Bagian 20

1.4K 172 19
                                        

Roller Coaster

Xiao Zhan memasuki apartemen dengan letih dan tidak terlihat bersemangat. Ketika memasuki ruangan, hal pertama yang dilihatnya adalah Wang Yibo dengan laptop di pangkuan dan kacamata membingkai di mata tajamnya. Berjalan mendekati sosok yang duduk di sofa, dia menjatuhkan tasnya di lantai, dan menatap pihak lain dengan penuh makna.

Hanya beberapa detik sampai Wang Yibo mengerti, menyingkirkan laptop dan dokumen yang mengganggu. Dia menyandarkan tubuh ke sofa, ekspresinya seolah berkata 'kemarilah, aku akan menenangkan dengan cara menyenangkan'.

Tak berpikir lama, Xiao Zhan menjatuhkan diri di atas pangkuan Wang Yibo. Dengan lembut dia mengecup bibir laki-laki itu, mencari rasa manis yang bisa menenangkan. Lama-kelamaan ciumannya mengalirkan rasa gelisah, tergesa-gesa, dan tidak lembut sama sekali, sarat akan emosi negatif. Hal itu disebabkan oleh pikiran rumit dalam kepala.

Bagaimanapun, tindakan Wang Darren selama pertemuan mereka sangat tidak menyenangkan. Xiao Zhan tidak membenci laki-laki itu, tetapi merasa risih karena kebaikan yang mengandung maksud lain.

Dia sudah memutuskan untuk tidak dekat lagi dengan mantan teman-temannya di universitas, terlebih Wang Darren. Mengingat tidak ada hal-hal baik terjadi di masa lalu.

Merasakan kegelesihan Xiao Zhan dari ciuman mereka, Wang Yibo mengerutkan kening, menarik paksa wajahnya, dan melepas tautan mereka. Meninggalkan kehampaan.

"Apa yang terjadi?" dia bertanya dengan suara tenang. Tangannya bergerak membuka kancing kemeja Xiao Zhan satu per satu dan mengusap kulit putih kemerahan.

Tubuh dalam pangkuannya menggeliat, sesekali merintih kecil. Wang Yibo semakin menggerakkan tangan dengan nakal, menyentuh beberapa area yang diketahui cukup sensitif. Mereka sudah beberapa kali melakukan hubungan intim, tak heran jika ia sudah tahu titik-titik lemah Xiao Zhan

Dalam hujanan kesenangan yang diterima tubuhnya, Xiao Zhan buka suara dengan susah payah dan mengatakan kesimpulan pembicaraannya dengan Wang Darren. Dugaan keterlibatan ketua divisi baru, Song Weilong, dan lain lagi.

Mendengar penjelasan tersebut, Wang Yibo merasa jika semua itu tidak buruk, bahkan kinerja Wang Darren cukup membantu. Dan mengenai orang-orang yang terlibat, jika nantinya ada beberapa celah yang membenarkan tindakan buruk karyawan di perusahaannya, dia bisa membantu.

Namun, satu kejelasan yang belum didapatkan Wang Yibo, alasan kegelisahan Xiao Zhan. Dia menelusupkan tangan kanannya ke dalam celana Xiao Zhan, memainkan sesuatu yang mampu memberi perasaan melayang. "Lalu, apa yang membuatmu benar-benar gelisah?"

Xiao Zhan bernapas terengah-engah, tatapan matanya mulai berkabut. Aliran kesenangan merangkak naik dari tulang belakang, merasakan berat pada pucuk kesadarannya, dia menundukkan kepala dan bersandar pada bahu lebar Wang Yibo.

"Wang Darren, dia ... aneh."

Otaknya mengalami kelumpuhan sesaat, kemampuan mengola kata tiba-tiba hilang. Entah Wang Yibo akan mengerti atau tidak, tetapi itu saja yang mampu dikatakan. Perasaan digelitik begitu menyenangkan.

Mendengar suara rendah yang renyah, membuat ketagihan. Wang Yibo tersenyum miring, semakin lincah menggerakkan tangan, semakin puas dia melihat pucuk telinga yang memerah di depan mata.

"Angkat kepalamu dan berbicaralah dengan benar!" perintahnya mutlak. Sedikit menutupi niat asli untuk menyaksikan ekspresi Xiao Zhan. Entah mengapa, dia begitu suka melihat noda pada wajah naif, terlebih lagi tatapan sayu di balik kacamata bulat besar.

Sebenarnya, mata Xiao Zhan sangat indah seperli kelereng dengan warna unik. Dalam dan ringan, tetapi mampu menghanyutkan hingga menenggelamkan ke tempat tanpa dasar. Diam-diam Wang yibo menyukai bola mata itu dan ingin memilikinya sendiri.

The Cold Season ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang