SHEYRA - 16

773 53 0
                                        

«««Selamat membaca, semoga suka. Budayakan meninggalkan jejak sebelum beralih ke yang lainnya^o^»»»

—typo mohon ditandai


Dua minggu telah berlalu. Sheyra,gadis itu sudah kembali sekolah seperti biasanya. Namun akhir-akhir ini dia menyendiri bahkan menghindari kerumunan. Beriringan dengan seseorang pun sering kali membuat gadis itu ketakutan. Dia benar-benar takut, trauma dibully oleh kakak kelasnya. Soal Riska, cewek itu telah di skorsing oleh BK dan jika mengulangi hal yang sama maka akan di drop out dari sekolah.

Kembali ke Sheyra, gadis itu selalu menyendiri sekarang padahal siswa-siswi mulai akrab dengannya. Dia masih trauma,ingat itu. Kini Sheyra berada di kelas,dia tidak ke kantin. Tadi pagi pun meminta bundanya untuk membuatkan bekal.

Pintu kelas yang sedikit tertutup, terbuka membuat Sheyra kaget dibuatnya begitupun dengan orang yang membagikannya.

"E maaf Shey gak tau kalo ada lo hehe," itu Parviz teman sekelasnya dan juga teman dekat Alka.

"Gak pa-pa." Sheyra kembali menatap makanan didepannya,gadis itu harus segera makan dan minum obat. Dia harus sembuh walaupun kecil kemungkinannya.

Parviz yang tak jauh darinya mengamati Sheyra diam-diam saat Sheyra menelan obat.

"Lo sakit Shey?" Pertanyaan dari Parviz membuat Sheyra gelagapan.

"Ah ini obat dari dokter waktu gue dirawat kemarin suruh habisin," alibinya tersenyum kecil menatap Parviz. Cowok itu mengangguk melanjutkan kegiatannya.

Bel masuk berbunyi nyaring membuat siswa-siswi EHS kembali ke kelasnya masing-masing dengan desak-desakan. Suara riuh membuat Sheyra menghela nafasnya panjang.

Sheyra membuka handphonenya sebentar,pesan masuk dari Rizky menyita perhatiannya.

~anak pungut😼: bekalnya udah dimakan kan? jangan lupa pulangnya tungguin gue di deket ruang kepsek sebelum gue datang jangan pergi okey?

Sheyra membalas pesan Rizky dengan huruf 'Y' saja karena guru biologi memasuki kelasnya. Membuat gadis itu cepat-cepat mengantongi handphonenya kembali.

Tiga jam pelajaran akhirnya selesai juga, ini waktu yang Sheyra tunggu-tunggu. Pulang. Gadis itu mengemasi bukunya kedalam tas begitupula dengan teman-temannya.

"Gue gak pulang bareng lo ya? Gue mau basket," Alka disampingnya bersuara.

"Hmm, lo udah bilang aunty kan?"

"Udah lo tenang aja."

"Oke,gue balik."

"Hati-hati bocil," Alka menatap Sheyra terkekeh saat gadis itu mengacungkan jari tengah kearahnya. Sungguh menjahili Sheyra adalah hal yang sangat-sangat membuat Alka senang, apalagi jika memancing kemarahan gadis itu rasanya ada nikmat tersendiri.

Baru saja keluar dari kelas,tubuh Sheyra terdorong oleh anak kelas sebelah membuat tubuhnya yang kecil terpental. Untung saja ada yang memegangnya jika tidak mungkin Sheyra akan terjatuh. Tapi tunggu, siapa yang memegangnya?

Gadis itu menatap kearah kiri disana ada Novalia yang memegangi tubuhnya.

"V-val, makasih." Sheyra kaget, sudah lama sekali anak itu tidak pernah dekat dengannya.

"Ah gak pa-pa, sama-sama. Gue pergi dulu,lain kali hati-hati."

Novalia meninggalkan Sheyra yang tersenyum miris. Apa sesulit ini untuk mendapatkan teman? Sheyra hanya butuh teman, tidak mungkin dia akan bersama Alka terus-menerus.

SHEYRA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang