38.Malam kutukan

99 7 0
                                        

Archie membeku berusaha menahan nafasnya agar ia bisa berpikir dengan jernih. Garis bibir yang sudah robek itu bersentuhan dengan pipinya.

Rasa basah akibat darah yang mengalir dari sana terasa sangat dingin. Makhluk yang berbentuk sama persis dengan dirinya itu tidak beranjak sedari tadi.

Archie semakin keras meremat luka nya dan tetap menunduk kan kepala dalam mengarah ke lantai kamar. Jari jari hitam yang masih berada di hadapannya tampak tenang seperti menunggu kalimat yang keluar dari mulut Archie

Bagaimana caranya ia bisa kabur dari situasi ini. Apakah ia benar benar harus membunuh Abbelard dengan kedua tanggannya?. Tidak mungkin, sebelum sebuah goresan terukir di badan Abbelard mungkin dia sudah tidak hidup lagi.

Akhirnya bibir Archie terkoyak karna ia sedari tadi menggigit nya dengan keras, tetesan darah yang keluar dari sudut bibir Archie membuat makhluk itu terkikik.

Archie menegakkan kepala nya mendengar itu, saat rasa sakit itu sudah sangat terasa olehnya. Archie akhirnya bisa mengumpulkan dirinya kembali , ia membalas tatapan pantulan dirinya itu dengan senyuman aneh.

"Aku memiliki ide yang lebih bagus, apa kau ingin melihat nya?" Ujar Archie menyunggingkan sudut bibirnya yang sudah terkoyak

Makhluk itu terbahak dengan senang. ia berlarian kesana kemari karena merasa sangat bersemangat. Archie memegangi kepala nya yang makin berdenyut karena mendengar kikikan yang kian melengking itu.

Ia memungut satu persatu foto kematian keluarga besar nya dari lantai itu. Setidaknya ia bisa lepas dari tatapan menjijikan dari bentuk dirinya yang mengerikan itu.

Archie memiliki banyak pemikiran saat ia mengumpulkan foto itu. Benar juga kata makhluk itu, sudah berapa orang yang mati karena dirinya, mungkin sudah ratusan ? Dan dia belum menghitung yang akan mati setelah ini.

Setidaknya ia akhirnya bisa berguna untuk mengakhiri kemaniakan Abbelard kepada dirinya. Makhluk itu berhenti di depan Archie seperti menunggu apa yang akan dilakukan Archie .

Archie sudah sangat muak melihat wajah mengerikan itu tetap menatapnya dengan haus seperti mainan.

"Apa kau tahu di mana mereka semua berkumpul ?" Tanya Archie " karena mereka sangat hening" jelas Archie

Memang,jika Abbelard sudah mendapatkan sesuatu yang membuat ia murka di genggaman tangannya ia tidak akan selesai atau berhenti menyiksa mereka secepat ini.

Makhluk itu mengangguk kan kepalanya ribut, dengan senyum yang tidak lepas "ayo ikuti aku" ujarnya dengan menganyunkan tangan nya dengan cepat untuk menyuruh Archie keluar mengikutinya

Archie membawa semua foto itu di genggaman tangan nya. Ia mengikuti makhluk itu dengan tenang tidak mempedulikan tetesan darah dari pergelangan tangan nya yang tetap menetes sepanjang jalan.

Makhluk itu seperti nya berhenti tepat di depan pintu yang sangat di kenal oleh Archie. Karena ia sering sekali mengunjungi tempat ini saat pertama kali mengunjungi kediaman Abbelard.

Benar ini adalah tempat ia diberi pelajaran oleh Abbelard. Iblis itu memilih tempat ini karena kedap suara dan juga tempat dimana ia menyimpan seluruh kerja keras kehidupannya.

Dalam ruangan itu bagaikan masuk pada dunia lain. Tidak ada suara yang akan keluar maupun suara dari luar terdengar di dalam sana.

Makhluk itu menolehkan kepala nya melihat Archie yang sedari tadi tidak bergerak mendekati dirinya. Ia memiringkan kepala heran melihat Archie yang terlihat sangat ketakutan daripada melihat dirinya tadi pertama kali.

Ia menggertakkan gigi kesal karena reaksi Archie. "Bisakah kau berhenti menatapi pintu ini dengan wajah bodoh mu ?" Makhluk itu mendorong badan Archie untuk mendekati dirinya.

Counting Your Bless Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang