Part 31-Kekhawatiran

211 31 1
                                    

"Sakura!" Seru Umika yang segera memeluk gadis itu. Entah apa yang menyebabkannya begitu antusias hingga membuat seluruh mata yang ada di Jurer tertuju pada keduanya, terlebih Sakura yang sejak pagi menghilang setelah tidak sadarkan diri selama beberapa waktu.

Sakura mematung dalam posisinya, ketika matanya berputar kepenjuru ruangan hanya untuk menyaksikan tatapan tajam yang diarahkan padanya dan Umika, sementara tangan dari gadis berambut pendek itu masih terus melilit sebagian tubuhnya dengan erat, membuatnya kesulitan bernafas.

"Kau kemana saja? Membuatku cemas, aku sampai berpikir seseorang telah menculikmu." Umika berbisik pelan. Tidak membuat gadis itu memberikan tanggapan selain nafasnya yang terdengar semakin berat.

"Bisakah kau melepaskanku dulu? Posisi ini terlalu mencolok." Umika mengangguk mulai melonggarkan pelukannya, saat itulah ia baru sadar wajah Sakura yang sudah hampir memucat.

"Maaf." Ucapnya sambil tersenyum malu.

Sakura menghelah nafas dengan perasaan lega. Sesaat ia sadar hampir tak bisa menahan ekspresinya ketika memasuki Bistro dengan sambutan tersebut. Meski luka yang ada di tubuhnya telah sembuh bukan berarti bekasnya sudah menghilang, ia masih bisa merasakan ngilu pada beberapa bagian terlebih saat Umika memeluknya. 'Rasanya aku hampir mati.'

"Kau dari mana saja Sakura? Umika sangat mencemaskanmu, tidak seharusnya kau pergi saat kondisimu masih terluka." Tanya Noel, bersamaan dengan suasana Bistro yang kembali cair.

Tsukasa dan Sakuya langsung beralih pada makanan mereka, ketika Toma menghampiri meja keduanya. Dan Kairi yang kembali memperhatikan poselnya. Noel baru saja menghabiskan sarapannya saat Toma datang untuk mengabil piring ketika melontarkan pertanyaan tersebut, yang mendapat respon cepat dari Umika.

"Benar, bagaimana bisa kau pergi bagitu saja saat ra..." Gadis berambut pendek itu tidak berniat melanjutkan kalimatnya ketika menyadari tatapan Sakura yang berubah tepat sebelum ia ingin menyelesaikan kalimatnya barusan.

'Sepertinya aku telah salah bicara.' Pikir Umika sebelum merasakan tangan kanannya yang tercengkram oleh sesuatu saat bisikan halus itu berkata.

"Bawa aku ke kamarmu... sekarang!"

-----

"Jadi, bagaimana menurutmu?" Tanyanya pada pria itu yang mengenakan baju bedah penuh keringat.

Sesekali orang itu menyeka dahinya yang agak basah, saat melirik sosok yang ada di depannya dengan pandangan takut. Bukan karena penampilan orang itu yang lumayan mencolok, dengan topi yang menutupi sebagian besar wajahnya, maupun tangan kiri orang itu yang sedang memainkan api berbentuk bola. Melainkan karena pria itu tahu ia bisa mati kapan saja, dihadapan Doble Gold itu yang tidak lain adalah Zanjio Delma.

"Aku mengerti, aku akan mempersiapkan semuanya dan nanti malam akan terjadi pemadaman bergilir di Distrik Tokyo, Kanagawa dan Chiba. Jika hal itu sampai terjadi pasti akan terjadi kekacauan di...." Pria itu berhenti ketika zanjio memotong ucapannya sambil tertawa.

"....Sepertinya kau sudah salah menaggapi kalimatku, Corbin. Aku hanya bilang jika aku membutuhkan kekuatanmu, apa aku pernah meminta masukan darimu? Tidak, kau hanya perlu bertindak karena semua rencana nona hanya datang dariku tanpa terkecuali."

Zanjio beranjak dari tempat duduknya untuk mendekat dan menepuki pundak belakang Dokter bedah itu. Sementara Corbin yang sebelumnya berusaha tenang mulai berpikir jika usahanya akan sia-sia, ia semakin menjadi gugup dengan perasaan takut saat tepukan itu mendarat.

"Ba-baiklah, aku akan mendengarkan." Pria itu mulai terbata, karena merasa sudah diujung tanduk.

Setelah berkata demikia Corbin akhirnya mendengarkan rencana Zanjio yang ingin mengumpulkan banyak manusia untuk dijadikan samaran. Dalam diam, ia memperhatikan dengan seksama namun berusaha tidak menunjukkan ketertarikan maupun ketidak setujuannya mengenai rencana tersebut, sampai gangler itu mengulik tentang rumah sakit tempat Corbin bekerja yang menarik responnya secara spontan.

LUPIN BLACK - The Mysterious Treasure HunterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang