BAGIAN 28: Early Fall
Early Fall
Xiao Zhan merasa canggung, bingung harus melakukan apa dan bagaimana bereaksi dalam satu ruangan yang sama dengan orang lain. Jika Wang Yibo adalah temannya, seperti Zhao Lusi, Xiao Zhan tidak akan begitu tertekan oleh kebingung.
Dia hendak berjalan menuju sofa, tetapi pintu kamar berbunyi. Terkejut dan mata yang tak berbingkai kacamata melebar, tampak jernih dan naif.
“Aku memesan selimut tambahan untukmu,” ucap Wang Yibo tiba-tiba dengan pandangan masih pada layar laptop. Belum menyadari penampilan pihak lain.
Setelah mengetahui siapa yang berada di balik pintu, Xiao Zhan segera berjalan mendekat dan membuka pintu. Seorang pegawai hotel tersenyum ramah, mengatakan beberapa kata formal, dan menyerahkan selimut yang terlipat rapi.
Pintu kembali ditutup setelah Xiao Zhan mengambil alih selimut dari tangan sang pegawai dan mengucapkan terima kasih.
Xiao Zhan memeluk selimut di dada, berbalik, dan berjalan lurus menuju sofa, alih-alih mampir ke tempat tidur. Berpikir jika dia akan tidur di sofa untuk malam ini. Ketika dia akan berbaring di atas sofa, Wang Yibo kembali bersuara.
“Mengapa kamu diam di situ?”
Gerakan Xiao Zhan terhenti, dia menatap bingung ke arah laki-laki lain dan memberikan jawaban, “Aku akan tidur.” Kemudian melirik jarum jam, masih pukul sembilan, memang agak aneh tidur di jam itu.
Dalam penglihatan Wang yibo, gerakan itu, tingkah, dan nada suara Xiao Zhan terasa sangat lucu. Seperti seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Perilaku seperti itu memang seringkali ditunjukkan, tetapi baru kali ini dia benar-benar memperhatikan. Membuatnya merasa memiliki bayi besar.
Wang Yibo menekan kehangatan dalam hatinya dengan mengernyitkan kening dan tatapan mata sedikit tidak bersahabat. “Tidurlah di sini.” Dia melirik sekilas tempat kosong di sampingnya dan melanjutkan, “Tempat ini cukup untuk kita berdua.”
Tentu saja Xiao Zhan tertegun dan tidak percaya, mereka belum pernah tidur di tempat yang sama jika tidak ada kegiatan lain, tetapi dia tetap mengikuti perkataan Wang Yibo. Membawa selimutnya dan membaringkan tubuh di sisi lain tempat tidur. Menunggu sesuatu akan terjadi mengingat jika tidak mungkin malam akan berlalu dalam ketenangan.
Namun, kelopak matanya terasa berat dari waktu ke waktu dan secara bertahap terpejam. Tak lama kemudian, dia benar-benar terlelap dalam mimpi. Entah karena terlalu lelah atau karena merasa agak nyaman ketika ada seseorang yang menemani tidur.
Tidak lagi mengingat apa-apa, melupakan tujuannya tidur di tempat yang sama dengan Wang Yibo, dan tidak memikirkan suasana hati orang itu.
Ketika pekerjaan Wang Yibo selesai, dia mematikan laptop dan meletakkannya di atas nakas. Melirik ke samping, mendapati wajah terlelap yang tampak damai dan tenang, meringkuk dalam selimut yang menutupi hampir keseluruhan tubuhnya. Tanpa sadar sebelah sudut bibir Wang Yibo terangkat.
Bukankah ini tindakan tidak patuh? Bagaimana seorang submisif bisa tidur lebih dulu sementara dominannya telah mempersiapkan beberapa hal menyenangkan?
Awalnya, Wang Yibo diselimuti perasaan jengkel yang ringan, tetapi mendengar napas teratur dari samping, hatinya perlahan merasa tenang. Helaian rambut hitam jatuh, menutupi sebagian besar dahi dan beberapa mengenai kelopak mata. Wang Yibo tanpa sadar mengulurkan tangan, menaikkan rambut yang terasa sangat lembut di telapak tangannya. Dengan saksama memperhatikan wajah kecil pihak lain, alis tebal dan berkesan lembut, bulu mata panjang tampak seperti bulu merak yang indah. Tatapan matanya turun pada hidung kecil yang lancip di ujung, lalu semakin turun dan terpaku pada bibir kecil padat berwarna merah.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cold Season ✓
FanfictionUntuk sebagian besar hidupnya, Xiao Zhan merasakan ketidakberuntungan yang teramat besar. Setiap luka baru akan muncul di sisa-sisa malamnya. Luka yang membuatnya mengerang sakit akibat rasa ngilu yang menyentuh hatinya. Dia selalu menggigil di set...
