Kasih semangat

8 6 0
                                        

"aa ....aa tau gk a? itu..itu disana-"

"huuuuusss!" salman menghentikan ucapan salma yang terlalu heboh.

"pelan pelan de....masa gitu sihhh ngomongnya, hah?"

"heee.....a salman yang dde sayaaaang...orang lagi sibuk disana buat ngurusin acara aa, tapi kok aa malah enak enakan disini? dde cape a...." cerocos salma

"bodo amat, siapa suruh ngebantuin?"

" ya ummi sama abi lah"

"yaudah, wayahna kudu di turutan"

"ih...kesel deh"

"sini de.."

Salman merangkul salma dan membawanya duduk di sofa.

"apa?" tanya salma.

"kamu jangan kesel sama aa, nanti kamu kangen loh?"

"idiiiih.....GABAKALAN"jawab salma penuh penekanan

"awas aja kalo ummi cerita kamu nangis rindu aa"

"lebay! a sebenarnya aa tuh nikah sama siapa sih? sama yang kemarin aa datengin rumahnya itu bukan? tau gk a? walaupun dede gk ikut g! tapi dde suka sama.....siapa sih namanya,? eummm...."

Salma sedikit berfikir.

"ah..ka fatimah, y dia, pokoknya dde suka sama dia" sambungnya

Tak sadar atas ucapan itu pula, salman merasa sakit hati mengingat kejadian dimana fatimah tak menginginkannya serta pernikahannya yang tak diinginkan pula.

"emang kamu gk ikut kenapa de?kok bisa? di tinggalin abi?"

"y kan dde di suruh jagain ayam di belakang rumah...dde tuh ya di sana dieeemm....aja ngeliatin ayam ayam, kan kasian a......"

"sejak kapan kita punya ayam?"

"hmm....hehe...."

Mereka tertawa lepas bersama atas perbincangan yang salman anggap lucu walaupun entahlah ucapan salma.

"setidaknya kamu senyum a, salma tau sakit rasanya, maafin salma a, salma tadi bner bner gk sengaja ngomong nikah, salma faham a, salma ngerasain apa yang aa rasain, y sakit?nangis? itu yang sekarang salma rasain tau kalo fatimah itu impian yang tak diinginkan, salma tau a, salma tau, fatimah benci aa, fatimah punya pacar dan bla bla bla..., salma sakit liat aa senyum terus ngadepin  dia yang jelas jelas dia gk mau sama sekali hidupnya ada aa, salma nangis a liat aa pura pura gk tau di saat itu, saat ka ali sama haidar saling merebut amarahnya di depan gerbang pesantren, y salma liat, salma liat a, fatimah bakalan jadi perempuan beruntung banget punya kamu a, tapi sayang, dia gk sdar keuntungannya yang di butakan cinta palsu itu, sayang kamu fatimah! mencintai haidar yang gk tau diri itu, apa kamu gk sadar fatimah? dia flayboy, salah satunya salma sendiri yang pernah ada di posisi kamu, tapi salma mau tau apa rencana alloh buat kedepannya" batin salma.
                             
                              ☆~☆

"kok beres beres sih? kamu mau pulang fat?"

Sore ini fatimah mendapat telpon dari ummahnya jika ia akan pulang hari ini juga bersama ali yang akan menjemputnya.

Sekolebat fikirannya mungkin terjadi, seperti mendadak kah? kenapa?.

"y! tadi ummah telpon"

"kapan?"

"sekarang"

"ngedadak banget fat, ada apa di rumah kamu?"

"gk tau, y mungkin ada acara ngedadak"

"oh gitu...."

"bentar doang kok san"

"y lah, harus bentar, aku nanti disini sama siapa? "

"tenang aja"

Fatimah beranjak pergi membawa sedikit barang yang akan ia butuhkan dirumahnya.

Sania ikut mengantarkan dan sementara terakhir bertemu...

"fat, jangan lama lama yaaaa..." ujar sania begitu sampai mengantar sahabatnya.

"iyaaa insyaalloh, y kan a?" jawab fatimah beralih kepada ali yang sudah berada disana.

Ali hanya tersenyum

"tuhh...kan, yaudah y san aku berangkat dulu"

"hati hati y fat,"

"yy assalamualaikum"

"waalaikumsalam".

Selama di perjalanan tak ada suara apapun dari ke2nya hanya saja suara kendaraan yang berlalu lalang melewatinya.

Ali tak suka suasana seperti ini jika bersama fatimah, biasanya akan ramai bersamanya walaupun hanya bercakap tak bertema ataukah canda tawa ataukah ini...itu dan lainnya.

Namun ada semacan rasa ragu pada ali kali ini.

"a, kok sepi?" ujar fatimah memecah keheningan

"hah? sepi apa?" jawabnya ragu

"gk biasanya loh aa dieum, biasanyakan kalo ada fatimah suka ngomong banyak, rindu gitu maksudnya, tapi kok sekarang kaya batu"

"kan lagi fokus jalan neng"

"emang kemaren enggak?"

"ah..gitu we pokoknya"

"eh a! sebenernya dirumah ada apa sih? fatimah tuh setengah seneng setengah sedih"

"loh kok gitu?"

"senengnya y, fatimah bisa pulang, bisa ketemu abah, ummah dan sama orang guannteengnya alabatan, aa ali abangnya fatimahhh"

"lebay ah..."

"trs sedihnya, fatimah takut di rumah ada apa apa a, ngapain coba ummah kasih taunya ngadadak?"

Ali hanya tersenyum tanpa memberi jawaban.

Abahnya mengingatkan agar diam saja jika fatimah banyak bertanya.

"apa sih a? kok malah senyum?"

"emang gk boleh? nanti juga kamu tau neng, sekarangmah kita turun yuk"

Mobilnya kini sudah tersimpan rapih di garasi, Ali dan fatimah keluar hampir bersamaan.

Saat fatimah keluar dari mobil, ia terkejut melihat suasana sekitar rumahnya.

Ia diam seribu tanya, rasa bahagia mengalahkan kecemasannya yang semula menjadi bagian dari 2 perasaan teka tekinya.-
-
-
-

FATIMAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang