Zea baru saja selesai membereskan baju dan perlengkapan yang sebelumnya berada di ruang kerja Remus menuju ke kamar barunya di asrama Gyffindor, saat seorang lelaki menghampirinya dan memberikannya sebatang coklat.
"Zea, ini untukmu," ucap lelaki itu.
Zea berbalik dan mendapati Seamus Finnigan di belakangnya tengah memegang sebatang coklat besar yang dibelinya dari Honey Dukes saat kunjungan ke Hogsmeade pekan lalu.
"Terimakasih Seamus, tidak perlu repot-repot sebenarnya."
Seamus menggeleng, "ah tidak apa-apa. Toh ini tidak seberapa. Anak-anak yang lain bahkan berencana akan membuat pesta penyambutan untukmu," ungkapnya.
Zea tersenyum kikuk, "sebenernya tidak perlu, sungguh. Aku masih tidak enak karena membuat keributan di pertengahan semester seperti ini."
"Tidak apa-apa. Kami sangat senang menerimamu di Gryffindor." Seamus tersenyum, "ayo bergabung dengan yang lainnya." Seamus berseru semangat dan menarik tangan gadis itu begitu saja.
Ruangan asrama itu tengah ramai oleh anak-anak yang berkumpul. Oliver Wood dan Dean Thomas yang saling melempar bola, Harry dan Ron sedang bermain catur, para perempuan yang terlihat tengah membincangkan sesuatu di sofa sambil sesekali terkikik, Hermione yang sibuk dengan buku, pena, dan perkamen di hadapannya, dan juga sepasang pemuda Weasley yang tengah menjual barang-barang prank mereka.
"Ini dia Nona Xavore yang sudah kita tunggu-tunggu." Ucap Seamus membuat segala aktifitas disana berhenti. Fred menatap nyalang pada lelaki plontos yang berani memegang tangan Zea begitu saja itu.
"Jadi, apakah kita akan memulai pestanya?" tanya Seamus dengan senyumnya yang cerah.
"Tidak Seamus. Aku tidak mengizinkan kalian membuat keributan. Ini malam sekolah. " Percy berdiri di sana dengan lencana prefek menempel di dada sebelah kiri.
"Oh ayolah, Percy. Ini bahkan belum lewat jam malam." Ucapan Seamus mendapat dukungan dari sebagian besar murid.
"Ku bilang tidak ya tidak. Ini demi ketertiban asrama. Ku kira kalian semua ingin memenangkan piala House Cup. Jangan melakukan apapun yang bisa membuat poin asrama kita dipotong." Ucap lelaki itu final.
"Mengapa kita tidak mendengarkan ceritanya saja? Maksudku dia 'Xavore', bukan? Dia datang begitu saja seperti bangkit dari kematian." Ucap seorang perempuan dengan rambut ponytail.
"Jangan tersinggung Xavore. Aku hanya mengatakan kebingunganku," Sambungnya. Meskipun terdengar pedas nampaknya ucapan perempuan yang diketahui bernama Katie Bell itu mendapat dukungan dari seluruh orang di ruangan berbentuk bulat tersebut. Hermione bahkan menutup bukunya dan memandang Zea dengan tertarik.
"Yah bagus." Pekik Seamus.
"Kita adalah keluarga, Zeannes. Kita bisa saling berbagi cerita," sambungnya.
"Haruskah aku melakukannya?" Zea menatap satu persatu teman-temannya dengan ragu. Tangannya yang masih digenggam erat oleh Seamus mulai mengeluarkan keringat.
"Umm ya baiklah, tapi rasanya aku perlu duduk, boleh?" Ucap gadis itu. Seluruh siswa di sana bergemerusuk menyediakan ruang bagi Zea di samping tubuh mereka. Zea sendiri entah mengapa langsung bergerak menuju ke arah Fred dan George setelah melepaskan diri dari genggaman Seamus. Fred langsung saja mencebik ke arah lelaki itu dan menunjukkan senyum mengejek.
"I win." Ucap Fred.
Anak-anak lain duduk mengelilingi Zea yang berada di antara Fred dan George. Bahkan Hermione nampak mengambil tempat paling depan, menengadahkan wajahnya dengan penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Descendant
FanfictionZeannes Jade Xavore. Seorang animagus yang mengambil wujud elang berekor emas. Dirinya tentu bukan sengaja menjadikan tubuhnya sebagai animagus, melainkan memang sudah menjadi kemampuan spesial yang turun menurun dari keluarganya. Saat dirinya berus...
