 90 derajat tanpa melihat mata Hyunbin "sedangkan keluarga besar Archie akhir akhir ini tiba tiba saja kehilangan kabar, ini kejanggalan aneh yang bukan sekedar kebetulan lagi tuan" sambung Damien berusaha mengingatkan posisi tuan nya.

Prangg

Sebuah vas bunga yang awalnya berada di tepi meja sudah melayang dan hancur tepat di samping kepala Damien. Beberapa serpihan pecahan kaca vas itu melukai pipi Damien. Hyunbin sudah tidak bisa menahan emosinya lagi

"Kau kira dengan meninggalkan anak itu begitu saja masalah akan selesai ?!, Tidak. Tidak akan ada masalah yang akan selesai dengan melarikan diri. Kau tidak mengalami apa yang dia alami. Anak itu baru berusia 16 tahun !. Tinggal di lingkungan baru yang penuh kekerasan, mengekang juga dia belum tahu apa alasan nya berada di sana. Kau pikir seorang anak berusia 16 tahun bisa mencerna itu semua seorang diri tanpa keluarga. Tidak mungkin dia tiba tiba saja bisa menyayangi orang asing yang dia sebut Papa dengan mulutnya tapi pasti bukan hatinya" emosi Hyunbin meluap "ingat perkataan ku Damien. Jangan pernah melarikan diri dari masalah jika berpikir hidup mu tidak akan tenang setelah itu"

Damien membungkukkan badan nya lagi, tetapi kali ini lebih dalam. Ia baru saja diberi pelajaran yang bermakna oleh Hyunbin, sedari tadi Damien sadar akan sifat pengecutnya tapi ia hanya ingin memilih pilihan yang terbaik tanpa menyakiti siapapun.

"Maaf tuan !!"

"Sudahlah ,sekarang kumpulkan semua anak buahmu, kita harus mulai merundingkan rencana" kibasan tangan Hyunbin menyuruh Damien untuk segera keluar

Ia meyakinkan dirinya, ia pasti bisa mengeluarkan Archie dari sana, Dengan cara apapun itu.

Sedangkan orang yang diributkan sedari tadi bahkan tidak memiliki tenaga untuk mengangkat tangan nya.

Archie sudah sadar, panas badan nya mulai turun tapi tetap saja lemas. Archie melihat kearah tangan nya yang di gengam oleh seseorang.

Edgar sudah tertidur di samping Archi sambil memegangi tangan anak itu berusaha menyalurkan tenaganya.

Archie melenguh ia ingin melepaskan gengaman tangan Edgar dari tangannya, hati nya merasa risih sekedar mendapat perhatian dari orang lain. Ia tidak ingin mempercayai siapapun lagi selain dirinya.

Edgar bangun saat merasakan kegelisahan Archie ia mengira panas anak itu kembali lagi "masih terasa pusing?" Ujar Edgar dengan tatapan datarnya pada Archie

Anak yang ditanya hanya diam ia mengalihkan tatapan nya pada tangan kanan yang sudah terbalut dengan perban

"papa yang memakaikan ?" Archie memungungi Edgar

"Benar, perban itu telah terpasang sebelum aku datang kesini" Edgar membalikkan badan Archie dengan lembut jika tidak ia pasti akan menyembunyikan sesuatu lagi.

Archie meletakkan tangan yang diperban itu ke depan dadanya ia meremas dadanya kuat seraya memeluk tangan itu. Emosi Archie semenjak pindah kesini memang agak kacau

Ia seolah olah memeluk tangan itu dengan kasih sayang tapi disisi lain Archie seperti akan mengoyak perban  beserta dengan tangan nya.

Edgar mulai paham apa yang sedang terjadi pada Archie. Ia segera memberikan beberapa pil obat yang segera di telan oleh Archie

"Paman, paman tidak akan menyiksa Archie juga kan?" Gengaman erat namun putus asa tangan Archie meremas jas putih Edgar tanpa adanya rasa tenang.

Edgar segera memeluk Archie, inilah kenapa ia ingin melindungi Archie dari kediaman yang penuh hal gila ini.jika saja ia menjadi Archie ia pasti sudah kehilangan akalnya diperlakukan seperti itu.

"Tenang saja paman akan selalu melindungi Archie" empu yang mendengar suara rendah dan lembut itu merasa menghangat hatinya mulai sedikit tenang.

Archie menutup matanya di dalam pelukan Edgar, yang bahkan tidak terasa oleh Edgar karena badan Archie sangat ringan.

Sepertinya Archie juga merasa aman diposisi itu, Edgar hanya bisa membiarkan anak ini merasakan apa itu kasih sayang setidaknya sedikit walaupun dalam keadaan terpaksa.

Di ruangan lain Abbelard menerima laporan dari bodyguard nya tentang keadaan Archie sekarang. Ia sangat terkejut bagaimana bisa Archie merasa tersiksa selama ini dengannya?.

Padahal di depannya anak itu terlihat baik baik saja kenapa pada Edgar dia bisa sedikit terbuka?. Abbelard menggertakkan giginya karena kesal.

Lagi lagi ia menyalahkan semua keadaan Archie pada Hyunbin "pasti karena si embel embel kerabat itu Archie berubah menjadi hancur seperti ini" gumaman Abbelard terdengar jelas di telinga Achille yang barus saja melaporkan keadaan Archie

"Panggil Benjamin kesini , aku akan membunuh si pengangu itu sekarang juga, ia telah membuat Archie seperti itu. Tidak bisa di maafkan" Achille menganguk berlalu pergi untuk memanggil Benjamin

Asalkan tuan sadar siapa yang sebenarnya membuat mental Archie kacau seperti sekarang ,pasti dia akan menyesal lebih dari siapapun. Pikir Achille

Hola holaa...

Mampus tu perang dunia ke 3 bakal datang

Aku dukung siapa yang menang aja ah ~

That's it chapter ini

Jangan lupa vote ♡

See u

Counting Your Bless Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang