Rieldina Areno Husain, singkatnya dipanggil Reno. Untuk menggambarkan diri Reno adalah sulung Husain yang hanya berbeda 10 menit dari adik kembarnya.
Dia suka menggambar. Apapun yang dia lihat selalu dia torehkan dalam kertas sketsa. Lebih lanjutnya Reno tidak bisa menjelaskan.
Menjadi sulung Reno harus selalu selangkah lebih depan dari adiknya. Abaikan jarak mereka yang hanya 10 menit itu.
Reno tumbuh sebagai garda terdepan. Selalu terbiasa untuk mampu memahami semua situasi. Situasi dimana dia tumbuh tanpa seorang ibu misalnya.
Iya, ibunya meninggal saat berusaha menghadirkan dia dan adiknya ke dunia. Pendarahan katanya.
Reno dibesarkan oleh sosok yang dipanggil mbak Linda hanya sampai usia tujuh tahun. Karena setelahnya mbak Linda memutuskan untuk berhenti bekerja.
Sejak saat itu Reno tumbuh dan berkembang sendiri. Belajar memahami hal-hal disekitarnya sendiri. Karena itu beberapa orang menganggapnya begitu pintar. Ayahnya pasti bangga, katanya.
Ngomong-ngomong soal ayah, dia adalah seorang psikiater sekaligus pemilik rumah sakit swasta di tengah kota yang punya nama yang bagus. Maksudnya jika dijadikan rating mungkin saja rumah sakit ayahnya mendapat rate 4/5. Iya sebagus itu.
Mungkin karena itu juga ayah jarang sekali di rumah. Lucunya ayah selalu mengobati mental setiap pasiennya dengan baik tapi mengabaikan mental putranya. Selalu titik disebrang lautan jauh lebih menarik dilihat dan diperhatikan dari pada gajah di pelupuk mata. Maaf Reno bingung bagaimana menggambarkannya.
Demi apapun Reno sebenarnya tidak peduli pada dirinya. Dia bisa mengurus dirinya sendiri. Tapi adiknya ??
Reno hanya berfikir adiknya masih butuh ayahnya. Dia tidak apa-apa tidak diperhatikan tapi tolong perhatikan adiknya. Walaupun jauh dalam lubuk hatinya Reno ingin perhatian yang sama.
🌓🌓🌓
Saat itu Reno sudah kelas lima sekolah dasar. Reno datang ke rumah sakit ayahnya. Sendirian.
Langkahnya ringan terlalu hafal ruangan dimana ayahnya berada. Tapi langkahnya malah terhenti di taman samping rumah sakit yang banyak tanaman. Sejuk tapi hati Reno panas. Panas sekali.
Saat itu untuk pertama kalinya Reno merasa begitu cemburu. Hati kecilnya menjerit.
Ayahnya yang hanya bisa dia temui saat weekend tampak begitu perhatian pada sosok anak lainnya.
Ayahnya menggendong anak itu dengan tangan naik turun pada punggungnya. Tangan Reno tanpa sadar terkepal. Air matanya mengalir saat samar-samar suara ayahnya terdengar.
"Shuttt tidak apa-apa Naka, ayah disini"
Reno menghapus air matanya. Berbalik dan bersumpah siapapun Naka Naka itu dia adalah orang jahat!
Mengambil ayahnya bahkan tanpa sempat Reno miliki.
🌓🌓🌓
Lalu satu tahun kemudian tepat saat Reno baru saja menyelesaikan hari terakhir ujian nasional sekolah dasarnya. Suatu kabar mengejutkan menghampirinya.
Ayahnya ingin menikah lagi. Saat itu Reno tertawa sumbang. Dia hanya anak dua belas tahun bisa apa suara kecilnya ??
Suaranya yang ingin menolak tentu hanya seperti bisik angin lalu. Tidak berarti.
Berbeda dengannya adiknya tampak jauh lebih berbesar hati. Dengan polos mengangguk bahagia akan dapat 'ibu' baru.
"Hey.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nakala ✓
FanfictionMinggu pertama dan ketiga milik mama. Minggu kedua dan keempat milik papa. Tenang, bolak balik dua rumah gak terlalu lelah kok. Cuman bikin muak aja. 🏅#1 nct pada masanya 🏅#1 00l pada masanya 🏅#1 nctlokal pada masanya
