"Umika! Umika.....Umika bangun, hei Umika.....!"
"Tidak, tidak.....Sakura! Hah...hah." Seru Umika yang sontak terbangun dengan suara yang separuh berteriak, langsung mengundang mata para pejalan kaki yang memandanginya dengan heran. Sementara kedua temannya Toma dan Kairi yang kala itu sedang berdiri di dekatnya hanya bisa menutup muka.
"Yaampun....kau membuat kami malu saja." Ledek Kairi.
"Huh! Di mana aku?" Tanya Umika yang masih setengah sadar dengan pandangannya yang masih berbayang.
"Kita ada di taman." Jawab Toma yang langsung berpindah kehadapan gadis itu.
"Toma? Hah.....apa-apa yang terjadi? Kemana gangler, para sandra dan para Patranger apa mereka baik-baik saja?" Ujarnya yang langsung beranjak dari tempat duduk setelah melemparkan banyak pertanyaan karna kaget ketika menatap seluruh bagian taman yang kembali normal dengan beberapa orang yang tengah duduk dan berjalan di sekitar mereka.
"Apa yang terjadi?" Gumamnya bingung. Sementara di sisi lain tanpa ia sadari Toma yang sejak tadi berdiri di dekat mereka terus memperhatikannya.
Kairi berjalan kearah gadis itu, sembari menepuk pelan kepala mungilnya dengan telapak tangannya yang lebar. "Kau baik-baik saja, pasti sulit ya? Tenang saja lain kali pasti ada kesempatan." Ujar Kairi yang membuat Umika memandanginya dengan heran sebelum pemuda itu mengarahkan ponsel miliknya yang masih menyala.
Umika menatap diam kearah benda kecil itu yang menampakkan dengan jelas, bekas kiriman pesan dari Sakuya yang membuatnya teringat kejadian tadi pagi saat ia sedang menunggu pemuda itu di tempat ini. Sebelum pesan itu muncul yang berisikan permohonan maaf Sakuya padanya karna tidak bisa menemuinya pagi ini.
Iya aku sedang menunggunya, aku sudah menunggunya dari tadi pagi di tempat ini. Tapi bukankah setelah itu....Umika tidak melanjutkannya tatkala bayangan serangan gangler itu kembali terbayang di pikirannya dan juga ucapan Sakura. Apa-apa yang sebenarnya terjadi, apa itu semua hanya mimpi burukku. Batin Umika yang berberapa kali melirik kebagian taman yang masih terlihat sama.
"Ini sudah larut, sebaiknya kita pulang sekarang." Ujar Toma pada mereka berdua. Kairi yang mendengar itu hanya mengangguk sambil memasukkan kedua tangannya pada saku jacket sebelum mengikuti pria itu dari belakang.
"Cepatlah Umika, kau mau tidur di luar malam ini?" Sahut Kairi sambil tersenyum yang langsung menarik perhatian gadis itu dengan wajah kesal.
"Iya aku mengerti!" Tukasnya yang langsung menyusul kedua temannya itu.
-----
Di tempat lain, Sukasa yang tengah tertidur juga di kejutkan dengan suara panggilan yang tiba-tiba membangunkannya. "Hah! Bahaya semuanya menghindar!" Jeritnya yang tiba-tiba langsung menodongkan Vs Changer ke depan. Melihat itu langsung membuat kedua rekannya, Keichiro dan Sakuya benar-benar kaget. Hingga membuat Sakuya yang waktu itu sedang mengeluarkan mobil dari parkiran menginjak rem secara mendadak.
BRUK!
Bunyi benturan terdengar dari dalam mobil di susul oleh suara ringisan ketiga Patranger itu yang kembali memperbaiki posisi duduk mereka sembari mengusap bagian wajah dan tubuh yang sempat terbentur."Aduh....wajahku. Apa-apaan ini Sakuya kau ingin membuat kita celaka!" Ucap Keichiro dengan kesal sambil memegangi jidatnya yang sempat membentur kaca depan mobil polisi.
"Maaf! Aku terkejud karna Sukasa menodongkan Vs Changernya tadi." Ujar pemuda itu dengan kepala yang tertunduk.
"Benar juga, Sukasa apa yang terjadi? Berbahaya menodongkan senjata seperti itu di dalam mobil, kau sadar apa yang kau lakukan?" Tanya Keichiro saat berbalik pada Patren Sangou itu yang langsung mengangguk ketika mendengarnya bicara.

KAMU SEDANG MEMBACA
LUPIN BLACK - The Mysterious Treasure Hunter
FanfictionLupinranger, pencuri harta karun yang dibicarakan semua orang. Serta Patranger, para polisi yang berjuang demi perdamaian. Satu tahun setelah pertarungan terakhir melawan Dogranio Yabun, akhirnya para Lupinranger kembali. Informasi mengenai para Lup...