Medusa sedang memperhatikan gelas kaca di mejanya yang kini sedang di isi oleh Empusa. Dengan cepat cairan merah dari anggur premium yang keluar dari lubang botol di tangan pelayan gangler wanita itu memenuhi gelas. Membuatnya berganti warna.
Setelah menutup kembali, lubang dari botol di genggamannya Empusa segera mempersilahkan gelas itu pada Nyonyanya. Sebelum melangkah meninggalkan ruangan tepat setelah tangan Medusa menarik gelas itu.
Desisan ular segera memenuhi ruangan yang kini hanya berisi dua gangler di dalamnya.
Dengan kondisi ruangan yang cukup sepi, tanpa mempedulikan gangler di hadapannya yang mungkin agak takut saat melihat ular-ular hidup yang terus menggeliat di kepalanya. Wanita itu menengguk anggur di gelasnya hingga habis tak bersisa.
"Jadi, apa yang bisa kau tawarkan padaku?" Tanya Medusa dingin, setelah menghabiskan tetes terakhir minumannya. Membuat lawan bicaranya menjadi semakin ketakutan. Namun tidak berniat meninggalkan ruangan.
"Sesuatu yang tidak akan mengecewakanmu Nyonya."
Jawab gangler itu dengan penuh keyakinan, yang seketika menarik tawa sang Gangler terkutuk. Medusa Forkisen.
"HAHAHAHA...." Tawa Medusa terdengar hingga keluar ruangan. Balasan gangler itu benar-benar membuatnya puas, seolah apa yang selama ini ia harapkan sudah ada di depan matanya. Dengan lembut ia meraih salah satu helai rambut ularnya. Lalu dengan cepat menariknya hingga terputus.
Tidak banyak ekspresi yang ditunjukkan oleh wanita itu saat melihat ular yang selama ini telah menemaninya kini telah mati di tangannya. Menunjukkan jika gangler itu sama sekali tidak memiliki hati, bahkan pada bagian tubuhnya sendiri.
"Jangan sia-siakan kesempatan yang kuberikan." Ujarnya sembari mengulurkan tubuh ular mati yang hanya tersisa separuh itu.
Gangler tersebut menerimanya sambil tersenyum.
Tanpa menunggu aba-aba apapun dari Medusa. Ia menelan tubuh ular itu.
"Aaaaggggrhhhhh....!"
Erangan demi erangan terus keluar dari mulut sang gangler yang berusaha menahan sakit yang luar biasa. Perlahan tapi pasti bayangan tubuhnya semakin besar di dalam ruangan. Seluruh otot beserta tulang di tubuhnya di paksa untuk tumbuh cepat. Membuat kulit-kulitnya yang keras terkoyak bersama darah segar yang keluar dari sana. Bagian tubuh lain juga ikut tumbuh, seperti dua buah capit kepiting miliknya, yang bertambah menjadi empat buah.
Transformasi yang cukup menyakitkan itu bahkan sampai membuat tubuh sang gangler hampir tumbang. Wajahnya pucat dan seolah tidak peduli lagi dengan hal yang ada di sekitarnya ia bahkan dengan senang hati menabrakkan tubuhnya kearah dinding dan barang-barang yang ada di sana. Berharap rasa sakit itu segera hilang.
Medusa hanya memperhatikan semua itu dengan wajah tersenyum. Seolah pemandangan mengerikan itu adalah hal yang menarik baginya. Ia yang sebelumnya berhenti tertawa perlahan-lahan kembali tertawa, bahkan dangan suara yang lebih kencang dari sebelumnya hingga beberapa gangler yang berada di luar markas pun bisa mendengar bagaimana tawa iblis wanita itu menggema.
Empusa bergidik ngeri mendengar semua suara itu dari ruang berbeda. Ia bahkan hampir menjatuhkan botol anggur yang dibawanya, karena tubuhnya yang bergetar. Firasat buruk langsung memenuhi pikirannya, mengingatkannya akan kenangan buruk di masa lalu yang hendak ia lupakan.
Rasa sakit yang sama. Batin gangler hasil eksperimen itu, yang tanpa sadar menyentuh brangkas di punggungnya.
"Nyoya Medusa,benar-benar melakukannya lagi."
"Apa ini.... pilihan yang tepat?"
-----
Saat kejadian itu terjadi Zanjio berada di tempatnya yang ada di dunia gangler. Ia sedang bersama dengan Noreant yang memandanginya dari jarak beberapa meter dengan jijik.

KAMU SEDANG MEMBACA
LUPIN BLACK - The Mysterious Treasure Hunter
FanfictionLupinranger, pencuri harta karun yang dibicarakan semua orang. Serta Patranger, para polisi yang berjuang demi perdamaian. Satu tahun setelah pertarungan terakhir melawan Dogranio Yabun, akhirnya para Lupinranger kembali. Informasi mengenai para Lup...