Hari ini mamaku pulang!
Aku sangat senang sampai-sampai tidak tau harus berekspresi seperti apa. Jadinya, wajah datar saja yang kupasang seharian ini.
Hm, tapi wajah datar itu berubah menjadi asli ketika orang-orang mulai membandingkanku dengan kakakku yang sudah meninggal. Oh ..., aku tau, ini pasti karena aku yang belum menjadi anak yang baik makanya mereka membandingkanku.
Eh, tapi aku beneran kesal lho saat mereka mengatakan hal itu. Tapi yah, aku hanya bisa memasang mode palsu, haha.
Tapi mode palsu itu tidak bertahan lama. Seiring berjalannya waktu, aku muak. Dan aku sadar kalau aku ini hanyalah boneka mereka. Kakakku adalah boneka yang sempurna--ah, juga kesayangan. Sedangkan aku adalah boneka yang cacat dan tak berguna.
Hm, aku jadi makin penasaran ... Apakah aku masih dicap seperti itu saat mereka melihatku sebelum tanganku mencabut nyawa mereka di depan mata mereka sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Putaverunt
Short Story"Putaverunt, yang artinya pikiran. Di mana buku ini hanya berisi cerita pendek yang berasal dari pikiranku." Goresan pena penuh kegelapan mulai menghantuiku. Tak ingin sia-sia, segera kutuai dalam sebuah kertas putih bersih, membagikannya ke pada si...
