Sosok itu terus saja mengetuk pintu, meminta atau lebih tepatnya memaksa untuk dibukakan pintu. "Van, aku pulang! Buka pintunya!" teriaknya masih dengan mengetukkan tangannya di pintu.
Aku menggeleng, tak ingin menuruti perintah suara itu. Ya, aku tau. Aku tau kalau suara diluar itu adalah kakakku. Ia masih saja terus-terusan memaksa untuk masuk.
Tapi hei! Gila! Mana mungkin aku membukakan pintu ketika sedang menonton berita bahwa pesawat yang ditumpanginya dari Amerika ke sini jatuh di laut 'kan?!
KAMU SEDANG MEMBACA
Putaverunt
Historia Corta"Putaverunt, yang artinya pikiran. Di mana buku ini hanya berisi cerita pendek yang berasal dari pikiranku." Goresan pena penuh kegelapan mulai menghantuiku. Tak ingin sia-sia, segera kutuai dalam sebuah kertas putih bersih, membagikannya ke pada si...
