✧ Monochrome

7 3 0
                                        

Rasanya sesak, sakit, dan perih.

Mengapa aku terpilih untuk terlahir di dunia ini? Di sebuah tempat yang penuh dengan kepedihan dan kebusukan. Sebuah distopia berwarna abu-abu, persinggahan yang fana.

Aku tidak peduli jika aku mati. Malah, kurasa itulah hal yang kuinginkan. Aku mencari Akhirat, tak pernah puas dengan apa yang kulakukan. Tak pernah bisa dan tak pernah mampu untuk terbiasa dengan dunia ini.

Kemana aku harus melangkah?

Semuanya sia-sia. Rasa sepi melandaku, membuatku hanya mampu untuk tidur di kasur seraya berangan-angan ke langit-langit kamar. Penampilanku masih berantakan, tapi dapat tercium bau amis yang samar. Helaan napas keluar dari mulutku dengan kasar.

Rasa kosong serta pandangan monoton ini, kapan akan menghilang? Ratusan cairan yang mereka katakan berwarna merah itu bahkan tidak mampu menyembuhkan dan mengisi hal yang kurasakan. Bisa saja, aku lelah. Namun, bisa saja aku hanya berkontradiksi akan semua dosa yang telah kulakukan.

Lucu sekali, bukan?
Kita ini sebagai manusia.

PutaveruntCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang