Hari ini adalah hari mencuci. Tak ingin menunda pekerjaan, aku pun berjalan untuk mengambil pakaian kotorku beserta pakaian adik sepupuku. Ya, kemarin bibi menitipkan anak-anaknya dirumahku. Kebetulan aku memang tinggal sendirian di apartemen yang besar ini.
Sebelum aku sempat membuka tutup mesin cuci, suaraku tertahan ketika melihat bercak darah. Segera tanganku bergerak membukanya.
Terlihat potongan tubuh yang sudah tak karuan di dalam mesin cuci. Irisku mengerjap, memproses apa yang terjadi setelah keterkejutanku.
Beberapa menit kemudian, gelak tawa keluar dari mulutku, menyadari sesuatu.
Aku lupa, kemarin baju mereka kotor dan mereka tidak mau membukanya. Karena jengah mendengar bantahan juga rengekan mereka, kumasukkan saja tubuh mereka yang masih berbalut pakaian kotor tersebut. Jadi aku tidak susah-susah lagi di hari mencuci ini.
Hahahahaha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putaverunt
Short Story"Putaverunt, yang artinya pikiran. Di mana buku ini hanya berisi cerita pendek yang berasal dari pikiranku." Goresan pena penuh kegelapan mulai menghantuiku. Tak ingin sia-sia, segera kutuai dalam sebuah kertas putih bersih, membagikannya ke pada si...
