COUNTING YOUR BLESS
(Menghitung Berkat mu)
◇
Kalau harus mengulangi lagi aku tidak akan memilih kehidupan ini . Tapi aku bahkan tidak yakin memiliki pilihan
◇
.
.
.
"Archie apa yang kau lakukan disini?"
Pikiran Archie tiba tiba kosong mendengar suara itu, ia tahu persis suara dingin itu berasal dari siapa. Abbelard, ia harus berpura pura sekarang juga tapi sialnya tubuh nya malah kaku.
"Papa..." suara Archie terdengar sangat kecil karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi
Ia sudah merasa sangat lelah sekarang, entah kenapa tapi ia hanya ingin menutup mata.
"Archie jawab apa yang kau lakukan disini !" Irama Abbelard penuh penekanan tanpa melihat situasi anak yang berada di hadapannya sedikitpun.
Archie tersentak dari matanya yang tadi mau menutup sejenak "i-itu papa Archie..." jawab Archie terbata bata karena ia sebenarnya tidak tahu kenapa dia sampai disini
"Apa kau mengingat keluarga mu lagi ?"nada bicara Abbelard terdengar sangat tipis tapi mampu membuat Archie gemetar takut
Tidak ada jawaban apa pun, Archie tidak melihat kesempatannya untuk berbohong pada Abbelard sekarang hatinya terasa sakit, pasalnya ia hanya ingin mengingat keluarga nya hanya sebatas itu. Tapi dapat membuat Abbelard murka sejauh ini.
Semua bodyguard yang disana khusunya yang mengawal Archie, tidak dapat melayangkan satupun pembelaan pada Archie karena mereka tidak pernah melihat Abbelard seperti ini sebelumnya.
Mereka hanya diam melihat Archie mulai meringsut untuk menjauh dari Abbelard karena ketakutan. Achille yang melihat itu tidak tahan lagi ia mendekati Archie untuk menenangkan anak itu
"Archie kakak ada di sini, semua akan baik baik saja. Tena-" belum selesai Achille menyelesaikan perkataannya, Archie menepis tangan yang akan memegang pundak nya.
"Pergii !" Teriakan Archie sontak membuat para bodyguard yang ada disana melirik takut pada Abbelard. Bukan takut mereka akan disalahkan ,tapi mereka mengkhawatirkan Archie yang sekarang sudah mulai kehilangan akalnya.
Mungkin bagi sebagian orang trauma hanya bagian dari masa lalu mereka tapi bagi Archie trauma yang membekas itu adalah bagian hidupnya yang telah dihancurkan oleh Abbelard.
Hari itu disaat Archie baru sampai di kediamannya, ia melihat Archie tidak memiliki ekspresi sedikitpun bahkan disaat ia akan dibunuh oleh Abbelard,kemudia ia mencoba hal lain. Abbelard mencoba mencuci otak Archie denga perkataannya ia tidak yakin hal itu akan mempengaruhi Archie, tapi esoknya anak itu mulai ketakutan mendengar hal yang berkaitan dengan keluarganya. Abbelard tersenyum kemenangan,tapi ia merasa tidak puas.
Abbelard membawa Archie ke ruangan dimana ia menyembunyikan seluruh uangnya. Itu adalah brankas yang lumayan besar dengan pencahayaan terang tentu saja didominasi dengan warna putih,ia memukuli Archie seraya mengatakan hal hal yang lebih menyakitkan daripada pukulannya. yaitu bagaimana ia akan membunuh seluruh keluarga Archie jika dia kembali pada mereka , lalu fakta bahwa seluruh keluarga besarnya membenci dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Fiksi Remaja[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
