Bagian 45

1K 150 21
                                        

BAGIAN 45 Apologie

Di tengah malam, Xiao Zhan duduk di atas tempat tidurnya dalam keadaan linglung. Menatap kosong pada layar ponsel yang gelap, pikirannya masih dipenuhi seputar pembicaraan antara dia dan Wang Yibo.

Bahkan setelah ini, masih ada tanda tanya dalam benak. Mengenai alasan kemarahan laki-laki itu, samar-samar Xiao Zhan bisa menebak jika disebabkan karena kekhawatirannya hubungan mereka terungkap yang akan menimbulakan masalah. Berpikir bahwa Wang Yibo tidak ingin kekasihnya tahu dan merasa kecewa.

Entah mengapa Xiao Zhan merasa dingin di hati, betapa besar rasa suka Wang Yibo terhadap sosok itu. Siapa pun yang disukai Wang Yibo, orang itu pasti sangat beruntung. Dia memiliki sosok yang kuat dan mampu menjaganya, juga sangat kooperatif, bisa diandalkan.

Xiao Zhan menghela napas panjang, memejamkan mata, dan menjatuhkan tubuh ke belakang, tepat di atas tempat tidur empuk miliknya. Ia baru bisa terlelap kurang dari satu jam yang lalu, dibangunkan oleh dering ponsel yang terjadi terus-menerus, dan tiba-tiba dimarahi.

Dalam pejaman mata, ia masih mencari sesuatu yang sekiranya masuk akal menjadi awal dari masalah ini. Mengapa Wang Yibo berpikir  bahwa ia membawa laki-laki lain ke apartemen mereka? Seharusnya, ada pemicu terjadinya pemikiran itu. lagi pula, dari cara bicara dan pertanyaan yang diajukan, jelas bahwa ia tidak marah pada Zhao Lusi, tetapi Wu Yifan.

Pada titik ini, Xiao Zhan tidak memiliki pemikiran jernih dan tidak bisa secara akurat mendapat jawaban. Setelah bangun dari tidur di tengah malam akan sulit untuk kembali terlelap. Memilih bangkit dari baringan dan berjalan menuju meja kerja. Tangannya yang kecil dan pucat seputih salju bergerak ringan menyingkap tirai jendela.

Bulan di musim dingin tidak jauh berbeda dengan musim-musim lain hanya tampak lebih hangat oleh cahaya kekuningan di tengah suhu rendah. Meski sudah memasuki musim dingin, salju belum turun di awal bulan  November, biasanya di pertengah bulan salju pertama akan menhujani kota.

Duduk di kursi kerja, ia menumpu dagu di atas meja, menatap ke luar jendela. Dari kamar ini,pemandangan luar tampak istimewa, hampir sepertiga dapat dilihat dari ketinggian puluhan meter. Jalanan di sisi kanan yang biasanya padat, kini lengang dengan satu-dua kendaraan berlalu, toko-toko di sepanjang pinggiran jalan sudah tutup, meninggalkan beberapa tempat yang masih buka atau baru dibuka menjelang tengah malam.

Setiap hal yang dilihat terefleksi di mata hitam yang jernih milik Xiao Zhan, berpendar-pendar dan berbinar dalam genangan lampu-lampu neon. Untuk melihat pemandangan di luar adalah salah satu alasan mengapa ia memilih kamar ini. Dalam ruangan yang tak terlalu luas, temaram, dan hampa, Xiao Zhan merasa tenang acap kali menyaksikan kesunyian di luar.

Setelah beberapa puluh menit termangu di tempat yang sama, ia mulai merasa jenuh, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak memiliki keinginan untuk membuat desain atau sekadar membaca, juga tidak mengantuk.

Mempertimbangkan beberapa saat, ia bangkit dari duduk, berjalan ke lemari pakaian di sisi lain tempat tidur. Mengambil satu botol kecil dari laci yang jarang dibuka, mengeluarkan beberapa butir pil dan menelannya secara langsung. Pil itu licin ketika basah sehingga tak memerlukan air minum untuk menelannya.

Xiao Zhan meletakkan lagi botol pada tempatnya dan menaiki tempat tidur, berbaring telentang dengan selimut menutupi keseluruhan tubuh. Sesekali ia akan mengintip pada jendela yang tak ditutupi tirai.  Hanya dalam beberapa saat, kelopak matanya mulai berat, mulut menguap.

Berkedip dua kali sebelum benar-benar jatuh ke dalam tidur singkat.

Sebenarnya, Xiao Zhan sudah mengurangi ketergantungan terhadap obat tidur, bahkan beberapa hari ke belakang ia tidak lagi mengonsumsi satu biji pun. Namun, kali ini, ada hal-hal yang mengganggu pikiran. Semua beban pikiran itu berkaitan dengan satu nama, Wang Yibo. Meski begitu, ia tidak memiliki kualifikasi untuk tidak memikirkannya.

The Cold Season ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang