"Jadi ini kamarnya?" Tanya Kairi pada Toma.
"Iya." Ucap Toma.
"Baik ayo!"
Pintu terbuka, Lalu tampak sesosok gadis yang sedang duduk di atas ranjang pasien dengan rambut hitam panjangnya yang terhembus oleh angin. Namun hal yang paling mengejutkan ketiganya adalah, saat mereka mengenali siapa gadis itu.
"Sakura!" Sahut Umika pada gadis itu.
Sakura membuka matanya lalu melepaskan kedua Earphone yang tersangkut di kedua telinganya dan beralih kepada para Trio Jurer yang sejak tadi terpaku menatapnya dengan pandangan yang aneh di depan pintu.
"Ada apa dengan kalian? Seperti baru melihat hantu saja." Ucap Sakura.
"Kenapa kau di sini, seharusnya yang disinikan ....Hmp! Hmp!" Kairi tidak melanjutkan ucapannya saat sebuah tangan tiba-tiba menutup mulutnya.
"Aha, jangan dengarkan dia. Dia salah bicara." Ucap Umika sambil memegangi mulut Kairi.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu? Ini memang kamarku." Balas Sakura.
"Apa, apa kita salah kamar?" Tanya Umika sambil melihat kearah Toma.
"Tidak, jadi itu kau! Kau adalah, Lupin Black?" Tanya Toma sambil menatap kearah Sakura yang ada di depannya.
Seketika mendadak menjadi sepi saat semua pandanga tertuju pada Sakura yang sedang duduk diatas ranjangnya.
"A-apa maksudmu Toma itu ...."
"Benar. Aku memang Black, Lupin Black senang bertemu kalian para Lupinranger." Ucap Sakura sambil menatap kearah Kairi, Toma dan Umika.
Sontak suasana menjadi hening, para Trio Jurer terdiam setelah mendengar pengakuan gadis itu. Sebelum akhirnya Umika berjalan ke arah ranjang dan meletakkan keranjang buah yang ia bawa di sana, lalu mengambil kotak yang ada di tangan kairi dan membukanya di depan wajah Sakura.
Kotak terbuka dan langsung memperlihatkan isi yang ada di dalamnya, sebuah Vs Changer dengan Black Dial Fighter tersusun bersebelahan di sana. Sakura melihat kedalam kotak lalu beralih pada wajah teman lamanya itu, yang sudah tidak bisa menenangkan dirinya lagi. Kenapa Kogurei harus memperkerjakan mereka, menyebalkan. Pikirnya.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Sakura lalu kembali beralih pada hp nya yang tergeletak di ranjang.
"Jelaskan semuanya padaku kenapa kau menjadi seorang Lupinranger Sakura, ini bukan dirimu?" Sambil menatap wajah Sakura.
"Benarkah!" Sahut Sakura memecahkan suasana.
"Kau yakin tidak salah orang?" Sembari beralih pada wajah Umika dengan ekspresi yang dingin.
Umika membisu, belum pernah ia melihat sikap Sakura yang begitu dingin kepadanya. Namun sekarang? Kejadian ini sudah memperlihatkan dengan jelas fakta yang harus ia terima. Bahwa temannya itu kini bukan lagi orang yang sama.
"Hei, Umika ada apa denganmu?" Tanya Kairi sembari menarik lengan baju Umika. Sementara Toma mengambil kotak berisi Vs Changer dan Black Dial Fighter yang ada di tangan Umika, lalu meletakkannya di ranjang.
Umika mengalihkan pandangannya dari Sakura, kekecewaan yang tergambar jelas diwajahnya. Sakura melihat itu namun tidak ingin mengambil pusing, karna ia tahu saat kau sudah memilih jalan ini segalanya tidak akan berjalan seperti yang kau harapkan. Maaf Umika, perasaanmu hanya akan memperburuk keadaan. Karna itulah aku disini. Tutur Sakura dalam hatinya.
-----
Di saat yang sama....
SRUK!
Pintu ruangan terbuka lalu Keichiro masuk dengan wajahnya marahnya disusul oleh Sukasa dan Sakuya yang berada di belakangnya. Melihat itu Komandan Hiltof dan Jem saling berpandangan sementara Noel yang juga ada di sana hanya terdiam.

KAMU SEDANG MEMBACA
LUPIN BLACK - The Mysterious Treasure Hunter
FanfictionLupinranger, pencuri harta karun yang dibicarakan semua orang. Serta Patranger, para polisi yang berjuang demi perdamaian. Satu tahun setelah pertarungan terakhir melawan Dogranio Yabun, akhirnya para Lupinranger kembali. Informasi mengenai para Lup...