Teriakan Darrel membuat Archie menoleh beberapa saat. Disana berdiri Darrel yang sudah menahan marah ia terlihat seperti Abbelard. sedangkan Achille mengeluarkan hp dari saku dengan pelan,bagaimanapun ia terlihat sangat cemas atau lebih kearah mati ketakutan jika dirinya akan bebas sebentar lagi?
Entahla Archie sudah muak dengan segalanya, bukankah sekarang sudah cukup sakit? Apakah selama ini perjuangannya sudah benar benar menimbulkan rasa sakit . Jika benar tidak ada pilihan lagi selain mengakhiri semua.
Sesunguhnya dari awal ia tidak ingin berada di rumah sakit. Lebih baik melaksanakan rutinitas yang bisa menyibukkan diri nyaa di kediaman Abbelard.
Ia paham dengan pikiran dan juga mental nya yang sudah rusak, ia harus disibukkan oleh sesuatu. Apapun, asalkan ia tidak berdiam diri mendegar suara hujan yang memekakkan seperti tadi.
"bodoh, sialan apa yang ingin kau lakukan disana Archie!!!" Jika dilihat dari dekat sudah jelas Darrel mengucapkan nya dengan menahan emosi terlihat dari urat urat di leher nya yang menegang
Jika Abbelard juga berada di sini ia tidak akan ragu lagi untuk segera melompat. Bahkan jika ia tidak mati sekalipun ia pasti akan cacat dan dibuang oleh Abbelard
air mata mulai mengalir di wajah Archie, walaupun tidak jelas karena badan nya sudah basah kuyup oleh hujan . Tetap saja mata anak itu memerah.
Si kembar yang merasa keinginan Archie terganggu oleh kedatangan kedua orang itu mengeratkan genggaman mereka ke tangan Archie.
Reflek Archie kembali menatap mereka dengan tatapan putus asa
"Apa yang harus aku lakukan?" Suara Archie yang pelan itu terdengar bergetar ia menggigit sudut bibirnya dengan keras hingga mengeluarkan darah
"Archie kau ingin tetap berada disini? Dengan mereka? Orang orang yang tidak memedulikan keadaan mu dan hanya terobsesi saja ?" Jawaban dari si kembar terdengar tanpa nada dan lebih dingin dari tadi
"Aku tidak bisa memilih, semuanya hancur." Archie terlihat oleh Darrel dan Achille sedang berbicara dengan dinding di samping jendela.
"Bukannya memang itu alasan mu untuk mengikuti kami? Menanyakan keadaan kami ? Bukankah kau juga peduli dengan kami? Apakah semua perkataan mu tadi bohong?kau seorang pembohong Archie" Si kembar mulai melepaskan genggaman tangan mereka dari Archie lalu dengan ringannya berdiri di hadapan Archie tanpa pijakan sedikitpun
"Jika kau ingin menjadi seperti anjing yang dirantai oleh tuan nya teruslah hidup seperti itu, dasar pengecut" si kembar berbalik lalu menjauh dari Archie terdengar dengan sayup kikikan tawa mereka melihat Archie ditinggalkan saja. Seperti semua ini adalah salahnya
"Jangan pergi, kumohon..." Archie mencoba menjulurkan tangannya agar bisa menggapai si kembar
Archie merasa semua ini kesalahannya tanpa sadar ia melangkahkan kakinya ke arah si kembar menjauh.
Ia menutup mata mengalirkan air mata yang sepertinya tidak akan berhenti mengalir. Gigitan pada bibir nya yang sudah luka semakin dalam dan mengoyak bibir bagian bawahnya . Memang terasa sakit tapi terkadang rasa sakitlah yang bisa membantu melarikan diri dari kenyataan.
Archie yang tidak sadar bahwa sedari tadi Achille sudah berada beberapa jangka darinya segera tertarik kebelakang dengan badan Achille sebagai landasan yang lebih baik dari pada aspal keras dibawah sana.
