Ara sebenarnya bukan tipe wanita yg suka bermain-main dengan perasaan seseorang. Namun, kehadiran Hobi dalam hidupnya ia anggap sebagai sebuah malapetaka. Pria itu merusak kebahagiaan nya, merusak hidupnya dan merenggut kebebasan nya. Hobi merubah s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Budayakan vote dulu sebelum baca biar author gak darah tinggi ============================
Pagi ini seperti biasa Hobi dan Ara menikmati sarapan bersama, segelas susu dan beberapa potong roti cukup mengganjal perut Ara hingga siang hari, sedangkan Hobi terlihat hanya memakan satu buah apel dan semangkuk salad.
"Apa kau sedang diet?" Tanya Ara pada Hobi.
"Nee, minggu depan aku akan tampil" Jawab Hobi sambil menyuap satu sumpit sayur yg sering disebut rumput oleh orang yg membenci makanan diet itu.
"Ku lihat kau tidak gemuk, mengapa harus diet?" Tanya Ara lagi, jangan heran wanita ini memang terlahir sebagai wanita yg penuh rasa penasaran yg tinggi.
"Kamera akan menyorot ku lebih sering karna aku yg jadi center dalam group, aku tidak ingin pipi ku terlihat chubby" jawab Hobi lagi dan Ara hanya ber oh ria.
"Selesaikan sarapanmu, aku tunggu di mobil" Ucap Hobi sambil berjalan menenteng tas nya.
Ara mempercepat makan nya dan langsung menenggak susu di gelas. Ia berlari menyusul Hobi karna tidak ingin pria itu menunggu terlalu lama. Hobi menancapkan gas kendaraan nya menuju kampus Ara. Setelah sampai, Hobi menepikan kendaraan nya tepat di depan gerbang masuk, seperti yg Ara minta ia tidak ingin Hobi mengantar sampai ke dalam kampus karna tidak mau jadi pusat perhatian banyak mahasiswa.
"Terima kasih" Ara melepas seatbelt yg melekat di tubuh nya dan berniat untuk turun.
"Tunggu" suara Hobi menghentikan nya.
"Wae?" Tanya Ara bingung. Hobi mengambil clutch yg tersampir diatas dashboard mobil lalu membuka resleting nya, ditarik nya benda pipih dari dalam sana.
"Gunakan ini jika kau ingin membeli sesuatu yg kau inginkan" Hobi menyodorkan kartu berwarna hitam yg kerap di sebut black card kepada Ara, sontak Ara mengerutkan dahi nya.
"Ini milik siapa?" Tanya Ara bingung.
"Tidak penting itu milik siapa, kau tinggal menghabiskan nya saja, cepatlah ambil" Ucap Hobi lagi.
"Jangan katakan ini milik paman Woong lagi, mana mungkin kau memiliki kartu kredit sultan begini" Ucap Ara sambil meraih kartu tersebut.
"Sudah cepatlah masuk ke kampus, kau bisa terlambat" Hobi menghindari ucapan Ara dan gadis itu akhirnya melenggang keluar dari mobil dan Hobi menghela nafas panjang.
"Mulut gadis itu sangat berbahaya" gumam Hobi lalu menancapkan gas kendaraan nya pergi menuju kantor.
Sesampai nya di kantor Hobi disambut oleh karyawan yg membungkuk memberi salam, padahal pria itu masih menggunakan kaos dan jaket, tidak terlihat seperti seorang CEO. Ia langsung naik ke lantai atas menuju ruangan nya. Sesampai nya disana ia disambut oleh sekretaris nya.