COUNTING YOUR BLESS
(Menghitung berkat mu)
◇
Saat berhadapan dengan jalan buntu satu satunya jalan keluar adalah berbalik dan pergi
◇
.
.
.
Hyunbin tetap berada di kursi ruang kerja nya selama berjam jam setelah bertemu dengan Archie, yang ia lakukan hanyalah melamun seraya mengetukkan jarinya pada meja.
Semua pencarian berhenti . anak anak buah Hyunbin berkumpul kembali ke pekarangan mansion yang cukup luas. Mereka seperti menunggu keputusan Hyunbin selanjutnya setelah mendengarkan penjelasan Damien.
Damien mulai jenuh menunggu Hyunbin yang sedari tadi belum keluar atau memanggilnya,ia beranjak dari pekarangan untuk menemui Hyunbin apabila dia bisa sekedar membantu memberi saran.
Hyunbin mempersilahkan masuk setelah mendengar suara Damien tapi setelah ia masuk Hyunbin tidak bergeming sedikitpun,malah terasa oleh Damien semakin mencukam.
Hyunbin menghentikan ketukan jarinya pada meja ia melirik Damien "Damien bagaimana menurutmu?"
Damien yang sedang berdiri tersentak saat tiba tiba Hyunbin mengajaknya untuk berbicara duluan."bagaimana..., apa maksudnya tuan ?" Ujar Damien
"Tentang anak itu,Archie" ujar Hyunbin menutup kedua wajahnya dengan tangan
Apakah selama tadi hyunbin belum menemukan jalan keluar nya sedikitpun?,pikir Damien. ia hendak berhati hati dalam bicara jarang Hyunbin terlihat sangat kalut dalam memikirkan sesuatu .
"Pertama kita harus mengetahui siapa orang orang yang menjaga Archie sebegitu ketatnya,agar permainan ini terlihat jelas. setelah itu barulah kita memutuskan menolong atau meninggalkan Archie" Ujar Damien mengutaran pendapatnya.
Bukan apa apa, dia juga tidak ingin untuk menyerah begitu saja sebelum melawan dia ingin menolong Archie, tapi saat di minimarket kemaren hati Damien terasa sedikit goyah pasalnya ia melihat tato yang terletak di leher setiap bodyguard Archie kemaren sangat dikenali oleh orang perancis, seperti rahasia umum kekuatan mereka.
Damien sengaja tidak memberi tahu Hyunbin lagian dia juga tidak tahu bagaimana akan menjelaskannya.
"Menolong atau meninggalkan ya...?"Hyunbin menutup matanya ia memang tidak bisa bermain main terlalu lama di perancis apalagi terlibat masalah merepotkan seperti ini.
Kemudian Hyunbin mengingat sesuatu , di saat dia memegang pergelangan tangan Archie ia merasa sangat janggal. karena demi apa pun ia tidak mengerahkan tenaganya dalam memegang pergelangan tangan Archie.
Tapi respon yang ia dapat mengingatkan nya pada seseorang. Seseorang yang dulunya terus terusan ia pukuli terus terusan ia maki tanpa dihargai sedikitpun, ia hafal ringisan yang keluar setelah ia memukulinya seperti orang kerasukan.
Apakah Archie baik baik saja?,Apa dia memasuki dunia yang hancur sekarang? .Hanya itu yang selalu di pikirkan Hyunbin apakah dia menutup mata dan akan meninggalkan Archie begitu saja setelah melihat Archie ketakutan seperti itu?
"Aku akan memikirkannya, tunggulah diluar" sambung Hyunbin setelah selesai terlarut dalam pikirannya.
Damien menuruti perintah Hyunbin ia keluar dari ruangan itu tanpa bicara apa apa ,tapi kegelisahan hatinya bukan main main lagi . Telapak tanggan nya mulai berkeringat
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Ficção Adolescente[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
