udah SAH

14 5 0
                                        

22.30 pm
Huft!

Lelah sekali acara hari ini, hampir semua orang mengakui itu, di ma'lumlah pastinya....

Malam ini adalah malam pengantin salman dan fatimah, atau yang selalu di sebut malam pertama, orang-orang menganggap malam pertama itu adalah malam yang indah, tetdapat nikmat dunia disana.

Namun tidak untuk salman! rasa canggung, hening, asing,  itu tak biasa baginya bersama fatimah.

Suara shower menghiasi kamar fatimah!
Pernikahan yang tidak diinginkan fatimah, maka dari itu seperangkat yang bersangkutan dengan pernikahan pula tak ia inginkan.

Selama shower itu di nyalakan, fatimah menggunakan mesempatan itu untuk menghubungi haidar.

Maksud dari shower itu adalah jika terdapat salman yang sedang memakainya didalam kamar mandi, itu menjadi sebuah kesempatan besar bagi fatimah.

1 2 3 4× fatimah mencoba menghubungi haidar, tak ada jawaban darinya, namun fatimah bukanlah orang yang gampang sekali menyerah, ia mencoba kembali menghubungi haidar dan sampai hasilnyapun memuaskan.

"kenapa kamu jahat? kenapa kamu tega? kamu biarin aku nimah sama orang lain? orang yang bner bner aku benci, kenapa kamu gk datang malik? aku masih cinta sama kamu, aku masih sayang sama kamu" deru tangisnya menyertai ucapan fatimah

"enggk! dia ngancurin hidup aku malik, dia ngancurin semua impianku, aku benci dia....aku benci dia"

TREKKK

Fatimah segera mewaspadai suasana yang akan ia hadapi, salman telah keluar dari kamar mandi, kapankah ia mematikan showernya? apakah dia mendengarkan semuanya? .

Namun dilihat dari raut wajah salman, tidak terlihat kesedihan disana.

Fatimah segera mematikan telponnya dan segera menyerka air matanya serta mengoptimalkan posisi duduknya agar terlihat senyaman mungkin.

"fatimah?..."panggil salman yang sangat mengejutkan fatimah.

Fatimah sangat takut jika tiba- tiba salman akan menagih haknya, sedang ia tak mencintai salman, tidak akan mungkin bukan melakukannya, bukankah itu sebuah kebohongan? ahhh....gk tau deh

"udah malem....tidur, nanti bangun kesiangan"

Hampir saja, baru saja fatimah bakalan kabur buat kalimat yang bakaln salman katakan, tapi yaahhh ketakutan yang ada.

Fatimah menuruti salman, ia beralih menunu ranjangnya tanpa satu patah katapun, ia langsung membatingkan tubuhnya membelakangi yang mungkin fatimah siapkan untuk salman, dan ia menutupi semua tubuhnya dengan selimut.

Salman yang melihat itu hanya tersenyum getir, sakit? mungkin salman harus melanjutkan kisahnya dimulai dengan rasa sakit.

Apakah itu adab seorang istri kepada suaminya yang tidak mengajak tidur bersamanya?, bahkan fatimah tak memberi satu patah katapun untuknya.

Namun tak masalah, untuk sekedar menenangkan tubuh, ia cukup berbaring di sofa empuk saja, itung itung di kasur aja hihi...soalnya empuk buangget.

Hati salman menangis, aoa yang terjadi? salman mendengar semuanya, semua yang telah fatimah ucapkan tentang dirinya kepada seseorang di sebrang sana.

Apakah fatimah lupa? kamar mandinya itu tidak kedap suara, sampai suara showerpun tak mengganggunya.

Benci?  penghancur hidup? penghancur impian?

Apa semua itu? pantaskan seorang istri berbicara seperti itu kepada suaminya? apalagi ia ucapkan itu kepada laki laki lain, kepada orang yang sedang fatimah cintai.

Malam pertama yang dasyat kenikmatannya, kenikmatan untuk selalu berserah diri, serta meminta kepada alloh dalam sebuah ibadah.

                               ☆~☆

Fatimah membuka matanya perlahan, memfokuskan pandangan serta fikirannya dari alam mimpinya.

03.00 AM

Fatimah biasa bangun di waktu sepertiga malam untuk melaksanakan sholat malam dan kegiatan baik lainnya.

Ia sedikit merapihkan rambutnya yang mungkin berantakan. Namun...

Fatimah heran mengapa ia masih mengenakan jilbabnya? sedangkan ia takkan lupa melepas jilbabnya itu ketika tidur.

Ohh tidak! fatimah lupa dirinya sudah menikah dan bersuami, segera ia mempercepat penglihatannya kesekeliling kamarnya. Siapakah yang sedang ia cari? namun ia tak mendapati diapapun disana.

Hanya saja terdeengar seseorang yang sedang menggunakan air di kamar mandi, apakah itu suaminya?.

Fatimah berniat menghampiri sumber suara, ngecek aja, gk lebih kok...

Namun belum sempat ia kabulkan niatnya itu, pintu kamar mandinya terbuka, menampilkan seorang pria gagah berkulit putih, berbaju kaos, serta celana jeans panjang dan....ia keluar dalam keadaan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.

MENGERINGKAN RAMBUT? perlu di garis bawahi

Fatimah terkejut melihatnya, apa yang terjadi semalam? tidaaaak...jika benar begitu, entah apa yang harus fatimah lakukan? malukah? atau marahkah?.

"fatimah..." lirih salman sejenak menghentikan yang sedang di lakukannya.

"sana gih mandi"sambungnya dan berjalan dengan santainya melalui fatimah.

Apa maksud ucapannya itu?

"mmma....ma...mandi?"

Salman menghentikan yang sedang ia lakukan dan berbalim mengarah fatimah.

"iya mandi....kamu gk gerah? kamu suka mandikan?"

"i...i...iiiya, ma..mmandi apa?" tanyanya polos....huh takut tuh...

Salman tersenyum

"mandi apa? mandi biasa kamu gimana?"

"ke..keramas? mmaksudnya harus kkeramas?"

Salman ternganga, ia tertawa samar menyaksikan prilaku istrinya yang di anggap lucu.

"terserah kamu...mau di mandiin?"

"astagfirulloh"ujar fatimah tersadar.

Ternyata tidak ada yang untung dan rugi semalam haha....kan malu jadinya.
-
-
-
-
-

FATIMAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang