Pagi ini suasananya aneh sekali, Naka tidak tau hanya saja rasanya begitu sendu. Bunda diam saja, Arsen apalagi.
Tadi malam Arsen tertidur di kamarnya setelah puas menangis seolah dia baru saja disiksa. Kemudian papa ah lupakan si tua satu itu pasti tengah sibuk di ruang kerjanya. Padahal jelas-jelas sekarang hari libur. Tanggal merah.
Naka mendesah memilih mendekat pada bunda saja. Memperhatikan bunda yang tengah menyiapkan mereka sarapan.
"Mau bikin sarapan apa bund ??"
"Kalau adek maunya apa ??"
Naka diam tidak tau ingin apa untuk sarapan. Kemudian Arsen turut duduk disebelahnya dalam diam.
"Terserah bunda aja deh"
"Hm apa ya ?? Kalau Abang maunya apa ??"
Arsen mengangkat pandangan menatap bunda dan Naka bergantian.
"Bikin kimchi bogumbab kayak di drama tadi malam aja bund"
"Kimchi bogumbab ??" Naka menoleh penasaran.
"Nasi goreng"
"Nasi goreng ?? Gak mau nasi goreng" katanya dengan bibir yang tercebik. Hanya begitu tapi entah kenapa Arsen mampu menarik bibirnya naik.
"Tadi katanya terserah gimana sih dek"
"Tapi gak mau nasi goreng bunda"
Bunda hanya menggeleng dan memilih mengambil roti tawar.
"Sandwich saja ya ?? Bunda malas buat yang ribet"
Naka mengangguk semangat.
"Di panggang ya bunda sandwichnya"
"Okeeee"
Memperhatikan bunda yang tengah menyiapkan sarapan Naka dan Arsen hanya diam sampai keduanya merasakan usapan diatas kepala mereka secara bersamaan.
"Serius sekali"
"Hehe pagi papa"
"Pagi sayang"
Setelahnya mereka sarapan dengan damai. Ya tentu saja karena ada papa. Kalau tidak mungkin Naka sudah menjadi penonton kerusuhan bunda dan Arsen yang kesekian kalinya.
🌓🌓🌓
Jangankan orang lain, Reno bahkan tidak pernah tau apa yang sebenarnya dia pikirkan. Karena di pagi hari ini tiba-tiba saja dia sudah ada di depan pintu rumah Papa Naka. Sendirian.
Entah apa yang terjadi pada dirinya tau-tau dia berjalan ke sini. Benar-benar berjalan tanpa kendaraan apapun.
Dia mendesah sayang sekali kalau langsung pulang, paling tidak ayo temui Naka dan ucapkan permintaan maaf untuk kata-katanya yang keterlaluan kemarin.
Memencet bel pintu dia meremas tangannya pelan. Dia tiba-tiba merasa gugup tanpa sebab. Mungkin karena ini pertama kalinya dia datang kemari tanpa Jiel ataupun ayah dan mama.
Menunggu beberapa saat pintu di hadapannya terbuka. Reno berkedip saat yang membuka pintu adalah Arsen. Keduanya kompak mengalihkan pandangan saat sama-sama terpekur sejenak.
"Ngapain ??"
Reno berdehem sejenak.
"Nakanya ada ??"
Arsen mendengus tapi setelahnya membuka pintu dengan lebar.
"Masuk gih lagi di halaman belakang kasih makan ikan"
Reno mengangguk dengan canggung memasuki rumah besar milik papa Naka.
Wah Reno baru sadar ini. Daripada ayah, papa Naka jauh lebih kaya. Lihat saja interior rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nakala ✓
FanfictionMinggu pertama dan ketiga milik mama. Minggu kedua dan keempat milik papa. Tenang, bolak balik dua rumah gak terlalu lelah kok. Cuman bikin muak aja. 🏅#1 nct pada masanya 🏅#1 00l pada masanya 🏅#1 nctlokal pada masanya
