11. Comeback to me again

5.5K 614 95
                                        


Jeno.

Laki-laki itu sedari tadi hanya terdiam di depan wastafel, memandangi dirinya sendiri lewat cermin walau pikiran nya sedang berpetualang kemana-mana.

Dia selalu memikirkan ini, dirinya akan berlabuh pada siapa nantinya? Renjun atau... Jaemin?

Jaemin belum di klaim sebagai tempat kembali nya ketika dia selesai bertugas, namun rasanya Jeno berhak mampir kesana. Karna Jeno tidak bisa membohongi perasaannya, dan juga Jaemin yang memang suka padanya sejak awal.

"Jeno, ngapain?" seseorang menyadarkan Jeno yang terdiam sejak tadi, "Dari tadi gue liatin diem terus disini."

Jeno menoleh pada sepupu nya, Lee Taeyong. "Nggak apa-apa, bang."

Taeyong tersenyum kemudian menepuk bahu Jeno, "Cerita aja. Gue tau lo orang nya tertutup sama siapapun termasuk keluarga lo. Tapi buat kali ini, bisa kan lo cerita sama gue?"

Remaja itu menatap sepupu nya yang tinggi badan nya hampir sama, atau bahkan lebih tinggi Jeno daripada sepupu nya.

"Di kamar gue aja cerita nya."

Taeyong mengangguk, merangkul bahu Jeno menuju kamar laki-laki itu. Pintu ditutup dan sengaja di kunci.

Jeno duduk di kasurnya dan mengambil boneka kesayangan nya. Taeyong duduk berhadapan dengan Jeno.

"Jadi apa? Lo ada masalah?"

Jeno mengangguk.

"Soal apa? Temen? Pelajaran?"

"Perasaan."

Mata Taeyong membulat lalu setelahnya terkekeh mendengar perkataan Jeno.

"Kok ketawa sih bang?"

"Lucu aja. Baru kali ini gue tau lo punya masalah soal cinta."

"Wajar kali, bentar lagi juga lulus--jangan ketawa dong! Nggak jadi cerita ah."

"Iya iya." Taeyong menahan tawa nya, "Yaudah, kenapa sama perasaan lo?"

"Jadi gini, dulu ada cowok ngejar-ngejar gue dia selalu bawel soal dia suka sama gue. Sebenernya gue muak sama dia, tapi lama-kelamaan gue sadar bang. Gue juga suka sama dia, untung nya dia nggak gampang nyerah buat ngejar gue. Gue nembak dia di perjalanan pulang sekolah, tapi nggak lama gue ninggalin dia di tengah hujan." jeda Jeno sebentar.

"Terus?"

"Perasaan gue nggak beres waktu itu, gue suka sama dia tapi setelah gue nembak dia, perasaan itu tiba-tiba lenyap. Sekarang, gue beneran nyesel ngelakuin itu ke dia."

"Ini bukan inti cerita lo kan Jen?"

Jeno menggeleng, "Iya. Tapi gue jelasin dulu. Gue udah pacaran sama dia sebulan. Terus, seseorang datang. Bikin gue nyaman, gue suka sama dia. Disisi lain, gue nggak mau ngelepasin punya gue."

"Rumit banget. Tapi coba deh lo pikir Jen. Mana yang lebih berharga buat lo. Dia yang berjuang mati-matian biar bisa dapetin lo atau, dia yang baru aja dateng tapi udah bikin lo nyaman tanpa perjuangan."

Jeno bungkam mendengar itu. Ini sulit, Jeno benar-benar tidak mau membohongi perasaan nya.

"Coba lo pikir lagi. Kalo lo emang mau pilih oknum yang kedua, silahkan. Tapi relain oknum satu lagi buat orang lain yang mungkin ngejar-ngejar dia."

Perkataan Taeyong membuat Jeno teringat pada seseorang, Haechan.

Jeno akhir-akhir ini melihat Haechan selalu mendekati Renjun dan juga sangat perhatian pada remaja itu.

Bohong jika Jeno tidak cemburu. Dia cemburu dan marah, dia tidak suka apabila miliknya di ganggu atau di rebut oleh orang lain.

"So? Mau gimana?" tanya Taeyong.

"Gue pilih oknum pertama."

▪▪▪▪▪

"Thanks ya, chan." ujar Renjun seraya menyerahkan helm pada pemiliknya.

"Sama-sama. Jangan dulu jalan, bareng."

Renjun tersenyum kemudian mengangguk. Haechan membuka helm dan sedikit menyisir rambutnya dengan jari tangan nya.

"Yuk." Haechan menggandeng tangan Renjun untuk masuk ke dalam wilayah sekolah.

Mereka berjalan di koridor tanpa berbicara walau kedua tangan mereka saling bertaut. Jujur, ini semua membuat Renjun lupa bahwa dirinya sedang dimiliki oleh seseorang.

Haechan membuatnya nyaman.

"Mau di anterin ke kelas nggak?" tanya Haechan ketika sudah sampai di depan kelas nya.

"Nggak usah, chan. Gue ke kelas sendiri aja."

"Yaudah. Ntar kantin bareng ya? Jangan mikirin Jeno terus, pikirin gue aja." Haechan terkekeh.

Renjun hanya diam lalu melanjutkan perjalanan nya menuju kelas. Sial sekali, sulit bagi Renjun untuk melupakan Jeno atau bahkan menggantikan nya.

Renjun ingin terus bersama Jeno.

▪▪▪▪▪

Kelas sudah mulai sepi karena siswa nya keluar untuk pergi ke kantin. Tersisa Renjun sendiri disini. Rasanya malas untuk pergi ke kantin, padahal Haechan sudah mengajaknya.

"Renjun."

Renjun medongak, mendapati Jeno berdiri di depan nya sambil menunduk.

"Jeno? Kenapa?" Renjun ikut berdiri, memegang kedua bahu laki-laki di depan nya.

Tiba-tiba Jeno mendekap tubuhnya sangat erat, seperti ketakutan jika nanti Renjun pergi melepaskan diri darinya.

"Jeno..."

"Ayo kita balik lagi kayak dulu. Cuma ada aku, sama kamu. Nggak ada yang lain."

Mata Renjun berkaca-kaca setelahnya, dada nya sesak entah kenapa. Kejadian dimana Jeno meninggalkan nya di tengah hujan kembali terputar dalam kepala nya.

Itu menyakitkan, tapi Renjun juga menyukainya. Hari dimana perjuangan nya selesai, dan dia mendapat hasilnya.

"Janji jangan tinggalin aku ya, Ren?"
























_____

Bingung ini ff Hyuckren apa Noren sih :(

Wajar lah ya ku kasih konflik dulu

B.Y.S | HyuckrenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang