Siapa yang bisa memberi tahu seperti apa bentuk neraka sekarang? Tidak ada yang akan tahu. Tapi mungkin Archie bisa menggambarkannya untuk kalian
Abbelard berdiri dengan sebuah tongkat golf yang berada di tanggan nya. Bercakan darah berserakan di beberapa tempat, semua yang terluka dan berada di lantai adalah kakak bodyguard yang bertugas menjaga Archie
Archie melepaskan genggaman tangan Darrel dari pergelangan tanggan nya. Ia mendekat pada Abbelard, pada awalnya tentu saja kaki Archie gemetar. Siapa yang tidak takut berada di posisi Archie bisa dikatakan bukan manusia.
Ia memantapkan hatinya,melihat tatapan kakak kakak bodyguard yang sangat berharap kepada dirinya,setidaknya ia mungkin bisa menahan 2 atau 3 pukulan dan kemungkinan paling buruk Abbelard menghajarnya mati matian.
Archie sudah tahu pasti bahwa emosi Abbelard memang tidak stabil dari awal, orang normal tidak akan membuat permainan dimana cara mainnya sama dengan pembantaian. Kali ini apa yang harus ia lakukan pertama tama.taktik apa lagi?
Kepala Archie tetap dipenuhi dengan pertanyaan dan solusi yang harus ia dapatkan sebelum beberapa langkah lagi sangat berdekatan dengan Abbelard
"ARCHIE!!" teriakan Darrel dihiraukan oleh Archie
Abbelard membeku ditempatnya,sedari tadi ia tidak mendengarkan sedikitpun perkataan yang ingin disampaikan oleh anak buahnya. Apakah mereka ingin mengatakan bahwa Archie akan pulang ke rumah malam ini?
Sialan. Sekarang tidak ada jalan berputar.Archie kembali melihat dirinya yang dulu, dia sebenarnya sudah mencoba untuk berubah tapi hanya jika Archie berada di pandangan nya ia tidak akan memukuli atau membunuh orang orang.
Beberapa langkah selanjutnya Archie berada tepat di depan Abbelard. Anak itu memegang baju Abbelard dengan lembut ia kemudian mengambil tongkat golf yang berada di tangan kanan nya. Abbelard melihat dengan jelas betapa gemetarnya tangan Archie melakukan semua itu di dekatnya.
"Papa, Archie sudah pulang" ujarnya bersamaan dengan melepaskan tongkat golf itu kelantai
Trangg
Suara besi dari tongkat golf yang bertubrukan dengan lantai terdengar nyaring di sunyi nya kediaman Abbelard saat ini
Archie menggengam ujung baju Abbelard yang terkena sedikit percakan darah itu dengan sangat erat. Ia merasa mati ketakutan. Bayangan bahwa tangan Abbelard yang akan melayang tepat di kepalanya membuat Archie gemetar. Archie menunduk, ia tidak akan bisa berani menatap Abbelard
Darrel yang berada di belakang Archie tidak diam, dia kemudian mendekati Abbelard yang sedang mematung di saat Archie sudah mati ketakutan di depannya.
"Shit, Archie jangan memaksakan dirimu" Darrel mendekati anak itu lalu memegang tangan nya
Darrel merenggut nya dengan kasar dan menarik Archie untuk menjauh dari Abbelard. Tapi bukan berbalik dan mengikuti dirinya, Archie seketika tumbang. Ia terlihat seperti sebuah boneka mainan yang jatuh karena kakinya rusak.
Bruk
Tidak ada yang bereaksi dengan cepat untuk menangkap Archie, mereka semua membisu. Karena apa Archie bisa seperti ini? Beberapa saat yang lalu mereka menyaksikan keadaan anak itu sehat tidak pucat pasi seperti sekarang
Hanya Darrel yang sigap dengan menggendong Archie yang sudah tidak sadarkan diri ke pangkuan nya
"Aku akan membawa Archie keatas" lalu Darrel berjalan dan berhenti tepat di depan Abbelard
"Padahal Archie ingin pulang ke rumah hari ini, mungkin juga untuk paman. Jadi paman bereskan dirimu,kau membuat Archie mati ketakutan karena terlihat seperti seorang pembunuh"
Ucapan Darrel tidak termasuk ke dalam sebuah bisikan, nada suaranya seperti orang berbicara biasa.Mental Darrel membuat semua bodyguard yang telah terjatuh di lantai tertegun. Mereka melihat kepada Darrel bergantian dengan Abbelard yang sekarang mulai tenang
◇
Maap maap maap lamaaa sekali upadate nya TT^TT
Aku lagi punya banyak masalah akhir akhir inih, hidup author terasa seperti wp.
Rasa ingin menulis nya 🤧
(Masalah sama pacar >^<) nggak bermakna yaa hidup ku ini *Hahaha
Chapter ini juga cuman nyampe 500 kata
Dahla :))
Nanti aku buat yang panjang, untuk chap selanjutnya (/•'~'•)/ *Fightingg
Jangan lupa vote
See u ♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Counting Your Bless
Jugendliteratur[Sequel Blind Affection ] Kala hari pemakaman orang tua nya yang terakhir di hari yang mendung. Archie sendirian menunggu salah satu dari saudara nya untuk merundingkan kemana dia akan dipindah asuh kan. Dan pada detik itu semua kehidupannya beruba...
