Happy weekend.

Arloji di pergelangan tangan kirinya terus-menerus dilirik. Sepanjang pagi, Xiao Zhan begitu bersemangat untuk kembali bekerja. Sudah beberapa hari sejak dia dan beberapa karyawan lainnya menyelesaikan proyek mereka. Sekarang masing-masing dari mereka sudah kembali bekerja di ruangannya, seperti sedia kala.
Untuk ke sekian kalinya, Xiao Zhan melirik arlojinya dan segera menghentikan pekerjaan, ketik jarum jam berada pada angka satu siang. Yang berarti jam istirahat sudah tiba. Dengan riang dia membawa dirinya ke depan ruangan Zhang Yixing. Menunggu laki-laki itu keluar dan mereka akan makan siang bersama. Entah sejak kapan Xiao Zhan mulai merasa nyaman dengan kebersamaan mereka. Dia bahkan terang-terangan mengikis jarak. Jika biasanya Zhang Yixing yang akan lebih dulu menghampirinya dan mengajak makan siang atau pulang bersama. Sekarang Xiao Zhan yang lebih sering melakukannya, meskipun tak jarang Zhang Yixing menghampirinya lebih dulu.
Waktu berjalan cepat, hubungan mereka kian dekat. Orang-orang di sekitar bahkan bisa merasakannya.
"Yixing Ge, ayo, istirahat bersama!" Xiao Zhan tersenyum cerah sesaat setelah pintu itu terbuka lebar. Zhang Yixing menyembulkan tubuhnya dari balik pintu dan ikut tersenyum, sebelum mengiyakan ajakan juniornya itu.
Mereka makan di kafetaria yang berada di gedung perusahaan. Xiao Zhan membawa nampannya yang sudah terisi beberapa jenis makanan. Meletakkannya di atas meja dan hendak duduk berseberangan dengan Zhang Yixing. Suara familier terdengar melengking di sisi telinganya. Seorang gadis berlari kecil ke arahnya dan tanpa izin memeluknya dari belakang seraya berkata, "Zhan Zhan, aku merindukanmu."
Xiao Zhan membiarkannya begitu saja. Bukan karena merasa nyaman, tapi Zhao Lusi memang sering seperti itu sejak mereka tidak lagi bekerja di tempat yang sama. Setelah cukup berdrama, Zhao Lusi menyeret kursi di sebelah Xiao Zhan dan mendudukkan dirinya. Sepenuhnya mengabaikan keberadaan Zhang Yixing yang mulai menampilkan wajah dingin.
Sesekali tangan kecil Zhao Lusi juga ikut menyomot sepiring kentang goreng milik Xiao Zhan, karena gadis itu belum sempat memesan apa pun. Mereka membicarakan beberapa hal secara dua arah. Terkadang Zhao Lusi dan Xiao Zhan, ataupun Xiao Zhan dan Zhang Yixing. Laki-laki yang lebih tua dari mereka itu benar-benar terlihat kesal terhadap Zhao Lusi, sehingga dia yang memutuskan untuk mengabaikan gadis malang tersebut.
"Oh, ya. Kudengar hasil kerja kita sukses besar dan katanya akan ada perayaan untuk itu," Zhao Lusi berkata dengan sinar kebahagiaan di wajahnya. "Kuharap benar-benar ada." Dia menyatukan dua telapak tangannya, tepat di depan dada.
"Memang ada, kita akan makan malam bersama hari Sabtu nanti." Jeffrey ikut bergabung dengan mereka dan duduk di sebelah Zhang Yixing. Mereka menatap heran padanya. Pasalnya Jeffrey sangat jarang bisa makan bersama dengan orang lain, apalagi di kafetaria karyawan. Biasanya laki-laki itu akan makan siang di ruangannya, seorang diri, atau pergi ke luar bersama CEO Wang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Cold Season ✓
FanfictionUntuk sebagian besar hidupnya, Xiao Zhan merasakan ketidakberuntungan yang teramat besar. Setiap luka baru akan muncul di sisa-sisa malamnya. Luka yang membuatnya mengerang sakit akibat rasa ngilu yang menyentuh hatinya. Dia selalu menggigil di set...