Darrel berjalan dengan menggebu gebu menghempaskam kunci mobil dan beberapa buah buahan yang ia beli di supermarket tadi untuk Archie
Archie berbalik membenamkan wajahnya pada badan Achille. Ia merasa terganggu oleh bunyi hujan bahkan detakan jarum pada jam weker yang berada di nakas yang berada di depannya
"Archie lihat wajahku !" Ujar Darrel mengontrol emosinya
"Haah, apa kau bodoh atau memang gila hah??!. Apa yang ingin kau lakukan berdiri di sana. Jika Achille terlambat beberapa langkah tadi kau mungkin tidak bisa menggunakan kaki mu lagi atau kau kehilangan fungsi satu tangan mu. Jika kau ingin mati jangan lakukan hal sialan seperti itu. Jika kau merasa ingin mati, katakan padaku." Suara Darrel terdengar lumayan pelan diakhir
Achille melototkan kedua matanya, tidak paham oleh apa yang dikatakan dengan Darrel. Sifat Darrel dan Abbelard berada di luar nalar. Setidaknya sekarang ia paham kenapa Archie terganggu sampai pada titik ini.
Badan kurus Archie yang bersandar di badan Achille gemetar ia menggerakkan kedua tangan kurusnya menutup kedua telinga. Goresan goresan yang berada di permukaan kulitnya sekarang terkihat jelas dan memerah seperti ruam.
"Disini berisik terlalu berisik aku hanya mencoba untuk melarikan diri dari semuanya tapi tetap saja... "perkataan Archie terpotong ia membeku beberapa saat lalu menjulurkan tangan nya ke belakang dimana nakas nya berada
Ia mengambil jam weker yang memiliki ukuran lumayan besar itu dan menghempaskan nya pada lantai dengan keras.
PRANGG
"Arggh berisik kau terlalu berisik, aku ingin keluar dari sini. Ruangan ini memekakkan sangat berisik... tolong kak" Archie menatap Achille dengan sayu mungkin matanya sudah sangat lelah.
Darrel merasa sangat kasihan pada Archie ia tidak paham dimana hal yang disebut sangat berisik oleh Archie selain bunyi hujan dan suaranya ruangan kosong ini sangat tenang karena berjauhan dari lorong koridor.
"Apa yang kau lakukan Darrel?!!" Desakan itu keluar dari mulut Achille karena melihat Darrel membuka baju rumah sakit Archie yang basah.
Ia segera mengambil beberapa baju cadangan yang terletak di laci kecil dalam nakas dan memakaikan nya pada Archie yang tidak sanggup untuk membuka matanya yang sudah mulai sayup.
Darrel segera mengangkat Archie dan membaringkan nya kembali di atas kasurnya dengan badan yang sudah kering
"Kak Darrel, disini berisik kak... dingin... berisik..." Archie mengumamkan hal itu terus menerus. Darrel menggengam tangan adiknya lalu menyelimuti Archie dengan memastikan tidak ada yang tidak terselimuti
Ia naik ke atas kasur Archie dan membaringkan badan nya di samping Archie. Ia melepaskan genggaman tangan Archie dengan pelan lalu meletakkan kepala Archie dilengan nya kemudian menutup kedua telinga Archie dengan tangannya sendiri dengan erat.
Gumaman Archie yang terus menerus mengatakan berisik mulai memelan, lama kelamaan gumaman di dalam tidurnya itu hilang.
Achille yang masih terduduk merundukkan kepala nya ke lantai merasa lega Archie mulai tenang karena usaha dari Darrel
Ia beranjak lalu mengusap surai rambut Archie yang masih lembap karena terkena hujan dan berlalu keluar untuk menenangkan pikiran nya dan ujian dari Abbelard nantinya.
Darrel yang melihat wajah pucat Archie yang akhirnya bisa tenang mulai menangis entah kenapa hatinya terasa sangat sakit melihat Archie yang sebenarnya bukan lah siapa siapa baginya.memanggilnya dengan panggilan kakak dan meminta tolong.
◇
Dhla aku mewek sendiri T~T
Haloo
Masih ada orang kah cerita ini? hikss
Segini dulu chapter ini
Jangan lupa vote
See u ♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Fiksi Remaja[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
