Sudah 2 hari hyunbin berkutat dengan rencananya untuk mengambil Archie dari Abbelard lalu melarikan diri. Ingat, melarikan diri.
Ia paham dengan jelas betapa besarnya pengaruh Abbelard disini daripada dirinya sendiri karena disini kekuasaan Hyunbin cukup kecil.
Tapi keraguan dari hati nya terasa mengusiknya terus menerus. Bagaimana jika Archie tidak bisa menerimanya? Hanya itu yang ia takutkan.
Hyunbin tidak ingin mengulangi memori yang terjadi pada anaknya dulu juga akan terjadi pada Archie.ia tidak tahu apakah dirinya akan bisa mengurus Archie dengan baik.
BRAKK...
Perhatian Hyunbin seketika teralihkan dengan hempasan sesorang yang tidak santai membuka pintu ruangan nya
Sedetik sebelum hyunbin akan memaki siapapun yang berani melakukan hal kurang ajar itu padanya hyunbin malah membeku
Pupil matanya mengecil karena syok, didepan matanya terlihat Damien yang bersimbah darah. Ia sedang memegangi sebelah matanya yang terlihat terluka cukup dalam. sedangkan baju putih yang ia kenakan sepertinya sudah hancur terkena percikan darah dari orang lain
"CEPAT KITA PERGI DARI SINI TUAN !!" Suara Damien terdengar menggelegar bak petir
"Apa apaan ini?!" Hyunbin yang masih belum memahami situasinya mencoba bertanya
Tetapi Damien seketika seperti orang tuli,ia menghapus keberadaan hyunbin yang sedang murka kepadanya lalu mengambil sebuah kapak yang biasanya digunakan untuk darurat dengan memecahkan kacanya terlebih dahulu
PRANGG...
Damien memecahkan kaca yang tepat berada di belakang hyunbin dengan mengayunkan kapak itu seperti menyilang. Ia menghiraukan keadaan matanya yang semakin parah
Hyunbin pasrah melihat kepanikan Damien ia harus berpikir dengan tenang. Pasti ada alasan kenapa Damien menjadi orang gila seperti ini
"Maaf tuan " sesaat setelah itu Hyunbin terloncat keluar dari jendela yang lumayan tinggi
Untungnya di bawah itu sudah disiapkan sebuah mobil lengkap dengan seorang sopir yang berada di kursi pengemudi
Hyunbin tidak sempat berteriak saking terkejut bibirnya kelu, badannya terasa terhempas dengan keras tapi dengan alas yang lumayan lembut, tetap saja sakit.
Kepalanya terasa berdenyut membuat ia merasa pusing, setelah tersadar diluar tiba tiba saja suara kericuhan itu baru terdengar olehnya
Banyak suara tembakan dimana mana, di jangkauan mata yang cukup terlihat olehnya bayak terdapat anak buah nya sudah bermandikan dengan darah dimana mana. Tiba tiba saja hawa panas menyelimuti mereka.
Tampak banyak orang yang memakai pakaian baju serba hitam dan memakai masker khusus menyebarkan sebuah cairan dengan serentak juga mereka menjatuhkan sumber api pada cairan itu lalu dengan cepat pergi meninggalkan halaman itu dengan motor yang sudah menemani mereka satu persatu.
Hyunbin terasa seperti terbakar. hawa panas itu mengerogoti kulitnya, supir yang berada di depannya segera menutup mobil itu guna mencegah asap yang mengepul dari api yang tengah membara memasuki pernapasan mereka.
Tak selang beberapa menit Damien dengan tampilan mengerikan nya masuk dari pintu yang arahnya berlawanan dengan posisi Hyunbin duduk sekarang.
Nampak beberapa kulit tangan Damien terbakar serta darah yang keluar dari matanya jauh dari kata baik baik saja.
"DAMIEN APA YANG TERJADI SEKARANG !?" intonasi Hyunbin tinggi menyatakan bahwa ia sangat bingung sekarang
Nampak di tangan Damien tetap memegangi sebuah pistol walaupun jari yang sedang berada di pelatuk pistol itu sudah melepuh.
Damien menepuk pundak supir yang berada di depan dengan cepat menyuruh agar mereka segera meninggalkan tempat ini
Ia membuka kaca pintu mobil itu setengah lalu mengeluarkan tangan nya dan menembak sembarangan selagi mobil itu melaju.
Ada beberapa orang yang menjaga dengan penuh persenjataan agar tidak ada yang bisa meninggalkan kediaman Hyunbin itu dengan selamat.
Tentu saja target utamanya adalah Hyunbin tapi Damien dengan cekatan membawa Hyunbin lari dari ruangannya yang ternyata kedap suara,pamtas saja Hyunbin sedari tadi terlihat tidak tahu apa apa
Damien menghela nafas panjang sesaat setelah semua tembakan itu berhenti dan mereka sudah sampai di luar gerbang kediaman itu
Hyunbin kembali menanyakan hal tadi "apa yang terjadi ?" Dengan mada yang lebih tenang
"Abbelard sudah menjadikan anda targetnya tuan" jawaban singkat itu membuat Hyunbin tercekat
Ia tidak mempercayai semua hal yang baru saja ia lihat. Semua kekejian itu hanya untuk membalaskan perlakuan dirinya yang membuat Archie drop?
Hyunbin terpaku di tempat duduknya dengan diselimuti rasa ketakutan
◇
Maaf chap ini pendek :))
Jangan lupa vote yaa.
See u ♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Teen Fiction[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
